JawaPos.com — Bintang Timur Surabaya resmi menjuarai Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 setelah menuntaskan pertarungan sengit melawan Cosmo JNE Jakarta pada Grand Finals di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (14/6/2026).
Kesuksesan tim asal Surabaya itu semakin sempurna setelah kiper Ahmad Habiebie yang mencetak gol penentu kemenangan dinobatkan sebagai kiper terbaik musim ini.
Musim kompetisi PFL 2025/2026 mencapai puncaknya dengan hadirnya laga final yang menyuguhkan drama, adu strategi, dan comeback yang memikat ribuan penonton.
Baca Juga: Tertinggal 0-3, Bintang Timur Surabaya Bikin Keajaiban! Gol Kiper Hancurkan Mimpi Cosmo JNE
Bintang Timur Surabaya akhirnya berdiri sebagai tim terbaik Indonesia sekaligus mengukuhkan dominasinya di kancah futsal nasional.
Bagaimana Bintang Timur Surabaya Mengakhiri Musim dengan Sempurna?
Bintang Timur Surabaya menutup musim dengan pencapaian luar biasa melalui gelar juara yang diraih di Grand Finals PFL 2025/2026.
Kemenangan tersebut menjadi bukti konsistensi tim sepanjang kompetisi yang berlangsung selama satu musim penuh.
Momen paling berkesan hadir dari Ahmad Habiebie yang mencetak gol spektakuler pada laga final.
Baca Juga: Vamos Mataram Siap Permalukan Bintang Timur Surabaya
Gol tersebut tidak hanya membantu tim meraih kemenangan, tetapi juga menjadi simbol kontribusi besar sang penjaga gawang sepanjang musim.
Keberhasilan Bintang Timur Surabaya tidak hanya tercermin dari trofi juara. Tim juga mendominasi penghargaan individu dengan dua pemainnya meraih gelar bergengsi pada malam penghargaan PFL 2025/2026.
Mengapa Ahmad Habiebie Layak Menjadi Kiper Terbaik?
Ahmad Habiebie tampil sebagai salah satu sosok paling menentukan dalam perjalanan Bintang Timur Surabaya menuju gelar juara. Penampilannya di bawah mistar gawang menjadi fondasi penting bagi keberhasilan tim sepanjang musim.
Puncak performanya terlihat pada laga final ketika ia mencetak gol krusial yang membantu tim meraih kemenangan. Atas kontribusi tersebut, Habiebie resmi menerima penghargaan PNM Best GK atau kiper terbaik musim 2025/2026.
Penghargaan itu melengkapi malam istimewa bagi Bintang Timur Surabaya.
Baca Juga: PSSI Cetak Rekor MURI Lewat Kursus Pelatih Lisensi D dan Pelatih Futsal
Kehadirannya sebagai penjaga gawang modern yang mampu memberikan kontribusi di kedua area lapangan menjadi salah satu cerita paling menarik musim ini.
Siapa Saja Peraih Penghargaan Individu PFL 2025/2026?
Selain Ahmad Habiebie, penghargaan pemain terbaik atau PNM Best Player jatuh kepada Firman Adriansyah.
Pemain Bintang Timur Surabaya itu dinilai tampil konsisten dan memberikan pengaruh besar bagi performa tim sepanjang kompetisi.
Di sektor produktivitas gol, Well Pereira berhasil meraih penghargaan PNM Top Scorer. Ketajamannya di depan gawang menjadikannya pemain paling subur selama musim berlangsung.
Baca Juga: Ajang Futsal Pelajar Nasional Resmi Bergulir, Juara Empat Kota Berebut Gelar Terbaik
Penghargaan pemain muda terbaik atau PNM Best Young Player diberikan kepada Revan Revian yang akrab disapa Epoy.
Talenta muda milik Cosmo JNE Jakarta itu menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi salah satu pemain muda paling menonjol musim ini.
Sementara itu, penghargaan Best Head Coach diberikan kepada Motonori Baba. Pelatih Cosmo JNE Jakarta tersebut sukses membawa timnya tampil kompetitif hingga mencapai partai puncak dan finis sebagai runner-up.
Apa Saja Penghargaan Lain yang Diberikan pada Malam Puncak?
Malam penghargaan PFL 2025/2026 juga memberikan apresiasi kepada perangkat pertandingan. Wahyu Wicaksono terpilih sebagai Best Referee berkat kepemimpinannya yang dinilai konsisten sepanjang musim.
Dari sisi sportivitas, Asahan Allstar Samarinda menerima penghargaan Fair Play Team. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas sikap sportif dan semangat kompetitif yang mereka tunjukkan selama kompetisi.
Berikut daftar lengkap peraih penghargaan PFL 2025/2026:
Juara: Bintang Timur Surabaya
Runner-up: Cosmo JNE Jakarta
PNM Best Player: Firman Adriansyah
PNM Top Scorer: Well Pereira
PNM Best GK: Ahmad Habiebie
PNM Best Young Player: Revan Revian (Epoy)
Best Head Coach: Motonori Baba
Best Referee: Wahyu Wicaksono
Fair Play Team: Asahan Allstar Samarinda
PFL 2025/2026 menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah futsal Indonesia.
Persaingan ketat antarklub, kemunculan talenta muda, hingga drama di Grand Finals menjadikan musim ini meninggalkan banyak cerita yang akan dikenang para pencinta futsal nasional.