JawaPos.com–Kekalahan menyakitkan yang dialami Persija Jakarta langsung direspons cepat Dony Tri Pamungkas. Bek muda itu memilih move on dan mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga krusial pekan berikutnya.
Persija Jakarta memang harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Dalam laga di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4) sore, Macan Kemayoran tumbang dengan skor 2-3.
Padahal, awal pertandingan berjalan sesuai harapan Persija Jakarta. Mereka bahkan langsung membuka keunggulan cepat lewat sundulan Rayhan Hannan saat laga baru berjalan satu menit.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama setelah tuan rumah bangkit. Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses menyamakan skor pada menit ke-28 melalui aksi Moussa Sidibe yang memanfaatkan kelengahan lini belakang.
Situasi semakin sulit bagi Persija Jakarta saat memasuki babak kedua. Tim harus bermain dengan 10 orang usai Jordi Amat menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Meski dalam tekanan, Persija Jakarta sempat menunjukkan mentalitas kuat. Fabio Calonego mencetak gol indah melalui tendangan bebas pada menit ke-63 dan membawa tim kembali unggul.
Harapan untuk membawa pulang poin pun sempat terbuka lebar. Namun, konsentrasi yang menurun di menit akhir menjadi petaka bagi Persija Jakarta.
Bhayangkara Presisi Lampung FC memanfaatkan situasi tersebut dengan sangat baik. Dendy Sulistyawan mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan bebas pada menit ke-86.
Petaka semakin lengkap ketika Moussa Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol di masa tambahan waktu (90+3’) memastikan kemenangan dramatis tuan rumah sekaligus memupus harapan Persija Jakarta.
Dony Tri Pamungkas tak menampik kekecewaan yang dirasakan seluruh pemain. Namun, dia menegaskan tim tidak boleh terjebak dalam situasi negatif terlalu lama.
”Kita bisa lihat dalam pertandingan hari ini semua pemain sudah bekerja keras. Ini bukan hasil yang kami inginkan, tetapi menjadi pelajaran dan pengalaman berharga untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujar Dony Tri usai laga.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap profesional yang coba dijaga skuad Persija Jakarta. Mereka sadar perjalanan musim masih panjang dan peluang belum sepenuhnya tertutup.
”Kami tentu kecewa dengan hasil ini. Namun, kami tidak boleh berlarut-larut, karena masih ada delapan pertandingan tersisa,” ucap Dony lagi.
Ucapan Dony Tri menjadi sinyal Persija Jakarta siap bangkit. Fokus kini langsung tertuju pada laga berikutnya yang tak kalah berat.
Persebaya Surabaya sudah menanti dalam duel sarat gengsi. Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas mengingat rivalitas kedua tim yang selalu menghadirkan tensi tinggi.
Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4). Bermain di kandang sendiri, Persija Jakarta tentu tak ingin kembali kehilangan poin.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan atas Persita Tangerang menjadi modal penting untuk mencuri hasil positif di Jakarta.
Situasi ini membuat pertandingan semakin menarik untuk dinantikan. Kedua tim sama-sama membawa misi besar dan tekanan tinggi.
Bagi Persija Jakarta, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini menjadi momen pembuktian sekaligus kesempatan untuk menebus kegagalan sebelumnya.
Sementara itu, Persebaya Surabaya berpeluang memanfaatkan kondisi lawan yang sedang dalam tekanan. Konsistensi permainan akan menjadi kunci bagi Green Force untuk mencuri poin.
Duel ini juga bisa menjadi titik balik bagi Persija Jakarta jika mampu meraih kemenangan. Dukungan suporter di Stadion Gelora Bung Karno diyakini bakal memberikan energi tambahan bagi para pemain.
Sebaliknya, jika kembali gagal, tekanan terhadap tim akan semakin besar. Apalagi kompetisi sudah memasuki fase krusial dengan hanya delapan laga tersisa.
Baca Juga: Julio Cesar Senang Bisa Main Lagi bersama Persib Bandung, tapi Absen Lawan Bali United
Dony Tri Pamungkas dan rekan-rekannya kini berada di persimpangan penting. Mereka harus segera bangkit atau berisiko tertinggal dalam persaingan papan atas.
Yang jelas, laga melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian sesungguhnya. Bukan hanya soal taktik, tetapi juga mental dan karakter tim.
Momentum kebangkitan atau justru keterpurukan akan ditentukan dalam 90 menit tersebut. Semua mata akan tertuju pada bagaimana Persija Jakarta merespons tekanan.
Baca Juga: Ucapan Syukur Andhika Ramadhani setelah Bawa Persebaya Surabaya Raih Kemenangan dengan Clean Sheet