← Beranda
Hindari Pelanggaran Merugikan! Kontrol Emosi Persebaya Surabaya Jadi PR Bernardo Tavares
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 21 Agustus 2026 | 13.53 WIB
Bernardo Tavares menekankan pentingnya kontrol emosi dan disiplin pemain Persebaya Surabaya jelang Super League 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menjadikan kontrol emosi sebagai pekerjaan rumah penting menjelang laga pembuka Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 September 2026.

Bernardo Tavares meminta seluruh pemain Green Force tetap disiplin dan tidak mudah terpancing keputusan wasit agar kartu kuning tidak mengganggu strategi tim sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Target Main Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Memasak Skuad Persebaya Surabaya di Thailand

Mengapa kontrol emosi jadi perhatian Bernardo Tavares?

Kontrol emosi menjadi salah satu aspek yang terus ditekankan Bernardo Tavares dalam persiapan Persebaya Surabaya menuju kompetisi resmi.

Pelatih berusia 46 tahun itu menilai reaksi berlebihan terhadap keputusan wasit dapat berujung pada banyak kartu kuning dan akhirnya merugikan tim.

"Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit, dan saya percaya jika kita terlalu emosional, kita akan mendapatkan banyak kartu kuning dan kita harus bisa mengontrol hal ini juga," tutur Tavares.

Peringatan tersebut tidak sekadar menyangkut perilaku pemain, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebutuhan Persebaya Surabaya menjaga rencana permainan selama 90 menit.

Kartu akibat emosi berpotensi membuat pemain harus bermain lebih hati-hati sekaligus mengurangi keleluasaan tim menjalankan strategi yang sudah disiapkan.

Karena itu, disiplin menjadi bagian penting dari evaluasi tim pelatih sebelum menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Bernardo Tavares ingin para pemain mampu membedakan situasi yang harus direspons secara agresif dengan momen ketika mereka perlu menahan diri.

Baca Juga: 24 Jam Bersama di Thailand, Bernardo Tavares Punya Misi Khusus untuk Persebaya Surabaya

Fisik dan mental dikebut sebelum kompetisi

Selain persoalan emosi, Persebaya Surabaya juga terus mempercepat kondisi fisik dan ketahanan stamina seluruh anggota skuad.

Program latihan intensif diterapkan untuk memastikan pemain memiliki kemampuan menjaga intensitas permainan secara konsisten selama pertandingan.

"Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka akan menjalani pemulihan, mendapatkan istirahat beberapa hari, dan setelah itu mari kita lihat siapa yang kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental," ujar Tavares.

Pernyataan tersebut memperlihatkan persiapan Persebaya Surabaya tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik pemain.

Kondisi mental juga menjadi perhatian karena tuntutan pertandingan kompetitif membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan mengendalikan respons terhadap berbagai situasi di lapangan.

Sisa waktu menuju laga 5 September 2026 pun menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan masing-masing pemain.

Bernardo Tavares ingin memilih pemain yang paling siap secara stamina, fisik, dan mental untuk menjalankan tuntutan permainan Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Selektif Pilih Pemain Asing, Persebaya Surabaya Tak Mau Sekadar Jorjoran

Transisi dan bola mati terus diasah

Persiapan teknis Persebaya Surabaya juga mencakup organisasi permainan, terutama transisi dan situasi bola mati.

Tim pelatih memanfaatkan sesi latihan kolektif serta pemutaran video individual untuk mengidentifikasi celah yang masih bisa dimanfaatkan lawan.

"Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan kedalam dengan cepat," tambah Tavares.

“Hal-hal seperti ini penting untuk dilatih, baik organisasi penyerangan, pertahanan, transisi, hingga skema bola mati.”

Pesan tersebut menunjukkan perhatian Bernardo Tavares terhadap detail kecil yang dapat menentukan jalannya pertandingan.

Situasi sederhana seperti lemparan ke dalam bisa berubah menjadi ancaman jika pemain kehilangan fokus dan tidak segera menyesuaikan posisi.

Organisasi penyerangan dan pertahanan juga terus dimatangkan agar setiap pemain memahami perannya ketika penguasaan bola berubah.

Dengan demikian, Persebaya Surabaya diharapkan tidak hanya memiliki stamina untuk bermain selama 90 menit, tetapi juga mampu menjaga struktur permainan dalam setiap fase pertandingan.

Baca Juga: Matangkan Tim Jelang Musim 2026/2027, Persebaya Surabaya TC di Thailand Hingga 27 Agustus

PR Persebaya Surabaya sebelum laga pembuka

Kedisiplinan, kondisi fisik, kesiapan mental, transisi, dan bola mati kini menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dituntaskan Persebaya Surabaya sebelum kompetisi dimulai.

Bernardo Tavares berupaya mengikis kesalahan kecil sejak masa persiapan agar Green Force tidak kehilangan keuntungan akibat persoalan yang sebenarnya bisa dikendalikan.

Kontrol emosi menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena keputusan wasit tidak selalu berjalan sesuai harapan pemain.

Jika mampu menjaga respons tetap terkendali, Persebaya Surabaya bisa lebih fokus menjalankan strategi tanpa dibebani kartu kuning yang muncul akibat tindakan emosional.

Persiapan menuju 5 September 2026 masih menyisakan waktu bagi Bernardo Tavares untuk menentukan pemain yang paling siap menghadapi pertandingan pembuka.

Evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar untuk memastikan skuad memiliki stamina, fisik, mental, serta kedisiplinan yang sesuai dengan tuntutan permainan.

Pada akhirnya, pekerjaan Bernardo Tavares bukan hanya membuat Persebaya Surabaya mampu bermain dengan intensitas tinggi.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu juga ingin memastikan para pemain tetap tenang, fokus, dan disiplin ketika menghadapi tekanan pertandingan agar setiap detail strategi dapat dijalankan secara maksimal.

EDITOR: Banu Adikara