JawaPos.com — Arema FC resmi mendatangkan Mauro Zijlstra dengan status pinjaman dari Persija Jakarta untuk memperkuat lini serang menghadapi Super League 2026/2027.
Striker berusia 21 tahun itu membawa pengalaman 81 pertandingan profesional dengan koleksi 50 gol dan 19 assist, sekaligus menjadi tambahan penting bagi Singo Edan di tengah terbatasnya stok penyerang.
Mauro Zijlstra menjadi salah satu amunisi anyar Arema FC untuk menghadapi persaingan Super League 2026/2027 yang semakin ketat.
Pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut dipinjam dari Persija Jakarta setelah kedua klub menjalin komunikasi intensif terkait kebutuhan lini depan.
Kehadiran Mauro menjadi solusi bagi Arema FC yang kehilangan Gustavo Henrique pada awal musim akibat cedera.
Kondisi tersebut membuat pilihan pelatih kepala Marcos Santos di lini depan semakin terbatas karena hanya menyisakan Joel Vinicius sebagai penyerang yang tersedia.
Arema FC pun membutuhkan tambahan tenaga yang tidak sekadar berstatus pemain pelapis.
Mauro datang dengan catatan produktivitas cukup menjanjikan setelah menghabiskan sebagian besar karier mudanya di kompetisi Belanda sebelum bergabung dengan Persija Jakarta.
Baca Juga: Persebaya Waspadai Bhayangkara FC, Bernardo Tavares Buta Kekuatan Lawan
Arema Perkuat Skuad
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut kedatangan Mauro sebagai bagian penting dari upaya memperkuat skuad.
“Kami menyambut Mauro Zijlstra sebagai bagian dari keluarga besar Arema FC,” ujar pria yang kerap disapa Inal tersebut.
“Kehadirannya menjadi tambahan yang kami butuhkan untuk memperkuat lini depan menghadapi Super League 2026/2027.”
Mauro memiliki modal 5.518 menit bermain sepanjang karier profesionalnya berdasarkan catatan yang tersedia. Dari 81 pertandingan, striker berusia 21 tahun itu mencetak 50 gol dan menyumbangkan 19 assist.
Catatan tersebut menunjukkan Mauro bukan penyerang yang minim pengalaman meski usianya masih muda.
Produktivitasnya bahkan sudah terlihat ketika memperkuat tim kelompok umur, sebelum mendapatkan kesempatan bermain bersama FC Volendam dan Persija Jakarta.
Bersama NEC U21, Mauro tampil dalam 26 pertandingan dengan 12 gol dan satu assist dari 1.728 menit bermain. Sementara ketika membela Volendam U21, ia mencatatkan 20 pertandingan, 20 gol, dan tujuh assist dalam 1.887 menit.
Mauro Zijlstra Moncer di Kelompok Umur
Catatan Mauro bersama AFC U18 juga tidak kalah menarik.
Ia bermain 20 kali dan menghasilkan 18 gol serta 11 assist dalam 1.652 menit, memperlihatkan konsistensi dalam urusan mencetak gol sekaligus menciptakan peluang bagi rekan setim.
Jika tiga catatan tersebut digabungkan, Mauro mencetak 50 gol dan 19 assist dari 70 penampilan bersama NEC U21, Volendam U21, dan AFC U18.
Angka tersebut menjadi modal kuat bagi Arema FC untuk berharap sang pemain bisa memberikan dampak ketika menghadapi persaingan di level senior.
Pengalaman di level senior memang belum sebanyak catatan ketika bermain untuk tim kelompok umur.
Bersama FC Volendam, Mauro baru tampil tujuh pertandingan dengan total 158 menit bermain, sedangkan bersama Persija Jakarta ia mencatat empat penampilan dan 93 menit.
Meski demikian, masa peminjaman ke Arema FC bisa menjadi kesempatan bagi Mauro untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Situasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi sang striker untuk membuktikan kemampuannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia setelah sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di level pengembangan.
Manajemen Arema FC melihat potensi tersebut sebagai alasan penting untuk mendatangkan Mauro.
Yusrinal menilai pemain muda itu memiliki kualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi tim sekaligus berkembang bersama lingkungan baru.
“Mauro memiliki potensi dan kualitas yang kami yakini bisa memberikan kontribusi bagi tim,” kata Yusrinal.
“Kami berharap dia bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan tim, memahami filosofi permainan pelatih, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Arema FC.”
Tantangan berikutnya adalah bagaimana Mauro beradaptasi dengan skema Marcos Santos.
Sebagai pemain berusia 21 tahun, ia tidak hanya dituntut mempertahankan produktivitas, tetapi juga memahami karakter permainan Arema FC dan kebutuhan tim sepanjang musim.
Kehadirannya juga membuat persaingan internal di lini depan Arema FC semakin menarik.
Dengan Gustavo Henrique masih menepi karena cedera dan Joel Vinicius menjadi salah satu opsi yang tersedia, Mauro memiliki peluang untuk langsung masuk dalam persaingan mendapatkan menit bermain.
Bagi Arema FC, peminjaman Mauro bukan sekadar menambah jumlah pemain.
Rekam jejak 50 gol dan 19 assist dari 81 pertandingan memberikan gambaran mengenai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat daya gedor Singo Edan sepanjang Super League 2026/2027.
Pada saat yang sama, Mauro mendapatkan panggung baru untuk membuktikan kualitasnya di sepak bola Indonesia.
Dengan usia 21 tahun dan pengalaman 5.518 menit bermain, periode bersama Arema FC bisa menjadi fase penting dalam perkembangan kariernya.
Persaingan klub-klub Jawa Timur di Super League 2026/2027 pun berpotensi semakin menarik dengan hadirnya Mauro.
Jika mampu beradaptasi cepat dan menerjemahkan produktivitasnya di level junior ke kompetisi senior, striker muda tersebut bisa menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan sejak awal musim.