← Beranda
Ditanya soal Trent Alexander-Arnold, Jose Mourinho Enggan Beri Komentar
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 8 September 2026 | 23.07 WIB
ig @realmadrid

JawaPos.com - Jose Mourinho sudah punya satu prioritas utama menjelang pertandingan pembuka Liga Champions Real Madrid melawan Inter Milan: Menang.

Bagi Mourinho, performa menarik tidak akan ada artinya jika pada akhirnya Real Madrid gagal membawa pulang hasil positif. Prinsip itu semakin kuat setelah Los Blancos menelan kekalahan pertama musim ini dari Real Betis di La Liga.

Melansir Diario AS, Mourinho pun menegaskan bahwa kemenangan jauh lebih penting daripada sekadar tampil dominan.

“Saya ingin menang. Saya bisa saja mengatakan saya ingin bermain bagus, tetapi saya tidak ingin bermain bagus seperti saat melawan Betis lalu kalah. Saya ingin menang.”

“Kami sedang menjalani delapan pertandingan tersisa dengan tujuan lolos kualifikasi dan saya yakin kami akan berhasil.”

“Tapi saya ingin menghadapi pertandingan ini sebagai laga tunggal, terlepas dari konteks tersebut, tanpa memikirkan fakta bahwa masih ada tujuh pertandingan lagi. Saya ingin menang.”

Mourinho Tutup Mulut soal Alexander-Arnold

Kekalahan dari Betis tidak membuat Mourinho kehilangan kepercayaan terhadap kualitas timnya. Pelatih asal Portugal itu menilai hasil tersebut lebih disebabkan oleh satu kesalahan dan tidak mencerminkan kondisi Real Madrid secara keseluruhan.

“Setelah menganalisis performa kami, kami semakin yakin bahwa kami bermain bagus. Bahwa kami bermain melawan tim yang kuat dan kesalahan kami hanya terjadi sekali saja. Bahwa kami dalam kondisi yang baik.”

Namun, Mourinho mengakui bahwa ada persoalan yang harus diselesaikan sebelum menghadapi Inter, terutama di lini tengah.

“Kami memiliki beberapa masalah di lini tengah untuk pertandingan besok, tetapi kami akan bermain dan bersaing.”

Situasi tersebut membuat posisi Trent Alexander-Arnold menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian.

Pemain internasional Inggris itu disebut-sebut berpeluang digeser ke lini tengah untuk menutup kekurangan pemain. Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut, Mourinho memilih tidak memberikan jawaban.

“Saya tidak akan berkomentar tentang itu. Saya bisa menghabiskan waktu lama di sini membicarakannya, tetapi saya lebih memilih jujur ​​​​kepada Anda."

“Saya tahu, ketiga pemain itu absen… jadwal pertandingan mengharuskan kita memainkan pertandingan ini dalam keadaan seperti ini, dan meskipun pertanyaan Anda sudah jelas, begitulah kenyataannya.”

“Kita punya tiga, empat, lima pilihan. Kita bisa menghabiskan waktu lama di sini untuk membahas semuanya, tetapi pada akhirnya saya tidak akan memberi tahu Anda apa pun.”

Singkatnya, Mourinho tidak ingin memberikan keuntungan informasi kepada Inter sebelum pertandingan dimulai.

Endrick Hanya Bisa Jadi Cameo

Mourinho juga memberikan gambaran mengenai kondisi Endrick. Penyerang muda asal Brasil tersebut baru kembali berlatih bersama tim dan belum berada dalam kondisi fisik yang ideal untuk tampil penuh.

“Dia mungkin siap bermain selama 5 menit besok. Atau paling lama 10 menit. Dan hanya itu. Dia berlatih bersama tim untuk pertama kalinya kemarin.”

“Dia belum bermain sejak… Budapest atau Austria, pertandingan persahabatan. Dia tidak fit untuk bermain lebih dari 5-10 menit. Tapi karena kami punya banyak tempat kosong di bangku cadangan, dia ada di sana.”

Artinya, jika Endrick diturunkan, kemungkinan besar perannya hanya sebagai pemain pengganti untuk memberikan energi tambahan di menit-menit akhir.

Mourinho Tak Mau Terbawa Nostalgia

Pertandingan ini juga memiliki cerita emosional bagi Mourinho. Ia pernah menangani Real Madrid dan juga memiliki sejarah panjang bersama Inter Milan. Bahkan, Cristian Chivu, pelatih Inter saat ini, pernah menjadi salah satu pemainnya ketika mereka memenangkan Liga Champions pada 2010.

Mourinho mengakui hubungan pribadi dengan Chivu, tetapi menegaskan bahwa semua nostalgia akan disimpan sebelum dan setelah pertandingan.

“Selama pertandingan, saya tidak akan memikirkan hal-hal dari masa lalu. Chivu akan selalu menjadi bagian dari keluarga saya. Saya sangat senang untuknya, atas apa yang telah ia raih.”

“Aku akan menyapanya sebelum dan sesudah pertandingan. Selama… pertandingan.”

Bagi Mourinho, selama 90 menit berlangsung, tidak ada ruang untuk sentimentalisme.

Mourinho Ingin Real Madrid Lebih Stabil

Mourinho juga menolak anggapan bahwa dirinya memiliki utang untuk memberikan trofi Liga Champions kepada Real Madrid karena masa baktinya sebelumnya.

Menurutnya, periode pertama bersama klub sudah menjadi bagian dari sejarah dan tidak seharusnya dicampur dengan pekerjaannya saat ini.

“Tidak. Saya pernah berada di Real Madrid dalam dua periode berbeda. Masa saya di sana berakhir pada tahun 2013; kami memenangkan apa yang kami menangkan dan kalah apa yang kami kalahkan.”

“Kami sudah memberikan yang terbaik. Dan begitulah. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu.”

“Itu adalah dua momen berbeda dalam sejarah Real Madrid. Memang begitulah adanya.”

Kini Mourinho memiliki tugas yang berbeda: membangun Real Madrid yang lebih konsisten.

“Saya telah menemukan sebuah klub… yaitu Real Madrid. Dan itu sudah menjelaskan semuanya. Real Madrid adalah Real Madrid.”

“Mereka mengalami musim yang sangat sulit di masa lalu, dan ketika itu terjadi, Anda harus bekerja keras untuk meningkatkan performa.

“Kami selalu ingin menang di sini. Besok, di setiap kompetisi. Tetapi Anda harus berupaya mencapai stabilitas dan pemecahan masalah. Real Madrid harus bergerak menuju level yang stabil.”

Mourinho Kembali Pertanyakan VAR

Tidak hanya soal taktik dan skuad, Mourinho juga kembali menyinggung keputusan kontroversial dalam kekalahan dari Betis.

Ia mempertanyakan mengapa VAR tidak meminta wasit meninjau ulang insiden penalti yang menjadi perdebatan.

“Saya akan menjawabnya dengan cara berbeda. Tetapi karena pertanyaan ini sebenarnya tidak diajukan kepada saya, saya akan mengatakan ini: kami kalah dari Betis. Kami kalah karena kami gagal mengubah permainan menyerang kami menjadi gol. Titik.

“Tapi penalti itu… Kenapa tidak ditinjau ulang? Ya, karena VAR tidak tahu aturannya… atau karena dia tidak mau. Ini pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada pihak yang berwenang. Mengapa?”

“Jika VAR tidak memerintahkan peninjauan karena dia tidak tahu aturannya, dia seharusnya pulang saja dan membiarkannya begitu saja. Jika dia tidak memerintahkan peninjauan karena dia tidak mau, itu bahkan lebih buruk."

“Lalu ada yang lebih buruk lagi: jika mereka tidak tahu aturannya, mengapa mereka tidak memanggil wasit untuk memeriksanya di monitor? Itu agak aneh,” pungkasnya.

Kini semua kontroversi tersebut harus dikesampingkan. Real Madrid membutuhkan respons cepat setelah kekalahan dari Betis, sementara Inter datang dengan kualitas dan pengalaman yang cukup untuk membuat pertandingan di Bernabeu menjadi ujian berat.

Mourinho sudah memastikan targetnya. Soal bagaimana ia akan mencapainya, termasuk apakah Alexander-Arnold akan dimainkan di lini tengah, sang pelatih memilih menyimpannya rapat-rapat.

EDITOR: Hanny Suwindari