JawaPos.com - Pegolf Indonesia Kevin Caesario Akbar mengukir sejarah setelah menjadi juara Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 di Damai Indah Golf, BSD Course, Tangerang Selatan, Sabtu (29/8). Kevin menjadi pegolf Indonesia pertama dalam 11 tahun terakhir yang berhasil mengangkat trofi juara turnamen putaran Asian Development Tour (ADT) tersebut.
Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena diraih di hadapan publik sendiri. Kevin juga memastikan gelar juara dengan performa dominan setelah mengakhiri turnamen dengan skor total 25 di bawah par atau -25.
Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 merupakan edisi ke-11 dari turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian ADT. Bagi Kevin, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi gelar juara ADT kedua sepanjang karier profesionalnya.
Gelar tersebut juga memiliki arti khusus karena menjadi kemenangan pertama Kevin dalam tiga tahun terakhir. Ia mampu menjaga konsistensi permainan sejak babak awal hingga putaran terakhir untuk bertahan di posisi teratas.
Sinyal kemenangan Kevin sudah terlihat sejak putaran pembuka. Ia langsung mencatatkan skor 9 di bawah par atau -9 yang menjadi modal kuat untuk menghadapi putaran-putaran berikutnya.
Start tersebut membuat Kevin memiliki fondasi permainan yang kuat sejak hari pertama. Kepercayaan dirinya kemudian terus terjaga ketika memasuki babak-babak selanjutnya.
Dukungan penonton juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Kevin menuju gelar juara. Para pecinta golf Tanah Air mengikuti permainannya sejak awal hingga akhir dengan berjalan kaki dari satu titik ke titik lainnya untuk memberikan dukungan langsung.
Atmosfer dukungan tersebut hadir ketika Kevin bermain di hadapan publik Indonesia. Dukungan penonton membuat kemenangan di home course terasa semakin emosional bagi pegolf berusia profesional tersebut.
Kevin mampu mempertahankan posisinya di puncak klasemen hingga hari terakhir kompetisi. Performa konsisten tersebut membuat para pesaingnya harus mengejar dengan selisih skor yang cukup besar.
Persaingan ketat justru terjadi untuk memperebutkan posisi di bawah Kevin. Pegolf Singapura James Leow dan pegolf Malaysia Khavish Varadan akhirnya berbagi posisi kedua atau ties.
Keduanya menyelesaikan turnamen dengan skor total 23 di bawah par atau -23. Mereka terpaut lima pukulan dari Kevin yang keluar sebagai juara.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi golf profesional Indonesia. Kevin tidak hanya memenangkan turnamen internasional di tanah air, tetapi juga menjadi pegolf Indonesia pertama dalam 11 tahun terakhir yang berhasil menjadi juara di ajang tersebut.
Atas kemenangan tersebut, Kevin berhak membawa pulang hadiah sebesar 26.250 dolar AS. Namun, bagi Kevin, nilai kemenangan tersebut tidak hanya diukur dari hadiah yang diperoleh.
Ia mengaku bersyukur dapat memenangkan kejuaraan setelah melalui persiapan yang cukup panjang. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam upayanya mencapai hasil terbaik di turnamen yang memiliki arti khusus baginya.
“Terima kasih kepada istri, orang tua, Ciputra Golfpreneur dan keluarga. Saya ingat betul pertama kali ikut turnamen ini sejak junior. Ini pelajaran luar biasa,” jelas Kevin seraya menitihkan air mata haru.
Kenangan mengikuti turnamen sejak masih berstatus junior membuat kemenangan tersebut terasa lebih emosional. Setelah bertahun-tahun berlaga, Kevin akhirnya mampu mengangkat trofi di ajang yang pernah diikutinya sejak usia muda.
Kevin juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pemicu kebangkitan golf Indonesia di level internasional. Ia ingin semakin banyak atlet Tanah Air yang mampu meraih prestasi dan membawa nama Indonesia di turnamen dunia.
“Semoga olahraga golf di Indonesia semakin maju, dan kita bisa lebih sering melihat bendera Merah Putih berkibar di turnamen-turnamen internasional kelas dunia,” tambahnya.
Kemenangan Kevin di Damai Indah Golf, BSD Course, sekaligus menunjukkan kemampuan pegolf Indonesia untuk bersaing di level internasional. Penampilan dominan dengan skor -25 menjadi bukti konsistensi permainan Kevin sepanjang empat putaran kompetisi.
Trofi Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 juga menjadi momentum penting bagi perjalanan profesional Kevin. Gelar ADT keduanya sekaligus membuka kembali peluang bagi pegolf Indonesia untuk menunjukkan daya saing di panggung golf internasional.
Dengan dukungan publik di home course dan performa yang solid sejak putaran pertama, Kevin akhirnya menutup turnamen dengan catatan istimewa. Trofi tersebut kini menjadi bagian penting dari sejarah kariernya sekaligus prestasi golf profesional Indonesia.