Buku terbaru karya Purnomo Yusgiantoro berjudul Ekonomi Energi: Teori dan Aplikasi (2018). Buku itu merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya, Ekonomi Energi: Teori dan Praktis (2009). Kini buku itu dijadikan referensi bagi para peneliti dan praktisi di sektor energi. Terutama di Program Pendidikan Ketahanan Energi di Universitas Pertahanan dan ITB.
Selain menulis, Purnomo memiliki beragam koleksi buku dan lukisan. Ada sekitar 15 ribu. Semua itu terdiri atas buku referensi, dokumen, informasi serta berbagai koleksi lukisan, dan cindermata. Semua adalah koleksi yang selama kini dikumpulkan Purnomo Yusgiantoro. Semua koleksi itu ditampilkan dalam galeri.
Kini galeri itu berubah menjadi sebuah organisasi nirlaba (non-profit) dan independen yang bernama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Organisasi itu bergerak dalam lingkup penelitian sektor energi -sumber daya alam, dan sektor pertahanan-keamanan, serta kegiatan sosial budaya pada skala lokal, nasional, maupun global.
Ketua Umum PYC Filda C. Yusgiantoro memaparkan, PYC telah berkontribusi dan turut serta dalam mengawal perkembangan sektor energi dan sumber daya alam. "Ketersediaan dan kelengkapan data memiliki peranan penting dalam memahami kondisi dan perkembangan sektor energi dan sumber daya alam. Namun data yang disajikan kepada publik kurang interaktif sehingga minat masyarakat untuk menggali informasi rendah," ujar Filda C. dalam keterngannya, Senin (24/6).
Kini Purnomo Yusgiantoro juga tengah menuntaskan buku terbarunya bersama PYC yang berjudul JAS MERAH: Menguak Masa Transisi ESDM (2000-2009). Buku tersebut bercerita tentang pengalaman Purnomo Yusgiantoro selama menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia pada periode 2000-2009.