JawaPos.com - Java United FC harus menelan kekalahan pada laga uji coba pramusim setelah takluk 0-3 dari Persipura Jayapura.
Pertandingan yang mempertemukan dua tim dari kasta berbeda itu berlangsung di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Selasa (25/8) sore. Hasil tersebut menjadi kekalahan perdana Java United FC sepanjang rangkaian pertandingan uji coba menuju Super League 2026/27.
Sebelumnya, tim yang musim lalu masih bernama Malut United FC itu tampil cukup konsisten dalam tiga laga.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Real Sociedad: Jose Mourinho Bakal Duetkan Mbappe dan Espi?
Java United mengawali pramusim dengan bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang FC. Setelah itu, mereka meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persis Solo dan kembali menang dengan skor 2-0 saat menghadapi Madura United FC.
Kekalahan dari Persipura tentu menjadi hasil yang kurang ideal. Namun, tim pelatih tidak ingin menjadikan skor akhir sebagai satu-satunya ukuran dalam menilai perkembangan skuad.
Pelatih Java United, Fabio Lefundes, menyebut pertandingan uji coba memang menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan seluruh pemain. Karena itu, ia memilih menurunkan semua pemain sekaligus menjaga kondisi mereka agar tidak mengalami cedera sebelum kompetisi resmi dimulai.
Baca Juga: Mengapa Persipura Tak Main di Papua Putaran Pertama Championship, Jawa Timur Jadi Markas Sementara
“Tentu hasil yang tidak menyenangkan, namun pertandingan uji coba bukan soal hasil. Semua pemain diturunkan, dan saya memang tidak ingin ada pemain yang cedera karena kompetisi sudah dekat,” ujar Fabio.
Pelatih asal Brasil itu juga mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Menurutnya, laga melawan Persipura memberikan gambaran mengenai beberapa aspek permainan yang belum berjalan sesuai rencana.
“Kami punya banyak catatan terkait bagaimana kami bermain dan poin apa saja yang tidak sesuai dengan persiapan yang kami lakukan,” lanjutnya.
Java United masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum Super League 2026/27 bergulir.
Masa pramusim menjadi periode penting bagi Fabio Lefundes untuk mematangkan taktik, memperbaiki koordinasi antarpemain, sekaligus menentukan komposisi terbaik.
Musim baru juga menjadi babak berbeda bagi Java United. Klub ini sebelumnya dikenal dengan nama Malut United FC dan bermarkas di Ternate. Perubahan nama, logo, hingga perpindahan domisili ke Semarang telah disahkan PSSI melalui Kongres Biasa 2026.
Pada kompetisi Super League 2026/27, Java United akan menggunakan Stadion Jatidiri Semarang sebagai markas.
Dengan identitas baru dan target yang berbeda, persiapan pramusim menjadi bagian penting sebelum mereka memulai perjalanan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.