JawaPos.com–Bus listrik kembali tak mengaspal di Surabaya. Hal itu membuat Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rachmawati angkat suara.
Politikus PKS Surabaya itu meminta agar Pemkot Surabaya lebih proaktif menanyakan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bus listrik eks-G20 itu bisa membantu Pemkot Surabaya untuk menambah layanan transportasi semakin prima.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) itu menambahkan, dalam kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Surabaya yang masih belum sesuai target, tidak memungkinkan bagi dinas untuk memenuhi ketercukupan rute dan jumlah armada pada rute.
”Yang selama ini harusnya dipenuhi Kementerian Perhubungan melalui bus listrik. Karena itu, Pemkot Surabaya harus lebih intensif lagi melakukan komunikasi dengan kementerian," terang Aning.
Tidak hanya menunggu, lanjut Aning, pemkot harus proaktif meminta kemenhub segera memberikan solusi. Supaya bus listrik segera bisa dimanfaatkan dan tidak mangkrak.
Sebelumnya, layanan Bus Listrik Trans Semanggi di Kota Surabaya, Jawa Timur, berhenti beroperasi sementara sejak 1 Januari. Hal itu karena Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) melakukan evaluasi operasional bus serta perpanjangan kontrak dengan pihak operator.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong agar layanan bus listrik dapat segera beroperasi kembali di Kota Pahlawan. Penyedia layanan itu adalah Kemenhub RI yang bekerja sama dengan Damri.
”Jadi kontrak antara Kemenhub dengan Damri tidak ada kaitannya dengan pemkot (Dishub Surabaya). Kita hanya menyiapkan jalur, rute, dan fasilitas pendukung, berupa halte dan bus stop,” kata Tundjung.