← Beranda
Kondisi Terkini Pusat Toko Buku Bekas Kampung Ilmu di Surabaya, Banyak Kios Tutup
Dimas Nur Aprianto• Minggu, 9 Juli 2023 | 00.32 WIB
Para penjual buku di Kampung Ilmu Surabaya ada yang memilih bertahan dan membuka layanan penjualan secara online di aplikasi.
 
 
 
JawaPos.com - RD, salah seorang penjaga dan pemilik kios buku bekas di Kampung Ilmu Surabaya, tak berhenti menyegarkan layar handphonennya. Saat dilihat sekilas, RD tengah membuka salah satu aplikasi e-commerce. 
 
"Lihat ada pesanan atau pesan masuk nggak. Kalau ada, sesegera mungkin harus dibalas supaya buku yang dipesan bisa dikirimkan hari ini juga," ujar pria 38 tahun itu saat ditemui di Kampung Ilmu Surabaya, Sabtu (8/7).
 
RD menjual buku-buku bekas dan beberapa buku baru sejak 10 tahun lalu di Kampung Ilmu Surabaya. Saat itu, dia hampir menjajakkan buku hingga ratusan buku. Namun, kini, kondisi itu berbalik 360 derajat. 
 
Apalagi, lanjut RD, ketika pandemi datang. Para pemilik kios toko buku bekas di Kampung Ilmu Surabaya ada sebagian yang mundur menurunkan rolling door-nya dari depan. Tapi, ada juga bertahan hingga sekarang. Termasuk RD yang memilih untuk bertahan. 
 
"Ya sudah pilihannya diam saja di kios. Mau bagaimana lagi, terkadang sehari itu hanya 2 pembeli ketika pandemi. Tak jarang juga sehari tidak ada pembeli," jelas RD. 
 
Pandemi Covid-19 kini sudah angkat kaki, penjualan berangsur membaik dibandingkan pada 2020-2022. Saat ini, per hari, dia bisa melayani 10 hingga 15 konsumen yang datang ke kiosnya. Yang rata-rata, 8-10 orang pasti membeli buku bekasnya. 
 
"Penjualan online lancar sampai sekarang. Saya sudah coba jualan online sejak pandemi datang itu, 2020. Ya per hari sekarang 30-50 orang beli lewat online, bahkan bisa lebih juga," ungkap RD. 
 
Asal kota pembeli bervariasi. Ada yang dari Surabaya, Jakarta, Jogjakarta, hingga Kalimantan atau Sumatera Palembang. Karena kondisi penjualan fluktuatif tak sama seperti 10 tahun lalu, maka dia mengurangi jumlah barang yang dikulak.  
 
Baca Juga: Deretan Sinetron yang Pernah Dibintangi Della Puspita, Ada Pernikahan Dini hingga Cinta Tanpa Karena
 
Dari sekitar 100 kios, saat ini lebih kurang 20 kios saja yang buka. Kondisi diperparah dengan fasilitas toilet yang kumuh. RD berharap, Kampung Ilmu Surabaya kembali berjaya. Fasilitas diperbaiki lagi. "Kalau kios yang di depan seperti saya bayarnya Rp 10 juta per tahun ke Pemkot Surabaya," tuturnya.
 
EDITOR: Kuswandi