← Beranda
Jakarta Hybrid Race Digelar, Kemenpora Bidik Potensi Ekonomi Olahraga
Andika RachmansyahJumat, 21 Agustus 2026 | 05.00 WIB
Jakarta Hybrid Race 2026 digelar dalam rangkaian Indonesia Sport Summit. Kemenpora melihat peluang besar industri olahraga dari tren hybrid race. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melihat potensi besar dari perkembangan olahraga hybrid race di Indonesia. Tren tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya Jakarta Hybrid Race dalam rangkaian Indonesia Sport Summit (ISS) 2026.

Jakarta Hybrid Race merupakan kolaborasi Kemenpora dan perusahaan industri kebugaran 20FIT. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 11–13 September 2026.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora Teuku Arlan Perkasa Lukman mengatakan ISS 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem olahraga Indonesia.

“Kami ingin menjadikan Indonesia Sport Summit ini sebagai suatu platform atau tempat di mana seluruh ekosistem olahraga akan berkumpul dan saling berinteraksi,” kata Arlan dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Arlan, olahraga kebugaran dengan konsep hybrid race tengah berkembang pesat di Indonesia. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah peserta dalam gelaran serupa yang berlangsung di Jakarta pada akhir Juni lalu.

Ajang tersebut bahkan mampu menarik hingga 11.500 peserta. Antusiasme itu kemudian coba diakomodasi melalui Jakarta Hybrid Race dalam rangkaian ISS 2026.

“Para peserta nanti akan menjajal delapan station dengan jarak setengah dari standar biasanya. Jadi harusnya jauh lebih ramai, lebih seru, dan tempo permainannya lebih cepat. Kalau biasa lari satu kilometer butuh empat menit, di sini mungkin bisa lebih kencang lagi,” jelas Arlan.

Bagi Kemenpora, perkembangan hybrid race tidak hanya berkaitan dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga. Fenomena tersebut juga dinilai memiliki potensi terhadap pertumbuhan ekonomi olahraga.

Arlan mencontohkan perkembangan hybrid race di China. Pada 2026, olahraga tersebut disebut mampu mencatatkan nilai perputaran ekonomi hingga Rp22 miliar dengan melibatkan 7.660 peserta.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan dukungan terhadap Jakarta Hybrid Race.

“Kami hadir itu bukan cuma dalam bentuk doa, tetapi dalam bentuk dukungan keuangan, kemudahan insentif pajak, dan berbagai kemudahan administratif lainnya,” tutur Arlan.

Chief Operating Officer (COO) 20FIT Novi Eastiyanto mengapresiasi dukungan Kemenpora terhadap perkembangan olahraga hybrid race di Indonesia. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut terus meningkat.

“Kami sadar tahun ini antusiasmenya sangat luar biasa. Banyak masyarakat yang bermigrasi, baik sementara maupun seterusnya, menjadi atlet hybrid race. Kami menyiapkan arena, program latihan, hingga tim medis demi memastikan performa para peserta tetap optimal,” tutur Novi.

Peluncuran Jakarta Hybrid Race dalam rangkaian ISS 2026 juga dihadiri atlet elite hybrid race berdarah Amerika Serikat-Vietnam, Johnny Tieu. Kehadirannya menambah daya tarik sekaligus persaingan dalam kompetisi yang akan digelar di Jakarta.

EDITOR: Hendra