← Beranda
Tak Untungkan Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Soroti Absennya Jordi Amat dan Thales Lira Bela Persija Jakarta
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 8 April 2026 | 12.53 WIB
Bernardo Tavares menegaskan Persebaya Surabaya tetap waspada meski Persija Jakarta kehilangan dua bek utama. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Persebaya Surabaya dihadapkan pada situasi yang tampak menguntungkan jelang duel panas melawan Persija Jakarta. Namun, pelatih Bernardo Tavares justru melihat kondisi ini dari sudut pandang berbeda yang penuh kewaspadaan.

Laga pekan ke-27 Super League 2025/2026 akan mempertemukan dua tim besar Indonesia. Persija Jakarta dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium, Sabtu (11/4).

Jelang pertandingan tersebut, Persija Jakarta dipastikan kehilangan dua pilar penting di lini belakang. Jordi Amat dan Thales Lira harus absen karena hukuman kartu yang mereka terima di laga sebelumnya.

Baca Juga: Resmi Perpanjang Kontrak, Harry Maguire Tegaskan Tekad Raih Trofi di Manchester United

Jordi Amat dipastikan menepi setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bek naturalisasi itu mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-48 yang membuatnya harus keluar lapangan lebih cepat.

Sementara itu, Thales Lira juga tak bisa memperkuat tim karena akumulasi kartu kuning. Dia menerima kartu kuning pada menit ke-56 yang membuat total koleksinya mencapai empat kartu musim ini.

Absennya dua bek ini jelas menjadi pukulan bagi Persija Jakarta. Apalagi, keduanya merupakan pemain yang memiliki kontribusi signifikan sepanjang musim.

Baca Juga: Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya Jadi Tumbal! Gacornya Performa Moussa Sidibe di Bhayangkara FC

Thales Lira tercatat telah tampil dalam 20 pertandingan dengan total 1.347 menit bermain. Konsistensinya membuat lini belakang Persija Jakarta cukup solid dalam banyak pertandingan.

Di sisi lain, Jordi Amat bahkan memiliki kontribusi lebih besar. Dia sudah bermain dalam 23 pertandingan dengan catatan tiga gol serta total 1.966 menit bermain.

Meski kehilangan dua pemain utama, Persija Jakarta tidak kehabisan opsi. Mereka masih memiliki Rizky Ridho dan Paulo Ricardo yang siap mengisi kekosongan di lini pertahanan.

Rizky Ridho menjadi sosok yang paling diandalkan di sektor belakang. Dia telah tampil dalam 24 pertandingan dengan total 2.141 menit bermain serta menyumbangkan satu gol.

Kehadiran pemain seperti Rizky Ridho membuat kekuatan Persija Jakarta tetap patut diperhitungkan. Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan tim ibu kota tersebut.

Situasi ini ternyata tidak membuat Persebaya Surabaya merasa di atas angin. Bernardo Tavares menegaskan timnya tidak melihat absennya dua pemain lawan sebagai keuntungan.

Baca Juga: Teja Paku Alam Raja Clean Sheet! Pecahkan Rekor Legendaris Andritany, Sinyal Kuat Persib Bandung Hattrick Juara

”Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan bagi kami. Jordi dan Thales memang pemain bagus, tetapi Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan mereka,” ucap Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap realistis dari pelatih asal Portugal itu. Dia memahami kekuatan sebuah tim tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja.

Tavares justru menilai pertandingan nanti akan tetap berjalan sulit. Persija Jakarta diyakini tetap mampu tampil kompetitif meski kehilangan beberapa pemain kunci.

Baca Juga: Gaungkan Revolusi Sepak Bola Damai! Derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Tak Lagi Mencekam

Fokus utama Persebaya Surabaya saat ini bukan pada kondisi lawan. Tavares lebih menaruh perhatian pada kesiapan timnya sendiri jelang laga penting tersebut.

”Saat ini fokus kami adalah melihat pemain mana saja yang tersedia. Kami berharap memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk pertandingan nanti,” lanjut Bernardo Tavares.

Kondisi kebugaran pemain menjadi perhatian serius. Tavares ingin memastikan semua pemain yang diturunkan berada dalam kondisi terbaik.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Untung Besar! Jordi Amat dan Thales Lira Absen Bela Persija Jakarta Jelang Duel Klasik di Gelora Bung Karno

Hal ini tidak lepas dari padatnya jadwal kompetisi yang dijalani tim. Rotasi pemain menjadi kunci untuk menjaga performa tetap stabil.

Selain itu, Persebaya Surabaya juga ingin memperbaiki beberapa aspek permainan. Evaluasi dari pertandingan sebelumnya menjadi bahan penting untuk meningkatkan performa tim.

Laga melawan Persija Jakarta diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim memiliki ambisi besar untuk meraih poin penuh demi menjaga posisi di klasemen.

Persebaya Surabaya tentu ingin mencuri poin di kandang lawan. Namun, mereka juga harus mewaspadai motivasi tinggi Persija Jakarta yang ingin bangkit meski dalam kondisi pincang.

Baca Juga: Catat 2 Penyelamatan! Mauricio Souza Pasang Badan Debut Cyrus Margono, Evaluasi Kebobolan Persija Jakarta

Pertandingan ini bukan sekadar soal absennya pemain. Lebih dari itu, duel ini akan menjadi adu strategi antara dua pelatih dengan pendekatan berbeda.

Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang detail dalam membaca permainan. Dia akan berusaha memaksimalkan potensi timnya untuk menghadapi tekanan dari tuan rumah.

Di sisi lain, Persija Jakarta tetap memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kedalaman skuad dan pengalaman pemain menjadi modal penting dalam laga besar seperti ini.

Baca Juga: Selalu Telat Panas! Rahasia Bojan Hodak Terbongkar di Balik Performa Naik-Turun Persib Bandung Lawan Semen Padang

Dengan segala dinamika yang ada, pertandingan ini dipastikan menarik untuk disaksikan. Tidak ada jaminan tim yang kehilangan pemain justru akan tampil lebih lemah.

Persebaya Surabaya harus tetap tampil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil bisa dimanfaatkan lawan untuk mencuri keunggulan.

Situasi ini menjadi ujian mental bagi kedua tim. Siapa yang lebih siap secara taktik dan mental, berpeluang besar keluar sebagai pemenang.

Baca Juga: Sesumbar Mauricio Souza! Peluang Juara Persija Jakarta Masih Ada, Persebaya Surabaya Jadi Ujian Penentu

Pada akhirnya, laga ini akan menjadi pembuktian bagi Persebaya Surabaya. Apakah mereka mampu memanfaatkan situasi, atau justru terjebak dalam rasa percaya diri berlebihan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah