← Beranda
FIP Silver dan FIP Promises Bali Jadi Panggung Kebangkitan Padel Indonesia di Level Internasional
Andika RachmansyahRabu, 26 Agustus 2026 | 05.51 WIB
Pasangan Indonesia, Bagas Putrajati dan Rafael Jose Soesilo meraih gelar U-18 putra / Dok: PB PI

 

JawaPos.com - Padel Indonesia mendapat momentum penting untuk menunjukkan perkembangan di level internasional lewat FIP Silver dan FIP Promises Bali 2026. Digelar di Island Sports, Bali, pada 10–16 Agustus 2026, dua turnamen tersebut jadi panggung bagi atlet nasional untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari berbagai negara.

FIP Silver Bali tercatat sebagai turnamen FIP Silver pertama yang digelar di Indonesia. Kompetisi tersebut diikuti 238 atlet dari 32 negara, termasuk Spanyol, Italia, Argentina, Portugal, Singapura, Jepang, Jerman, Brasil, Inggris, dan Thailand.

Kehadiran ratusan atlet dari berbagai negara menjadi kesempatan berharga bagi atlet Indonesia untuk merasakan persaingan dengan pemain berlevel internasional. Selain meningkatkan pengalaman bertanding, ajang tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk semakin diperhitungkan dalam kalender kompetisi padel dunia.

Pada sektor putra, gelar juara FIP Silver Bali diraih Marcos Gonzalez Blanco dari Spanyol dan Martin Abud. Sementara itu, sektor putri menjadi milik pasangan asal Spanyol, Carla Fernandez Gonzalez dan Nerea Guerra Santana.

Bagi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI), penyelenggaraan turnamen internasional di tanah air tidak sekadar berkaitan dengan persaingan memperebutkan gelar. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem padel yang lebih kompetitif sekaligus memberikan ruang bagi atlet nasional untuk berkembang.

Perhatian yang sama juga diberikan kepada kelompok usia muda melalui FIP Promises Bali. Turnamen tersebut diikuti 276 atlet dari 10 negara, di antaranya Amerika Serikat, Malaysia, Italia, Inggris, Kazakhstan, Prancis, Rusia, Singapura, Kuwait, dan Jerman.

FIP Promises menjadi bagian penting dalam membangun jalur regenerasi atlet padel Indonesia sejak usia dini. Para pemain muda tidak hanya dituntut mengejar hasil pertandingan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari negara lain serta mengenal atmosfer kompetisi internasional.

Sejumlah atlet muda Indonesia pun mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih gelar juara di berbagai kelompok usia. Pada kategori U-12 putra, M. Rakha Rezqiano Simanjuntak dan Oziel Kurnia Alfarizqi keluar sebagai pemenang.

Gelar U-14 putra menjadi milik Gibra Hazell Alvaro dan Oliver Nathan Darmawan, sedangkan Calia De Heyn dan Namu Steenbakkers menjadi juara U-14 putri. Pada kategori U-16 putri, Johanna Nesya Rosejaya dan Ratu Athena Putri berhasil menjadi pasangan terbaik.

Sementara itu, Bagas Putrajati dan Rafael Jose Soesilo meraih gelar U-18 putra. Ratu Athena Putri kembali menjadi juara, kali ini bersama Kadek Nandini Oktavia Nandin di kategori U-18 putri.

Indonesia juga mencatatkan prestasi pada kategori U-12 putri melalui Zara Settimi dari Italia dan Bellaluna Syahputri dari Indonesia. Adapun gelar U-16 putra diraih pasangan Kazakhstan, Arnur Tursynkhan dan Islam Duissengazin.

Rangkaian hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan atlet muda padel Indonesia. Keberhasilan para pemain nasional di sejumlah kategori sekaligus menunjukkan pentingnya kompetisi internasional dalam membentuk mental dan kemampuan bertanding sejak usia dini.

PB PI memandang kehadiran FIP Silver dan FIP Promises Bali sebagai bagian dari proses membangun ekosistem padel secara lebih luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan atlet, tetapi juga pelatih, ofisial, klub, komunitas, serta pelaku olahraga yang terlibat di dalamnya.

Kompetisi internasional yang digelar di Indonesia juga memberikan kesempatan bagi pelatih dan ofisial untuk mendapatkan pengalaman baru. Di sisi lain, klub serta komunitas lokal memiliki tolok ukur yang lebih jelas untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi.

Dengan semakin banyaknya turnamen internasional, atlet Indonesia diharapkan memiliki jalur kompetisi yang lebih berkelanjutan. Jalur tersebut dapat dimulai dari kelompok usia muda hingga akhirnya bermuara pada persaingan di level senior.

Penyelenggaraan FIP Silver dan FIP Promises Bali juga memperlihatkan potensi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan padel di kawasan Asia. Bali selama sepekan menjadi titik temu ratusan atlet internasional dan pemain muda dari berbagai negara dengan komunitas padel di Tanah Air.

Bagi PB PI, momentum tersebut bukanlah tujuan akhir dalam pengembangan padel nasional. Kompetisi internasional diharapkan terus menjadi bagian dari proses panjang untuk meningkatkan kualitas atlet, memperkuat sistem pembinaan, serta membuka jalan bagi wakil Indonesia berprestasi di level Asia dan dunia.

EDITOR: Banu Adikara
Tags:padel