Mereka, kata dia, dilayani tiga petugas di tiga loket yang berbeda. ”Biar antreannya tidak terlalu panjang,” jelasnya.
Wimboko menambahkan bahwa mengurus SKCK saat ini tidak sesulit dulu. Majunya era teknologi membuat polisi harus berinovasi. Di antaranya, membuat program SKCK online (lihat grafis). ”Dalam waktu 15 menit saja sudah jadi,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemohon, Wimboko mengaku sudah menyiapkan dua loket tambahan. Loket itu akan dibuat di ruang pelayanan perizinan. Sebab, lebar ruang SKCK terbatas. ”Daripada umpel-umpelan. Jadi, dicarikan tempat lain,” tutur polisi dengan dua melati di pundak tersebut.
Wimboko menerangkan beberapa hari terakhir pemohon yang bermaksud menjadikan SKCK sebagai syarat pendaftaran CPNS sudah ada. Hanya, angkanya tidak terlalu banyak. ”Masih didominasi untuk syarat mendaftar pekerjaan swasta,” ungkapnya.
Amanda Nadhila, salah seorang pemohon yang antre, mengaku pembuatan SKCK tidak serumit yang dibayangkan. Warga Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut, itu mengaku hanya perlu antre sekitar lima menit untuk mendapatkan berkas yang diinginkan. ”Untuk daftar CPNS,” kata perempuan 25 tahun tersebut. Dia punya keinginan menjadi tenaga pendidik.
Firda Kristandi, pemohon lain, juga mengapresiasi mudahnya membuat SKCK. Dia hanya perlu menyiapkan berkas pendukung lain yang tidak sulit didapat saat akan mencetak SKCK. Misalnya, fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, dan pas foto. Beda dengan Amanda, perempuan kelahiran 1997 itu membuat SKCK untuk melamar pekerjaan di sebuah bank swasta.