← Beranda
Terlalu Lambat! Bernardo Tavares Bongkar Titik Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 3 Mei 2026 | 15.14 WIB
Selebrasi pemain Persebaya Surabaya usai mencetak gol ke gawang PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menunjukkan dua wajah kontras saat menghancurkan PSBS Biak dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026). Sempat mandek di babak pertama, Green Force justru menggila selepas jeda dan mengunci kemenangan meyakinkan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung menekan pertahanan PSBS Biak. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk membuka keunggulan.

Memasuki pertengahan babak pertama, ritme permainan mulai menurun dan aliran bola menjadi terlalu lambat. Situasi ini membuat serangan mudah ditebak dan memberi celah bagi lawan untuk membaca arah permainan.

Baca Juga: Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini

Kondisi tersebut dimanfaatkan PSBS Biak untuk keluar dari tekanan. Mereka beberapa kali mengancam melalui skema transisi cepat dan bola mati yang cukup merepotkan lini belakang Persebaya Surabaya.

Beruntung, koordinasi lini pertahanan masih cukup solid untuk meredam ancaman. Hingga turun minum, skor tetap bertahan tanpa gol meski Persebaya Surabaya mendominasi penguasaan bola.

Pelatih Bernardo Tavares tak menampik timnya mengalami kesulitan di babak pertama. Ia menilai intensitas permainan anak asuhnya belum sesuai dengan rencana awal.

“Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami punya peluang di awal tapi tidak menjadi gol. Setelah itu mereka punya satu-dua transisi dan bola mati yang berbahaya,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Masuk ke babak kedua, perubahan langsung terlihat dari cara bermain Persebaya Surabaya. Tempo dinaikkan, distribusi bola dipercepat, dan pergerakan tanpa bola menjadi jauh lebih dinamis.

Perubahan pendekatan itu langsung berdampak nyata di lapangan. Gol pertama akhirnya lahir dan menjadi momentum penting yang mengubah arah pertandingan secara keseluruhan.

Setelah keunggulan didapat, Persebaya Surabaya semakin percaya diri mengontrol jalannya laga. Tekanan terus dilancarkan hingga membuat pertahanan PSBS Biak kewalahan menghadapi gelombang serangan.

Performa gemilang ditunjukkan oleh Francisco Rivera dan Milos Raickovic yang tampil sebagai aktor kunci. Keduanya berperan besar dalam memastikan kemenangan besar Green Force di kandang sendiri.

Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi luar biasa Persebaya Surabaya sepanjang laga. Total 29 tembakan dilepaskan dengan 14 di antaranya tepat sasaran serta menciptakan 18 peluang berbahaya.

Angka tersebut menjadi bukti betapa agresifnya permainan, terutama setelah memasuki babak kedua. Intensitas tinggi dan kecepatan sirkulasi bola menjadi pembeda yang sulit diimbangi lawan.

Menurut Tavares, perbedaan mencolok antara dua babak terletak pada tempo permainan. Ia menilai lambatnya ritme di awal laga membuat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan.

“Di babak pertama setelah 20-25 menit kami terlalu lambat. Lawan jadi mudah membaca arah permainan kami. Di babak kedua kami menunjukkan intensitas lebih, bola bergerak lebih cepat, dan pemain pengganti memberi karakter berbeda,” jelasnya.

Gol pertama dan kedua disebut sebagai kunci terbukanya ruang permainan. Setelah itu, PSBS Biak kehilangan keseimbangan dan Persebaya Surabaya mampu memanfaatkan situasi dengan maksimal.

Pergantian pemain juga memberi dampak signifikan dalam menjaga tempo tetap tinggi. Energi baru dari bangku cadangan membuat permainan tetap agresif hingga peluit akhir.

Kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya naik ke posisi keempat klasemen sementara. Raihan 51 poin menjaga peluang mereka untuk terus bersaing di papan atas kompetisi.

Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menunjukkan karakter tim yang mampu bangkit dari tekanan. Adaptasi cepat dan keberanian mengubah strategi menjadi kunci keberhasilan Green Force.

Momentum ini menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya. Konsistensi permainan, terutama dalam menjaga intensitas sejak awal, akan sangat menentukan langkah Persebaya Surabaya ke depan.

EDITOR: Banu Adikara