JawaPos.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan sejumlah arahan kepada manajemen PSIM Jogja saat menerima kunjungan Laskar Mataram di Gedung Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (27/8). Salah satu yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan pemain, termasuk soal pola makan.
Pertemuan yang berlangsung pukul 11.00 WIB itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi manajemen PSIM memperkenalkan tim dan menyampaikan perkembangan klub menjelang musim kompetisi.
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno hadir bersama Pelatih Kepala Jean-Paul van Gastel, Manajer Tim Iksan Mahar, serta Manajer Operasional Wendy Umar Seno Aji.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen PSIM menyerahkan bingkisan kepada Sri Sultan berupa jersey kandang musim 2025/26 dan album foto yang merangkum perjalanan tim pada musim 2024/25 dan 2025/26.
Selain membahas perkembangan tim, pertemuan tersebut juga diisi arahan Sri Sultan terkait kedisiplinan pemain, tata kelola manajemen, hingga kondisi finansial klub.
Yuliana Tasno mengaku bersyukur bisa memimpin klub sepak bola di Yogyakarta yang berada di bawah kepemimpinan Sri Sultan. Menurutnya, komunikasi dengan Ngarsa Dalem berjalan baik karena memiliki perhatian besar terhadap olahraga.
“Saya sangat bersyukur memimpin klub sepak bola di Yogyakarta, wilayah yang dipimpin oleh seorang Gubernur sekaligus Sultan yang sangat mencintai olahraga. Komunikasi kami menjadi sangat nyambung,” ujar Yuliana dikutip situs resmi klub.
Salah satu hal yang mendapat perhatian Sri Sultan adalah kebiasaan para pemain dalam menjaga pola hidup sebagai atlet profesional. Kedisiplinan, menurutnya, tidak hanya perlu diterapkan saat pemain berada di lapangan.
“Beliau berpesan agar pola makan pemain benar-benar dipantau dan disiplin dijaga. Jangan sampai sembunyi-sembunyi makan gorengan karena integritas atlet harus terus diawasi,” tutur Yuliana.
Tak hanya urusan pemain, Sri Sultan juga menyoroti kondisi manajerial PSIM. Ia mendorong klub mencari sumber pendapatan alternatif agar memiliki fondasi finansial yang lebih kuat.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mencari investasi tambahan melalui sumber pendapatan lain, termasuk opsi penerbitan obligasi. Langkah tersebut diharapkan membuat PSIM tidak terlalu bergantung pada pihak tertentu.
“Ngarsa Dalem menyarankan agar kami mencari investasi tambahan dari sumber pendapatan lain, seperti penerbitan obligasi, agar klub tidak hanya bergantung pada pihak tertentu,” kata Yuliana.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen PSIM memperkenalkan Jean-Paul van Gastel sebagai nakhoda anyar Laskar Mataram. Pelatih asal Belanda tersebut dinilai memiliki visi yang sejalan dengan arah pengembangan klub serta pengalaman internasional yang mumpuni.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi PSIM untuk memperkuat persiapan menghadapi musim baru. Bagi klub, pembangunan tim tidak hanya berkaitan dengan performa di lapangan, tetapi juga kedisiplinan pemain, tata kelola, serta fondasi finansial yang lebih kuat.