JawaPos.com – Pecco Bagnaia mengaku khawatir dengan performanya setelah mengalami kecelakaan pada Grand Prix Aragon akibat masalah cengkeraman yang kembali menghantui motornya.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Senin (31/8), Juara dunia dua kali itu terlempar dari posisi ketujuh pada lap keenam balapan setelah mengalami kesulitan mengendalikan bagian belakang dan depan motor Ducati GP26.
Kegagalan finis tersebut memperpanjang periode sulit Bagnaia sejak MotoGP kembali bergulir setelah jeda musim panas.
Bagnaia mengungkapkan ban belakang mediumnya kehilangan performa hanya setelah lima lap, meski ia merasa tidak memacu motor secara berlebihan.
Kondisi tersebut membuatnya mengalami banyak guncangan hingga akhirnya kehilangan kendali bagian belakang sebelum disusul hilangnya cengkeraman pada bagian depan.
Menurut Bagnaia, masalah cengkeraman yang semakin parah sejak MotoGP Inggris di Silverstone membuatnya tidak dapat membayangkan kesulitan yang akan dihadapi di lintasan dengan daya cengkeram lebih rendah.
Pebalap Ducati itu mengatakan masalah tersebut sebelumnya mulai membaik setelah dirinya meraih empat podium beruntun antara Barcelona dan Brno.
Namun, Bagnaia merasa ada sesuatu yang berubah sejak Silverstone karena pengaturan motornya tidak mengalami perubahan signifikan, tetapi masalah cengkeraman justru semakin memburuk.
Ducati sempat mencoba memberikan beban lebih besar pada bagian belakang motor, tetapi Bagnaia kini harus menemukan solusi agar masalah tersebut tidak kembali menghambat performanya pada seri-seri berikutnya.