JawaPos.com - Persebaya Surabaya langsung menggeber pemulihan fisik di kolam renang hotel setelah mengalahkan Arema FC 1-0 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) malam.
Recovery tersebut menjadi langkah penting karena Green Force hanya punya waktu satu hari sebelum menghadapi Persib Bandung di final pada Kamis (6/8/2026).
Kemenangan atas Arema FC ditentukan melalui sundulan Yuran Fernandes pada penghujung babak pertama.
Gol tersebut sekaligus membawa Persebaya Surabaya melaju ke partai final Piala Presiden 2026 untuk kedua kalinya sejak mengikuti turnamen tersebut pada 2019.
Kini, tantangan terbesar Green Force bukan lagi sekadar mempersiapkan strategi menghadapi Persib Bandung.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama karena tim harus kembali bertanding dalam waktu sangat singkat setelah menjalani semifinal yang berlangsung dengan intensitas tinggi.
Persebaya Surabaya pun memilih kolam renang sebagai salah satu tempat untuk mengembalikan kondisi pemain. Aktivitas recovery itu terlihat melalui unggahan klub dengan foto para pemain menjalani pemulihan di kolam renang hotel.
“Semakin kuat di setiap sesi,” tulis Persebaya Surabaya dengan foto pemain yang sedang menjalani recovery di kolam renang.
Pesan tersebut menggambarkan upaya Green Force menjaga kondisi sekaligus membangun kesiapan mental sebelum menghadapi laga final.
Mengapa Recovery Jadi Perhatian Utama Persebaya Surabaya?
Waktu pemulihan yang sangat singkat menjadi persoalan utama Persebaya Surabaya sebelum menghadapi Persib Bandung.
Green Force hanya memiliki satu hari untuk mengembalikan kebugaran pemain setelah bertanding melawan Arema FC pada Selasa (4/8/2026) malam.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares sebelumnya sudah menyoroti padatnya jadwal yang harus dijalani tim sepanjang Piala Presiden 2026.
Pelatih berusia 46 tahun itu menilai situasi tersebut membuat pemain sulit mencapai performa maksimal di setiap pertandingan.
“Kami bermain pada 1 Agustus malam. Para pemain baru bisa beristirahat dini hari, kemudian harus bangun pagi karena belum mengetahui jadwal pertandingan berikutnya. Setelah itu kami melakukan pemulihan, terbang ke Bali, lalu kembali bermain,” ujar Tavares.
Rangkaian pertandingan tersebut membuat proses recovery menjadi sangat penting.
Setelah bertanding pada 1 Agustus, Persebaya Surabaya harus menjalani perjalanan menuju Bali dan kembali tampil pada 4 Agustus untuk menghadapi Arema FC di semifinal.
Bernardo Tavares Bangga dengan Perjuangan Pemain
Di tengah jadwal padat, Bernardo Tavares justru memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemain Persebaya Surabaya.
Menurutnya, kondisi yang dihadapi tim membuat tuntutan performa maksimal menjadi sesuatu yang tidak mudah dipenuhi.
“Dalam kondisi seperti itu tentu sulit mengharapkan performa yang benar-benar maksimal. Karena itu saya sangat bangga dengan semangat juang mereka,” tutup Tavares.
Komentar tersebut datang setelah Green Force berhasil melewati Arema FC dengan kemenangan 1-0.
Yuran Fernandes menjadi pembeda melalui gol sundulannya pada penghujung babak pertama, sekaligus memastikan Persebaya Surabaya mendapatkan tiket menuju partai puncak.
Kemenangan itu juga menjadi bukti daya juang Persebaya Surabaya di tengah jadwal yang padat.
Setelah melewati fase grup dan semifinal, Green Force kini hanya membutuhkan satu pertandingan lagi untuk menyelesaikan perjuangannya di Piala Presiden 2026.
Persebaya Surabaya Tantang Persib Bandung di Final
Di partai final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya akan berhadapan dengan Persib Bandung. Persib lebih dahulu mengamankan tiket final setelah menyingkirkan Persija Jakarta pada babak semifinal.
Pertemuan tersebut membuat Green Force harus segera mengalihkan fokus dari keberhasilan menyingkirkan Arema FC menuju persiapan menghadapi Persib Bandung.
Waktu satu hari yang tersedia menjadi ruang sangat terbatas bagi tim untuk memulihkan tenaga sekaligus menyiapkan pendekatan permainan.
Persebaya Surabaya sendiri memiliki modal penting setelah berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0.
Kemenangan tersebut membawa Green Force kembali ke final Piala Presiden untuk kedua kalinya sejak klub mengikuti turnamen ini pada 2019.
Aktivitas recovery di kolam renang hotel menjadi bagian dari usaha tim menjaga kondisi sebelum pertandingan penentuan.
Dengan jeda yang hanya satu hari, setiap sesi pemulihan menjadi penting agar para pemain bisa kembali berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Persib Bandung pada Kamis (6/8/2026).
Final nanti akan menjadi ujian berikutnya bagi Green Force setelah melewati jadwal padat Piala Presiden 2026.
Persebaya Surabaya kini harus membuktikan apakah semangat juang yang membawa mereka melewati Arema FC mampu kembali muncul ketika menghadapi Persib Bandung di laga puncak. (*)