Sejak Selasa siang, antrean pengambilan vaksin sudah panjang. Boks penyimpanan vaksin milik puskesmas berjejer rapi di depan ruang penyimpanan vaksin dinkes. Puskesmas yang telah mendapatkan vaksin tersebut bisa langsung menggunakannya.
’’Vaksin sebanyak 117 ribu dosis itu diperintahkan untuk vaksin pertama. Harus segera dihabiskan karena ada masa berlakunya,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.
Menurut Syaf, Sidoarjo merupakan salah satu daerah yang mendapat pengiriman vaksin Pfizer dalam jumlah banyak. Di Jawa Timur, belum semua wilayah mendapat vaksin jenis tersebut. Selain Sidoarjo, wilayah yang memperoleh vaksin Pfizer adalah Gresik. Tapi, jumlahnya tidak sebanyak di Sidoarjo. Karena itu, pihak dinkes harus terus melakukan vaksinasi massal secara masif. Agar vaksin yang tersedia dapat digunakan secara optimal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Sidoarjo dr M. Atho’illah menyatakan, penggunaan vaksin Pfizer tidak jauh berbeda dengan vaksin jenis lain. Hanya, sebelum disuntikkan,vaksin harus dicampur dengan cairan NaCl terlebih dahulu. Dalam satu kali suntik, dosis yang digunakan sebanyak 0,3 ml. Lebih sedikit bila dibanding vaksin jenis lain.
Selain itu, vaksin Pfizer butuh perlakuan khusus. Tidak boleh terlalu lama berada di ruang terbuka. Suhu harus senantiasa terjaga. Boks penyimpanan vaksin juga tidak boleh dibuka terlalu lama. Vaksin dalam kardus pun juga harus dalam posisi tegak. Tidak boleh goyang-goyang supaya isi tidak pecah dan tumpah. ’’Interval penyuntikan dari dosis pertama ke dosis kedua selama 21 hari,’’ ujar Atho’illah.
Kolaborasi demi Herd Immunity
Sidoarjo bersama Pemkot Surabaya berkolaborasi demi mempercepat capaian vaksinasi. Kolaborasi itu ditandai dengan pelepasan 22 unit mobil gerai vaksin oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Gelora Delta, Selasa (21/9).
Puluhan mobil gerai vaksin milik Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya itu juga sudah dilengkapi dengan tenaga kesehatan (nakes). Seluruh mobil vaksin tersebut akan berkeliling ke 18 kecamatan di Sidoarjo untuk melayani vaksinasi masyarakat.
Muhdlor menyebutkan, total capaian vaksinasi di Kota Delta sudah menyentuh angka 76 persen. Perinciannya, 48 persen dosis pertama dan 28 persen dosis kedua. Targetnya, pelayanan mobil gerai vaksin itu bisa mempercepat vaksinasi dosis pertama sampai 70 persen. Sesuai dengan target dari pemerintah pusat melalui Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021.
Muhdlor menyatakan, kolaborasi kepala daerah Surabaya Raya tersebut adalah harga mati. Tujuannya, herd immunity segera tercapai. ”Kalau tidak bersama-sama, percuma. Sebab, arus mobilisasi warga dan pemulihan ekonomi saling berkaitan antara Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik,” jelasnya. Tujuan besar percepatan vaksinasi adalah menggerakkan ekonomi di masyarakat.
Eri menyebut Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik sebagai wilayah aglomerasi. Jika Surabaya Raya ingin berstatus PPKM level 1, tiga daerah itu harus memenuhi target percepatan vaksinasi. ”Karena Surabaya Raya ini tidak bisa dipisahkan. Seperti anggota badan, satu kesatuan,” ujarnya.
Eri menuturkan, mobil vaksin sangat membantu dalam upaya percepatan vaksinasi. Sebab, satu mobil bisa melayani sampai 500 orang per hari. Dalam satu mobil, ada petugas skrining dan vaksinator. ”Satu mobil bisa melayani 500 orang. Kalau sampai sore, bisa sampai 1.000 orang. Apalagi kalau ada 22 mobil,” ungkapnya.