JawaPos.com — Yann Mabella merasakan momen spesial saat mencetak gol perdana untuk Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dalam laga pramusim 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang, Minggu (19/7/2026).
Meski Green Force harus puas bermain imbang 2-2, penyerang asal Kongo itu mengaku mendapat pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.
Persebaya Surabaya sempat berada di atas angin setelah unggul 2-0 atas PSIS Semarang.
Yann Mabella menjadi pencetak gol kedua Green Force pada menit ke-52 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan untuk menaklukkan kiper Rizky Darmawan.
Mengapa Gol Perdana Yann Mabella Begitu Berarti?
Gol ke gawang PSIS Semarang bukan sekadar tambahan angka bagi Yann Mabella.
Bagi penyerang berusia 30 tahun itu, momen tersebut menjadi awal perjalanannya bersama Persebaya Surabaya sekaligus pengalaman pertama bermain di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo.
Baca Juga: TPA Benowo Surabaya Terbakar Hebat Usai Laga Persebaya di GBT, Diduga Akibat Flare
Mabella mengaku emosinya bercampur aduk karena akhirnya bisa menjalani debut di stadion kebanggaan Persebaya Surabaya. Apalagi, ia langsung berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada pertandingan pertamanya di GBT.
"Saya bisa bilang ini adalah pertandingan pertama saya bermain di stadion ini. Itu adalah perasaan yang luar biasa. Sayangnya, kami tidak bisa meraih kemenangan hari ini. Saya tahu itu adalah hari yang sangat penting bagi klub dan sejarahnya," ujarnya kepada JawaPos.com di Mixed Zone GBT, Minggu (20/7/2026).
“Tapi kita tahu kita harus berkembang, bekerja, dan bersiap untuk liga. Jadi, itu adalah perasaan yang bagus hari ini bagi kami, sebagai tim dan saya secara pribadi sebagai pemain, di pertandingan pertama saya untuk Persebaya. Dan saya harap kita akan berkembang seiring berjalannya waktu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan Mabella tidak hanya puas dengan gol yang dicetaknya. Ia justru lebih menaruh perhatian pada proses adaptasi tim menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Bagaimana Atmosfer Bonek dan Bonita Membuat Mabella Terpukau?
Selain gol perdananya, atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo menjadi pengalaman yang paling membekas bagi Yann Mabella.
Dukungan tanpa henti dari Bonek dan Bonita membuat mantan pemain kelahiran Toulouse, Prancis, itu mengaku terkejut sekaligus kagum.
Tidak hanya suasana pertandingan, Mabella juga terkesan dengan penghormatan yang dilakukan Persebaya Surabaya kepada almarhum Andi Peci pada penghujung acara.
Menurutnya, momen tersebut memberikan kesan emosional yang sangat kuat bagi pemain yang baru bergabung dengan Green Force pada 8 Juli 2026 itu.
"Oh, itu benar-benar gila. Seperti yang saya katakan, ini adalah pertama kalinya saya mengalami hal ini. Dan saya sangat terkejut dengan para suporter, tentang stadionnya,” ungkapnya.
“Dan itu adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya untuk melihat penghormatan kepada Andie Peci di akhir acara. Itu adalah momen yang sangat kuat. Dan saya pikir bagi kami sebagai pemain, kita harus mengambil hal ini dan menjaga semangat untuk Bonek dan Bonita.”
Atmosfer seperti itu menjadi modal penting bagi Mabella untuk semakin cepat beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
Kehangatan dukungan suporter diyakininya dapat menjadi energi tambahan bagi seluruh pemain sepanjang musim nanti.
Apa Arti Hasil Imbang bagi Persiapan Persebaya Surabaya?
Di balik euforia gol Mabella, Persebaya Surabaya sebenarnya gagal mempertahankan keunggulan dua gol.
Setelah Mabella membawa Green Force unggul 2-0, PSIS Semarang mampu bangkit lewat dua gol Lorensius Sabda hingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.
Green Force sebenarnya masih memiliki sejumlah peluang emas pada babak kedua.
Miguel Pereira sempat mengirim umpan matang kepada Ramadan Sananta yang gagal dikonversi menjadi gol, sementara aksi individu Miguel juga masih bisa digagalkan barisan pertahanan PSIS Semarang.
Francisco Rivera juga hampir menjadi penentu kemenangan pada menit ke-88 setelah dilanggar Akbar Arjunsyah di depan kotak penalti.
Baca Juga: Enggan Bahas Wasit, Bernardo Tavares Apresiasi Persebaya Surabaya Meski Ditahan Imbang PSIS Semarang
Namun, eksekusi tendangan bebas Risto Mitrevski masih mampu ditepis kiper PSIS Semarang sehingga skor 2-2 bertahan hingga laga usai.
Meski hasil akhir belum sesuai harapan, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Bernardo Tavares sebelum Super League 2026/2027 dimulai.
Salah satu catatan positif tentu datang dari penampilan Yann Mabella yang langsung menunjukkan naluri mencetak gol sebagai penyerang tengah.
Siapa Sebenarnya Yann Mabella?
Yann Kevin Mabella lahir di Toulouse, Prancis, pada 22 Februari 1996 dan kini berusia 30 tahun. Penyerang berkewarganegaraan Kongo dan Prancis itu memiliki tinggi 183 sentimeter dengan kaki dominan kanan.
Berdasarkan data Transfermarkt, posisi utama Mabella adalah penyerang tengah.
Namun, ia juga mampu bermain sebagai penyerang sayap kanan maupun kiri sehingga memberikan lebih banyak opsi bagi Bernardo Tavares di lini depan Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Widodo C Putro Puas PSIS Semarang Tahan Imbang Persebaya Surabaya 2-2, Perubahan Taktik Jadi Kunci
Mabella resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 8 Juli 2026. Tidak membutuhkan waktu lama, ia langsung memperlihatkan kualitasnya dengan mencetak gol pada penampilan pertamanya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Di akhir wawancara, Mabella menyampaikan pesan khusus kepada Bonek dan Bonita yang memenuhi GBT sepanjang pertandingan.
Ia berjanji akan bekerja keras agar dapat membawa kebanggaan bagi pendukung Green Force sepanjang musim ini.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Buang Keunggulan 2 Gol, PSIS Semarang Paksa Imbang 2-2 di Anniversary Game
“Terima kasih atas dukungannya hari ini. Dan saya berharap kami bisa membuat kalian bangga, kawan-kawan, di musim ini. Terima kasih.”
Performa pada laga pramusim tersebut menjadi sinyal positif bagi Persebaya Surabaya.
Meski perjalanan Super League 2026/2027 masih panjang, Yann Mabella sudah memberikan gambaran mengapa dirinya direkrut sebagai ujung tombak baru Green Force, sekaligus menunjukkan kesiapan menjawab ekspektasi besar yang datang bersama ribuan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo.