Sejak awal laga, kedua tim tampil agresif dengan pola serangan cepat yang membuat pertandingan berlangsung sengit. Smash dari Neriman Ozsoy sempat membawa Electric PLN Mobile unggul tipis 3-2.
Baca Juga: Thom Haye Pede! Persib Bandung Full Team, Dua Amunisi Rp16,51 Miliar Siap Lumat Semen Padang
Namun, Jakarta Pertamina Enduro menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas dengan permainan yang semakin solid.
Penempatan bola cerdas dari Irina Voronkova membuat mereka berbalik unggul 5-8 saat technical time out pertama.
Dominasi Pertamina Enduro semakin terlihat ketika pertahanan Electric PLN Mobile kesulitan menahan variasi serangan lawan. Service ace Irina Voronkova memperlebar jarak menjadi 17-9 dan menjadi momentum penting bagi timnya.
Tak hanya itu, konsistensi serangan Pertamina Enduro membuat Electric PLN Mobile kehilangan ritme permainan. Smash keras Irina Voronkova akhirnya menutup set pertama dengan skor 15-25 untuk keunggulan Pertamina Enduro.
Memasuki set kedua, pertandingan kembali berjalan lebih seimbang dengan intensitas tinggi dari kedua tim. Service ace dari Dinda Syifa membuat skor sempat imbang 3-3.
Jakarta Pertamina Enduro kembali unggul di awal set melalui permainan cepat dan agresif. Smash keras Megawati Hangestri membawa timnya memimpin 6-8 saat technical time out pertama.
Electric PLN Mobile mulai menemukan ritme permainan mereka dan tampil lebih percaya diri. Blok dari Ersandrina Devega terhadap smash Megawati Hangestri menjadi titik balik dengan skor berubah menjadi 11-10.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan Electric PLN Mobile dengan permainan yang lebih disiplin. Smash keras dari Kara Bajema membawa mereka unggul 16-13 saat technical time out kedua.
Baca Juga: Pontianak Tuan Rumah AVC Men’s Volleyball Champions League 2026, Indonesia Siap Unjuk Gigi
Pertandingan semakin menegangkan menjelang akhir set kedua dengan rally panjang yang menguras energi pemain. Smash Kara Bajema di poin krusial membuat Electric PLN Mobile unggul 24-22.
Momentum itu tak disia-siakan oleh Electric PLN Mobile untuk menyamakan kedudukan. Blok Ersandrina Devega terhadap smash Wilma Salas memastikan kemenangan set kedua dengan skor 25-22.
Set ketiga kembali berlangsung ketat dengan jual beli serangan sejak awal pertandingan. Smash Kara Bajema membuat skor imbang 3-3 dan menjaga asa Electric PLN Mobile.
Namun, Pertamina Enduro kembali menunjukkan daya serang yang efektif di pertengahan set. Smash keras Wilma Salas membawa timnya unggul 5-8 dan kembali menekan lawan.
Keunggulan tersebut terus dijaga dengan permainan kolektif yang rapi dari Pertamina Enduro. Blok terhadap serangan Ersandrina Devega membuat skor melebar menjadi 10-14.
Electric PLN Mobile tidak tinggal diam dan mulai bangkit di momen krusial. Service ace dari Ersandrina Devega berhasil menyamakan skor menjadi 21-21 dan membakar semangat tim.
Pertandingan mencapai puncak ketegangan saat kedua tim saling kejar poin di akhir set ketiga. Electric PLN Mobile akhirnya mampu membalikkan keadaan lewat smash keras Kara Bajema.
Poin tersebut memastikan kemenangan set ketiga dengan skor 25-23 sekaligus membawa Electric PLN Mobile unggul 2-1. Comeback ini menjadi bukti mental kuat dan determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh Electric PLN Mobile di laga penting ini.
Keunggulan sementara ini menjadi modal penting bagi Electric PLN Mobile untuk mengamankan kemenangan di laga pembuka final four. Sementara itu, Jakarta Pertamina Enduro masih memiliki peluang untuk bangkit di set berikutnya dengan memperbaiki konsistensi permainan mereka.
Pertandingan ini bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga strategi dan mental bertanding di level tertinggi. Kedua tim menunjukkan kualitas terbaik mereka dan menghadirkan tontonan menarik bagi pecinta voli nasional.
Laga ini juga menjadi sinyal persaingan di babak final four Proliga 2026 akan berlangsung sangat ketat. Setiap poin menjadi krusial dan bisa menentukan nasib tim dalam perburuan gelar juara.
Dengan performa seperti ini, Electric PLN Mobile layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara. Namun, Pertamina Enduro jelas belum menyerah dan siap memberikan perlawanan sengit hingga akhir pertandingan.