JawaPos.com - Lebih dari 100 ribu penonton memadati Zandvoort sepanjang akhir pekan Grand Prix Belanda 2026. Edisi terakhir sebelum balapan di sirkuit tersebut meninggalkan kalender Formula 1 itu diwarnai kepadatan akses hingga sejumlah penonton terlambat menyaksikan sprint.
Laporan NL Times menyebut lebih dari 50 ribu penggemar melewati Amsterdam Centraal, stasiun kereta utama Amsterdam, untuk menuju Zandvoort. Mayoritas penonton memilih kereta sebagai moda transportasi menuju sirkuit.
Kepadatan mulai terasa pada Sabtu (22/8) pagi menjelang sprint. Antrean mengular karena penonton harus melewati sejumlah gate sebelum mencapai peron.
Situasi semakin rumit setelah beberapa kereta mengalami keterlambatan, bahkan pembatalan. Puluhan ribu penonton pun harus menuju sirkuit dalam waktu yang hampir bersamaan.
Baca Juga: Lengkap! Prediksi Fulham vs Chelsea: Alonso Lawan Arbeloa, Sahabat Jadi Rival
Sprint Jadi Pemicu Kepadatan
Salah satu penyebab kepadatan adalah format akhir pekan GP Belanda 2026 yang membuat sprint digelar lebih awal.
Balapan sepanjang 24 lap tersebut berlangsung pada Sabtu siang, sekitar tiga jam lebih awal dibandingkan race utama yang digelar pada Minggu.
Jika pada hari balapan utama penonton biasanya tiba dalam rentang waktu yang lebih panjang, format sprint membuat banyak penggemar harus datang lebih pagi.
Akibatnya, arus penonton menuju sirkuit terkonsentrasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Sejumlah suporter bahkan terlambat tiba dan melewatkan start sprint.
“Kacau sekali di @circuitzandvoort. Tidak ada akses jalur khusus bagi pengemudi pendukung atau staf! Butuh waktu 45 menit untuk menerobos kerumunan demi mencapai area paddock pendukung!” keluh salah satu penonton seperti dikutip dari The Sun.
Antusiasme besar tersebut menjadi gambaran tingginya minat penggemar terhadap GP Belanda, terutama karena edisi 2026 menjadi penampilan terakhir Zandvoort dalam kalender Formula 1.
Setelah GP Belanda 2026, Zandvoort tidak lagi menjadi tuan rumah balapan Formula 1 mulai musim berikutnya.
Baca Juga: Gerard Pique Investasi Klub Catur, Eks Barcelona Perluas Bisnis Setelah Pensiun