← Beranda
Harusnya Kami Tidak Kebobolan! Bernardo Tavares Ungkap Alasan Persebaya Surabaya Gagal Menang
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 20 September 2026 | 16.40 WIB
Bernardo Tavares menyoroti kesalahan bola mati yang membuat Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan atas Garudayaksa FC. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin setelah ditahan imbang Garudayaksa FC 1-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026), meski sempat unggul hingga menit ke-84 dan memiliki 19 percobaan tembakan.

Bernardo Tavares menilai Green Force seharusnya bisa menjaga keunggulan karena gol penyama kedudukan lahir dari kesalahan antisipasi bola mati.

Keunggulan Persebaya Surabaya Buyar pada Lima Menit Terakhir

Persebaya Surabaya sebenarnya berada di jalur kemenangan setelah Alex Martins mencetak gol pada menit ke-84 melalui sundulan memanfaatkan umpan Jefferson Silva.

Baca Juga: Tahan Persebaya 1-1 di GBT, Pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic: Kami Layak Mendapatkan Poin 

Gol tersebut membuat Green Force hanya membutuhkan beberapa menit untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Namun, keunggulan 1-0 itu hanya bertahan sekitar lima menit karena Garudayaksa FC mampu menyamakan skor pada menit ke-89.

Persebaya Surabaya akhirnya harus puas berbagi satu poin dalam pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 tersebut.

Baca Juga: Reza Arya Pratama Ungkap Kekecewaan Usai Persebaya Surabaya Ditahan Imbang Garudayaksa FC

Hasil ini terasa mengecewakan karena Persebaya Surabaya memiliki cukup banyak kesempatan untuk mencetak gol tambahan sepanjang pertandingan.

Green Force mencatatkan 19 percobaan tembakan dan mendapatkan sejumlah peluang, termasuk gol Miguel Pereira yang akhirnya dianulir VAR.

Bernardo Tavares mengakui anak asuhnya masih bisa menunjukkan permainan yang lebih baik, terutama pada babak pertama.

Baca Juga: Main Imbang 1-1 Lawan Garudayaksa FC, Persebaya Dinilai Kurang Agresif Antisipasi Bola Mati

Pelatih asal Portugal tersebut menilai beberapa peluang yang didapat Persebaya Surabaya seharusnya bisa dimaksimalkan sebelum pertandingan memasuki fase akhir.

“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami menciptakan beberapa peluang,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers, Sabtu (19/9/2026).

“Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus. Dan itu terlihat pada pertandingan hari ini.”

Bola Mati Jadi Titik Lemah Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares secara khusus menyoroti proses gol penyama kedudukan Garudayaksa FC. Menurutnya, Persebaya Surabaya kehilangan konsentrasi ketika menghadapi skema sepak pojok pendek yang dilakukan lawan.

“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelasnya.

Baca Juga: Garudayaksa FC Imbangi Persebaya 1-1, Gol Hamra Hehanussa Buyarkan Kemenangan Green Force

Kesalahan koordinasi tersebut membuat struktur pertahanan Persebaya Surabaya tidak berada dalam posisi ideal ketika Garudayaksa FC melanjutkan skema bola mati.

Situasi itu kemudian memberikan ruang bagi lawan untuk mengarahkan bola menuju area tiang jauh.

Tavares menilai persoalan bukan hanya terletak pada garis pertahanan yang tidak bergerak secara bersamaan.

Baca Juga: Garudayaksa FC Tahan Imbang Persebaya Surabaya 0-0 di GBT, Diogo Ramalho Jadi Motor Serangan

Tekanan terhadap pemain Garudayaksa FC yang menguasai bola juga dianggap kurang agresif sehingga lawan memiliki waktu untuk mengirim umpan berbahaya.

“Kami juga kurang agresif menekan pemain yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu menjadi satu-satunya peluang besar mereka pada babak kedua,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaan Tavares terhadap gol penyama kedudukan yang terjadi hanya beberapa menit setelah Persebaya Surabaya unggul.

Baca Juga: Francisco Rivera Absen! Diogo Ramalho Jadi Metronom Persebaya Surabaya Hadapi Garudayaksa FC

Bagi pelatih berusia 46 tahun itu, situasi seperti tersebut semestinya bisa diantisipasi apabila koordinasi pertahanan dan tekanan kepada pengambil keputusan berjalan lebih baik.

19 Tembakan Belum Cukup untuk Amankan Tiga Poin

Di luar kesalahan pada gol penyama kedudukan, Bernardo Tavares tetap melihat sejumlah sisi positif dari permainan Persebaya Surabaya.

Green Force dinilai memiliki lebih banyak percobaan, sepak pojok, serta peluang untuk mencetak gol dibandingkan Garudayaksa FC.

Baca Juga: Persebaya Janji Lebih Tajam Kontra Garudayaksa FC, Bernardo Tavares Soroti Finishing

Persebaya Surabaya bahkan sudah mampu memecah kebuntuan melalui Alex Martins pada menit ke-84.

Namun, keunggulan tersebut tidak berhasil dipertahankan sampai peluit akhir karena efektivitas dalam memanfaatkan momentum belum berjalan maksimal.

“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol,” kata Coach Tavares.

“Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan.”

Baca Juga: Risto Mitrevski Siap Jadi Striker Persebaya, Jika Diminta Bernardo Tavares

Catatan 19 percobaan tembakan menunjukkan Green Force cukup aktif mencari peluang sepanjang pertandingan.

Meski demikian, jumlah peluang tersebut belum berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta sehingga Persebaya Surabaya harus kehilangan kesempatan meraih kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Gol Miguel Pereira yang dianulir VAR juga menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan tersebut.

Jika peluang itu dihitung sebagai gol, Persebaya Surabaya sebenarnya sempat memiliki keunggulan lebih dari satu gol sebelum akhirnya Garudayaksa FC mencetak gol balasan.

Bernardo Tavares Minta Persebaya Surabaya Lebih Matang

Hasil imbang 1-1 menjadi bahan evaluasi bagi Bernardo Tavares setelah Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai laga melawan Garudayaksa FC menunjukkan tingginya intensitas kompetisi Super League 2026/2027.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Tak Ingin Libur dengan Hasil Buruk

Bagi Tavares, pemain Persebaya Surabaya tetap layak mendapatkan apresiasi karena sudah berusaha menjaga permainan dengan intensitas tinggi.

Namun, kesalahan kecil dalam situasi bola mati akhirnya membuat kerja keras sepanjang pertandingan tidak berujung pada tiga poin.

“Ini pertandingan dengan intensitas tinggi dan saya mengapresiasi sikap para pemain,” pungkasnya.

Persebaya Surabaya kini perlu menjadikan kegagalan mempertahankan keunggulan tersebut sebagai evaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi pada menit-menit akhir.

Dengan 19 percobaan tembakan dan sejumlah peluang yang tercipta, efektivitas penyelesaian akhir serta koordinasi ketika menghadapi bola mati menjadi dua aspek yang disorot setelah hasil 1-1 melawan Garudayaksa FC.

EDITOR: Edi Yulianto