JawaPos.com — Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan susunan pemain dan tim kepelatihan untuk menghadapi Super League 2026/2027 dalam Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Skuad Green Force musim ini diisi kombinasi pemain senior, talenta muda, serta jajaran staf dengan spesialisasi kepelatihan, analisis, fisik, dan sports science.
Siapa Saja Pemain Persebaya Surabaya Musim 2026/2027?
Komposisi Persebaya Surabaya musim ini terdiri dari 5 penjaga gawang, 10 bek, 11 gelandang, dan 6 striker yang diperkenalkan dalam acara launching di Balai Kota Surabaya.
Baca Juga: Intip Cara Persebaya Bangun Kekuatan Tim dan Sinergi dengan Bonek
Sejumlah nama penting tetap menjadi bagian skuad, termasuk Francisco Rivera, Rachmat Irianto, Yuran Fernandes, Ramadhan Sananta, hingga Reza Arya Pratama.
Di posisi kiper, Persebaya Surabaya memiliki M. Reza Arya dengan nomor punggung 30, Kenzo Albar (27), Ilham Al Arif (1), Lutfi Masrohan (24), serta Ernando Ari Sutaryadi (21).
Persaingan di bawah mistar pun cukup menarik karena Reza Arya tampil menonjol pada Piala Presiden 2026 dengan menggagalkan dua tendangan penalti dalam kemenangan Green Force atas Persib Bandung di final.
Baca Juga: Persebaya dan Bonek Tak Terpisahkan, Uang Denda Bisa Berubah Menjadi Kebaikan
Sektor pertahanan dihuni Yuran Fernandes (4), Risto Mitrevski (5), Koko Ari Araya (33), Walber Mota (34), Syahrul Lasinari (22), Randy May (18), Arief Catur (2), Jefferson Silva (17), Mikael Tata (15), dan Yusuf Meilana (31).
Komposisi tersebut memberikan Bernardo Tavares banyak pilihan untuk meracik lini belakang sepanjang kompetisi.
Sementara itu, lini tengah diisi Ricky Pratama (16), Aleandro Alan (72), Dimas Adi Prasetyo (13), Sadida Nugraha (55), Toni Firmansyah (68), Dicky Kurniawan (66), Ichsas Baihaqi (21), Gledson Paixao (40), Diogo Ramalho (20), Rachmat Irianto (53), dan Francisco Rivera (7).
Di lini depan, terdapat Alex Martins (39), Malik Risaldi (77), Yann Mabella (14), Miguel Pereira (11), Alfan Suaib (12), serta Ramadhan Sananta (9).
Siapa Saja Pelatih Persebaya Surabaya?
Bernardo Tavares tetap dipercaya sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya untuk musim 2026/2027. Pelatih asal Portugal tersebut akan bekerja bersama Paulo Renato Duarte, Uston Nawawi, dan Andri Suyoko sebagai asisten pelatih.
Baca Juga: Satu Tekad Raih Gelar Juara Bersama! Persebaya Surabaya Perkuat Sinergi dengan Pemkot Surabaya
Jajaran staf juga diperkuat Felipe Americo sebagai pelatih kiper dan Diogo Carvalho sebagai pelatih fisik.
Jose Felipe dos Santos dipercaya mengisi posisi Head of Analyst, sedangkan Pratama Wicaksana bertugas sebagai Medical Officer dan Sidik Maulana Tualeka menjadi manajer tim.
Komposisi tersebut menunjukkan perhatian Persebaya Surabaya tidak hanya tertuju pada aspek teknis di lapangan.
Struktur tim juga mencakup analisis pertandingan, pengembangan fisik, serta dukungan medis sebagai bagian dari upaya membangun klub secara lebih profesional.
Ada Pemain yang Absen dan Dipinjamkan?
Tidak semua pemain yang masuk dalam struktur skuad hadir dalam Launching Synergy Persebaya. Alan Maulana dan Dimas Adi Prasetyo absen karena sedang memenuhi panggilan Timnas Indonesia kelompok usia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hadir di Logo! Azrul Ananda Bongkar Rahasia Partner Nyaman di Persebaya Surabaya
Selain itu, beberapa pemain tidak masuk skuad utama karena menjalani masa peminjaman. Mereka adalah Ilham Mujtaba, Sheva Kardanu, dan Dimas Wicaksono, sementara Dava Yunna berada di tim EPA Persebaya Surabaya.
Masih ada satu slot pemain asing yang belum terisi dalam skuad yang diperkenalkan kepada publik.
Pemain asing ke-11 tersebut belum bergabung dengan tim, sehingga komposisi Green Force untuk Super League 2026/2027 masih berpotensi mengalami perubahan.
Mengapa Persebaya Surabaya Memperkuat Struktur Tim?
CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda menegaskan klub membutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk membangun tim yang profesional dan kuat.
Pesan tersebut disampaikan dalam Launching Synergy Persebaya yang tidak hanya menjadi agenda perkenalan skuad, tetapi juga momentum memperkuat fondasi klub.
“Tujuan akhirnya tentu kami ingin menjadi juara,” ungkap Azrul.
Baca Juga: Denda 1 Flare, 4 Bulan Biaya Bonek Panti! Persebaya Surabaya Ingin Perkuat Hubungan Positif Suporter
Azrul menyebut pembangunan Persebaya Surabaya melibatkan investasi pada pemain muda, pengembangan tim kepelatihan, sports science, serta hubungan bersama Bonek, partner, dan Pemerintah Kota Surabaya.
“Tetapi untuk menuju ke sana, kami membutuhkan tim yang kuat, sistem yang kuat, Bonek yang terus mendukung dengan cara yang positif, partner yang percaya kepada kami, serta sinergi yang baik dengan Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.
Sinergi tersebut dipandang penting agar perkembangan klub tidak hanya bergantung pada performa tim di lapangan.
“Sinergi inilah yang kami percaya akan membawa Persebaya menuju 100th Glory,” pungkasnya.
Baca Juga: Market Value Persebaya Surabaya Bukan yang Tertinggi, Azrul Ananda Ungkap ‘Harta Karun’ Green Force!
Dengan struktur pemain yang memadukan pengalaman dan talenta muda serta jajaran staf yang lengkap, Persebaya Surabaya kini bersiap menghadapi tantangan Super League 2026/2027.
Satu pemain asing yang masih belum bergabung juga menjadi teka-teki tersisa sebelum skuad Green Force benar-benar lengkap.