← Beranda
KONI Jawa Timur Buka Suara! Heboh Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Kick Boxing Indonesia
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 13 Maret 2026 | 14.38 WIB
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menegaskan proses hukum dugaan pelecehan atlet kick boxing sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian. (Dok. KONI Jatim)

JawaPos.com — Kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Ketua Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur, Wira Prasetya Catur, memicu perhatian besar di dunia olahraga. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur akhirnya buka suara terkait polemik yang menghebohkan tersebut.

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan. Ia menilai penanganan kasus tersebut sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum.

Menurut Nabil, KONI Jawa Timur tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Karena itu, organisasi olahraga tingkat provinsi tersebut memilih menunggu hasil resmi dari proses hukum.

“Itu merupakan ranah hukum sehingga menjadi urusan kepolisian. Mudah-mudahan prosesnya bisa segera selesai,” ujar Nabil.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Hanya Raih 4 Poin di Bulan Ramadhan, Rachmat Irianto Siap Comeback!

Nabil menjelaskan KONI Jawa Timur hanya berperan sebagai lembaga koordinatif bagi cabang olahraga di bawah naungannya.

Termasuk di dalamnya organisasi Kick Boxing Indonesia Jawa Timur yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga di provinsi tersebut.

Meski begitu, keputusan terkait sanksi organisasi ataupun perubahan struktur kepengurusan bukan berada dalam kewenangan KONI Jawa Timur.

Semua keputusan internal organisasi menjadi tanggung jawab Pengurus Besar Kick Boxing Indonesia.

Karena itu, KONI Jawa Timur akan mengikuti setiap kebijakan yang diambil oleh PB Kick Boxing Indonesia terkait status kepengurusan di tingkat daerah.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tata kelola organisasi tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk keputusan organisasi, tentu itu menjadi kewenangan PB KBI. KONI Jatim hanya menjalankan fungsi koordinasi dan pembinaan secara umum,” jelasnya.

Seiring dengan bergulirnya kasus hukum tersebut, posisi Ketua KBI Jawa Timur yang sebelumnya dijabat Wira Prasetya Catur kini telah diisi oleh pelaksana tugas.

Penunjukan pelaksana tugas tersebut dilakukan langsung oleh PB Kick Boxing Indonesia.

Nabil menegaskan keputusan itu sepenuhnya merupakan kebijakan internal organisasi di tingkat nasional. KONI Jawa Timur tidak ikut terlibat dalam proses penunjukan tersebut.

“Sudah ada pelaksana tugasnya, tetapi penunjukan itu berasal dari PB KBI. KONI tidak terlibat dalam hal tersebut,” kata Nabil.

Baca Juga: Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia setelah Lima Tahun, Pelatih Persik Kediri Buka Suara

Dengan adanya pelaksana tugas, roda organisasi KBI Jawa Timur diharapkan tetap berjalan normal. Program pembinaan atlet yang selama ini menjadi fokus utama juga diharapkan tidak terganggu oleh persoalan hukum yang tengah terjadi.

Nabil memastikan pembinaan atlet kick boxing di Jawa Timur tetap berlangsung seperti biasa. Program latihan, pengembangan atlet, hingga persiapan menghadapi berbagai kejuaraan tetap berjalan sesuai rencana.

Ia menekankan agar para atlet tidak terdampak oleh persoalan yang terjadi di tingkat organisasi. Fokus utama tetap harus diarahkan pada peningkatan kemampuan dan pencapaian prestasi.

“Kami memastikan pembinaan atlet tetap berjalan. Jangan sampai atlet terdampak oleh persoalan organisasi,” ujarnya.

Kick boxing sendiri termasuk cabang olahraga bela diri yang cukup berkembang di Jawa Timur. Sejumlah atlet dari provinsi ini telah menorehkan prestasi di berbagai ajang nasional.

Dalam waktu dekat, Pengprov KBI Jawa Timur juga dijadwalkan menggelar musyawarah provinsi. Agenda tersebut akan menjadi forum penting untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi ke depan.

Musyawarah provinsi diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi setelah munculnya polemik yang cukup menyita perhatian publik. Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi agar lebih profesional.

Kepemimpinan baru nantinya diharapkan dapat membawa semangat pembenahan di tubuh organisasi kick boxing Jawa Timur. Dengan manajemen yang lebih solid, pembinaan atlet diharapkan bisa berjalan lebih optimal.

Nabil juga mengaku menyayangkan munculnya kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan olahraga. Menurutnya, dunia olahraga seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para atlet.

Ia menilai integritas pengurus olahraga menjadi faktor penting untuk menjaga ekosistem olahraga tetap sehat. Lingkungan yang kondusif akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan prestasi atlet.

“Integritas dan profesionalisme pengurus olahraga sangat penting agar ekosistem olahraga tetap sehat dan kondusif bagi para atlet,” tegasnya.

Secara organisasi, KONI Jawa Timur juga siap membantu berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan KBI Jawa Timur. Terutama dalam menghadapi agenda penting olahraga nasional yang akan datang.

Salah satu fokus utama pembinaan atlet bela diri adalah persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri. Ajang tersebut menjadi target penting bagi banyak cabang olahraga bela diri di Indonesia.

Nabil menegaskan KONI Jawa Timur siap memberikan dukungan apabila dibutuhkan dalam persiapan berbagai kegiatan. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga ritme pembinaan atlet tetap stabil.

Baca Juga: Persija Jakarta Menghitung Peluang Juara Super League, Bambang Pamungkas Blak-blakan Bikin Simulasi

“Apabila diperlukan, KONI akan ikut membantu mempersiapkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan KBI Jawa Timur, khususnya dalam menyambut ajang PON Bela Diri,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas dunia olahraga di Jawa Timur. Stabilitas organisasi dinilai menjadi faktor penting agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal.

Dengan manajemen yang solid dan komitmen terhadap pembinaan atlet, Jawa Timur diharapkan tetap mampu mempertahankan prestasinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional.

EDITOR: Hendra