← Beranda
Ingin Adaptasi Venue, Tim Panahan Indonesia Minta Berangkat Lebih Awal ke Asian Games 2026
Andika RachmansyahSelasa, 21 Juli 2026 | 23.38 WIB
CdM Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Tim panahan Indonesia mengajukan permohonan untuk berangkat lebih awal ke Asian Games 2026. Permohonan tersebut dibuat untuk beradaptasi dan menjajal venue resmi sebelum memulai perjuangannya di multi event bergengsi se-Asia tersebut.

Asian Games 2026 dijadwalkan bergulir di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Kontingen Indonesia, termasuk cabang olahraga (cabor) panahan, tengah memanaskan mesinnya jelang kompetisi bergengsi tersebut.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Irawadi Hanafi, menjelaskan skuad panahan dijadwalkan berlaga pada 25 September 2026. Keberangkatan tim panahan diatur oleh panitia berangkat H-2 sebelum perlombaan.

Baca Juga: Panahan Raih Emas Terbanyak di SEA Games 2025 Thailand, Jadi Capaian Terbaik Selama 12 Tahun

Padahal, lapangan latihan resmi di Jepang sudah mulai dibuka bagi para peserta sejak 22 dan 23 September. Maka itu, Irawadi meminta agar tim panahan Merah Putih bisa berangkat lebih awal. Hal itu ia ungkapkan langsung saat kunjungan Chef de Mission (Cdm) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu.

"Jadi kami mohon kalau bisa kami berangkat tanggal 22," ujar Irawadi saat menerima kunjungan CdM Todotua Pasaribu di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Todotua Pasaribu pun menampung permintaan yang diajukan tim panahan Indonesia. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ivestasi dan Hilirisasi itu mengatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan keperluan tersebut.

"Nanti setelah ini kita berbincang secara serius, kira-kira apa lagi kebutuhan-kebutuhan nonteknis yang berkaitan dengan keberangkatan. Misalnya ada request lebih awal daripada yang ditentukan, itu nanti akan kita persiapkan," ujar Todotua Pasaribu.

Baca Juga: MAC Jadi Ajang Jembatan Panahan Menuju Olimpiade

Selain penyesuaian jadwal keberangkatan, Irawadi turut mengusulkan penambahan satu orang personel pendamping khusus sebagai masseur untuk menjaga kebugaran atlet. Kebutuhan ini dinilai krusial karena jarak antara tempat penginapan, arena latihan, serta fasilitas pemulihan fisik diperkirakan cukup berjauhan.

"Nah saya ingin imbau aja kepada CDM, kita itu hanya diberi jatah 10 atlet dan 4 pelatih, tapi tidak diberikan satu orang pendamping, yaitu kalau saya perlunya adalah masseur," ungkap Irawadi.

Di sisi lain, tim panahan Indonesia menatap Asian Games 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menyabet predikat juara umum pada ajang SEA Games. Akibat adanya pembatasan kuota, satu atlet putra terpaksa dicoret melalui mekanisme seleksi internal, sehingga Indonesia dipastikan mengirimkan total 10 atlet dan empat pelatih.

"Alhamdulillah cabor panahan meraih juara umum dengan 6 emas dan 2 perunggu. Itu pun sejarah untuk Perpani. Total secara umum ada 10, plus 4 pelatih," jelas Irawadi.

Lebih lanjut, Irawadi mengatakan tim panahan tetap membidik peningkatan prestasi dibandingkan Asian Games sebelumnya. Meski persiapan kali ini dihadapkan pada keterbatasan akibat efisiensi anggaran, ia menegaskan tim akan memaksimalkan persiapan yang ada untuk meraih hasil terbaik.

"Capaian kami adalah Asian Games 4 tahun lalu di Guangzhou, Cina, kami mendapatkan dua perunggu. Maunya tadinya kita ini meningkatkan jadi perak, dan itu sudah di-review oleh Kemenpora. Tapi waktu itu belum ada masalah efisiensi. Tapi dengan kondisi seperti ini ya kita akan maksimal," pungkas Irawadi.

EDITOR: Edi Yulianto