← Beranda
17 Tembakan Nirgol, Mauro Jeronimo Bongkar Masalah Borneo FC
Andre Rizal HanafiSelasa, 8 September 2026 | 06.55 WIB
Borneo FC kalah 0-1 dari Persija meski mencatat 17 tembakan. Mauro Jeronimo menilai efektivitas menjadi masalah utama Pesut Etam. (Dok. Kaltim Post)

JawaPos.com - Borneo FC harus mengawali Super League 2026/2027 dengan kekalahan meski tampil lebih dominan. Mauro Jeronimo menyoroti efektivitas timnya di depan gawang.

Borneo FC Samarinda mengawali Super League 2026/2027 dengan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta. Pesut Etam sebenarnya lebih dominan dan melepaskan 17 tembakan, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang didapat di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (5/9) malam.

Dari 17 tembakan tersebut, sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Persija hanya mencatatkan delapan tembakan dengan tiga yang tepat sasaran.

Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Persija justru mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki dan membawa pulang tiga poin dari Samarinda.

Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menilai timnya tampil lebih baik sepanjang 90 menit. Hanya saja, efektivitas menjadi persoalan yang membuat Pesut Etam gagal mendapatkan hasil positif.

“Secara keseluruhan, jelas bahwa kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit permainan. Kami mencatatkan lebih banyak tembakan dan peluang, namun penyelesaian akhir kami kurang efisien,” ujar Mauro dikutip iLeague.

Menurut Mauro, sepak bola memang tidak selalu ditentukan oleh banyaknya peluang. Persija mampu menunjukkan efektivitas lebih baik sehingga satu kesempatan yang mereka miliki cukup untuk menentukan hasil pertandingan.

“Sepak bola mungkin satu-satunya olahraga di mana, meskipun Anda menciptakan lebih banyak peluang dan melepaskan lebih banyak tembakan dibandingkan lawan, mereka tetap bisa mengalahkan,” katanya.

Kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi Borneo FC. Mauro mengakui timnya harus melihat kembali jalannya pertandingan untuk menemukan penyebab peluang yang tercipta tidak berujung gol.

“Yang harus kita jujur, kita tidak efisien karena kita tidak mencetak gol. Pasti ke depannya harus koreksi itu, kita harus cetak gol,” tegasnya.

Penyelesaian akhir pun menjadi pekerjaan rumah utama Borneo FC. Performa secara keseluruhan dinilai tetap perlu dipertahankan, tetapi kemampuan mengubah peluang menjadi gol harus segera diperbaiki.

Borneo FC kini mengalihkan fokus ke pekan kedua Super League 2026/2027. Pesut Etam dijadwalkan bertandang ke Jawa Tengah untuk menghadapi Persijap Jepara.

Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9). Laga ini menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk bangkit sekaligus memburu kemenangan perdana musim ini.

EDITOR: Hendra