JawaPos.com - Pebulu tangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, dilarang berkompetisi di Asian Games 2026 setelah dinyatakan positif menggunakan doping.
Pada Senin (21/9), Pitchamon Opatniputh dinyatakan positif mengandung furosemide dalam pengujian yang dilakukan Badan Pengujian Internasional (ITA). Furosemide sendiri menjadi zat yang masuk dalam daftar terlarang Badan Antidoping Dunia (WADA).
Zat tersebut diketahui dapat digunakan untuk membantu menurunkan berat badan secara cepat. Karena itu, furosemide dilarang digunakan oleh atlet, baik saat maupun di luar pertandingan.
Baca Juga: Pitchamon Positif Doping, Pebulutangkis Thailand Batal Lawan Tiongkok di Asian Games
Hasil tes Pitchamon Opatniputh muncul ketika tim beregu putri Thailand tengah bersiap menghadapi Tiongkok pada Selasa (22/9) lalu. Alhasil, atlet berusia 19 tahun itu harus absen karena mendapat sanksi skorsing, tak boleh tampil di Asian Games 2026.
Pitchamon Opatniputh menjadi atlet pertama yang terseret kasus doping di Asian Games 2026. Kasus tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi tim bulu tangkis Thailand yang sedang berlaga dalam pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Meski demikian, Pitchamon Opatniputh memiliki hak untuk mengajukan keberatan terhadap skorsing sementara melalui Court of Arbitration for Sport Anti-Doping Division (CAS ADD). Sebelumnya, dia juga telah meminta pemeriksaan terhadap sampel B dan kini masih menunggu hasilnya.
Baca Juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Amankan Dua Medali Perunggu Asian Games 2026
Salah Satu Tunggal Putri Andalan Thailand
Pitchamon Opatniputh belum menyumbang gelar juara pada tahun ini. Namun, ia merupakan salah satu tunggal putri muda andalan Thailand di sektor tunggal putri.
Pitchamon Opatniputh saat ini menempati peringkat ke-18 dunia. Posisi tersebut membuatnya menjadi tunggal putri ketiga terbaik Thailand, di bawah Ratchanok Intanon yang berada di peringkat kelima dunia dan Pornpawee Chochuwong di posisi kedelapan.
Meski belum meraih gelar juara dalam turnamen BWF World Tour tahun ini, performa Pitchamon Opatniputh terbilang cukup positif. Pencapaian terbaiknya tahun ini adalah menjadi finalis di Indonesia Masters dan Orleans Masters.
Sementara itu, pada turnamen level tinggi, Pitchamon Opatniputh belum mampu melangkah jauh. Pada China Open 2026, yang berstatus Super 1000, atlet berusia 19 tahun itu harus terhenti di babak 32 besar.
Baca Juga: Raih Medali Asian Games, Eugenia Diva Widodo Tekuni Trading dan Bisnis Kuliner
Rekam Jejak Pitchamon Opatniputh
Perjalanan Pitchamon Opatniputh hingga menembus jajaran 20 besar dunia tidak diraih secara instan. Dia diketahui mulai mengenal bulu tangkis sejak berusia lima tahun.
Pemain kelahiran Chiang Mai, Thailand, tersebut mendapat pelatihan langsung dari sang ayah di Thai Smile Badminton Club. Pitchamon kemudian mulai aktif membela Thailand sejak 2018 hingga akhirnya mampu menembus peringkat ke-18 dunia.
Dalam perjalanan kariernya, Pitchamon Opatniputh juga telah menyumbang tiga medali untuk Thailand. Ia mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2021 dan 2023, serta perunggu Piala Uber 2022.
Profil Pitchamon Opatniputh
Nama Lengkap: Pitchamon Opatniputh
Tanggal Lahir / Usia: 4 Januari 2007 (19 tahun)
Tempat Lahir: Chiang Mai, Thailand
Pegangan: Tangan Kanan
Peringkat: 18 Dunia
Prestasi: Medali emas SEA Games 2021 (beregu putri), medali emas SEA Games 2023 (beregu putri), perunggu Piala Uber 2022 (beregu putri)