JawaPos.com - Buro Happold buka suara soal alasan sempat menghapus lantas mengembalikan proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) sebagai portofolio perusahaan itu di websitenya.
Dalam keterangan resminya, Buro Happold mengatakan merasa perlu memperbarui penjelasan terkait keterlibatan perusahaan asal Inggris itu dalam proyek JIS. Hal itu usai melihat perkembangan situasi yang terjadi di Indonesia, saat stadion besutan Anies Baswedan itu dihubungkan dengan Buro Happold.
"Merujuk pada perkembangan situasi, Buro Happold merasa perlu untuk memberikan
penjelasan lebih detil di laman resmi perusahaan mengenai ruang lingkup pekerjaan dalam Proyek JIS guna, menghindari kesalahan informasi dan persepsi," tulis keterangan resmi tersebut.
"Tulisan yang telah diperbarui tersebut dimaksudkan agar publik memahami secara utuh dan tepat mengenai peran Buro Happold," tegasnya.
Adapun dalam laman resmi Buro Happold terbaru soal proyek JIS, kini memang ditegaskan bahwa perusahaan itu hanya memberikan jasa konsultasi dan konsep panduan desain stadion untuk JIS.
"Pekerjaan desain dan konstruksi stadion selanjutnya dilakukan oleh pihak lain, tanpa keterlibatan Buro Happold," tulis dalam laman yang sudah diperbarui tersebut usai diterjemahkan.
Sebelumnya, Buro Happold menyebut telah memberikan panduan desain stadion agar Jakarta Internasional Stadium (JIS) saat pembangunannya dapat memenuhi standar FIFA. Namun, dalam pelaksanaannya, PT Jakarta Konsultindo (Jakkon) menggunakan jasa lain.
Hal itu diketahui perusahaan asal Inggris tersebut saat diminta untuk meninjau konsep desain yang dipersiapkan oleh pihak lain.
"Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold," ujar keterangan resmi Buro Happold, Minggu (9/7).