← Beranda
Medali Perunggu Piala Uber 2026 jadi Modal Evaluasi Regenerasi Tim Putri Indonesia
AntaraRabu, 6 Mei 2026 | 01.08 WIB
Tim bulu tangkis putri Indonesia berfoto bersama saat penyerahan medali dalam Piala Uber 2026 di di Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026). (ANTARA/HO-PBSI)

 

JawaPos.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjadikan capaian medali perunggu tim putri Indonesia pada Piala Uber 2026 sebagai modal evaluasi dalam memperkuat proses regenerasi menuju level yang lebih kompetitif.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan hasil semifinal yang diraih di Horsens, Denmark, akhir pekan lalu itu, telah memenuhi target yang ditetapkan, sekaligus menjadi pijakan untuk pembenahan ke depan.

Baca Juga: Tim Uber Indonesia Gagal Ulangi Kisah 2024, Amallia Cahaya Pratiwi: Kami Sudah Mencoba

“Kami mengapresiasi perjuangan atlet yang mampu mencapai semifinal sesuai target. Ke depan, hasil ini menjadi bahan evaluasi agar performa tim bisa lebih maksimal,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, sepanjang turnamen tim Uber Indonesia menunjukkan perkembangan, terutama dari sisi mental bertanding dan kualitas permainan.

Selain itu, sejumlah pemain muda memperoleh pengalaman penting di ajang beregu, yang dapat menjadi bekal dalam memperkuat struktur tim nasional ke depan.

Baca Juga: Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak

PBSI menegaskan akan melakukan evaluasi dari berbagai aspek, mulai dari teknis, strategi, hingga kesiapan fisik dan mental atlet guna meningkatkan daya saing di level internasional.

Upaya pembinaan juga akan difokuskan pada peningkatan kapasitas atlet agar mampu mengikuti program akselerasi dan tampil konsisten di turnamen dengan level yang lebih tinggi.

Tim Uber Indonesia mencapai semifinal setelah kalah dari Korea Selatan dengan skor 1-3.

Sementara Korea Selatan akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan China di final dengan skor 3-1. Ini menjadi gelar ketiga Negeri Ginseng setelah sebelumnya meraih trofi pada 2010 dan 2022.

Prestasi tersebut menyamai Indonesia (1975, 1994, 1996) dan Amerika Serikat (1957, 1960, 1963). Adapun China masih tercatat sebagai peraih titel terbanyak dengan 16 gelar.

EDITOR: Banu Adikara