JawaPos.com—Ada momen emosional yang tak terlupakan saat Persebaya Surabaya menaklukkan Persita Tangerang pada pekan ke-26 Super League 2025/2026. Di balik kemenangan tipis itu, Bruno Paraiba akhirnya merasakan atmosfer magis Stadion Gelora Bung Tomo yang selama ini hanya dia dengar dari cerita.
Bermain di kandang sendiri selalu punya arti berbeda bagi setiap pemain Persebaya Surabaya. Apalagi ketika ribuan Bonek dan Bonita memadati tribun, menciptakan energi luar biasa yang langsung dirasakan pemain asal Brasil tersebut.
Persebaya Surabaya sukses mengamankan tiga poin penting lewat kemenangan 1-0. Gol tunggal dalam pertandingan itu dicetak Francisco Rivera yang memastikan Green Force tetap menjaga tren positif.
Namun sorotan tak hanya tertuju pada pencetak gol. Bruno Paraiba justru menjadi cerita menarik karena akhirnya menjalani debut kandang yang penuh emosi dan kesan mendalam.
”Debut di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi momen yang sangat spesial bagi saya. Atmosfernya luar biasa,” ujar Bruno Paraiba.
Pernyataan itu menggambarkan betapa kuatnya aura stadion yang menjadi markas Persebaya Surabaya tersebut. Bruno masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 menggantikan Mihailo Perovic. Meski hanya bermain sekitar 21 menit, dia langsung menunjukkan karakter permainan yang kuat dan berbeda.
Baca Juga: Julio Cesar Senang Bisa Main Lagi bersama Persib Bandung, tapi Absen Lawan Bali United
Dari catatan statistik, kontribusinya cukup terasa meski belum mencetak gol. Dia mencatat satu tembakan, dua dribel sukses dengan akurasi 100 persen, serta beberapa sentuhan penting dalam fase serangan.
Yang paling mencolok adalah duel udara yang dia jalani. Dari enam duel udara, Bruno Paraiba mampu memenangkan empat di antaranya, menegaskan perannya sebagai target man yang diandalkan di kotak penalti.
Tak hanya itu, dia juga terlibat dalam lima duel darat meski hanya dua yang berhasil dimenangkan. Intensitas permainan fisiknya langsung terlihat dan memberi dimensi berbeda bagi lini depan Persebaya Surabaya.
Meski belum mencatatkan gol, Bruno tetap menunjukkan ancaman serius. Expected goals (xG) sebesar 0,26 dari satu peluang menunjukkan ia berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol.
Beberapa aksinya bahkan sempat membuat stadion bergemuruh. Sentuhan, duel, hingga pergerakannya di kotak penalti memberi harapan baru bagi lini serang Green Force.
”Saya sangat bersyukur bisa merasakan momen ini. Tetapi saya juga sadar masih bisa memberikan lebih banyak lagi untuk tim,” katanya. Pernyataan itu menjadi sinyal dia belum puas dengan performanya saat ini.
Baca Juga: Ucapan Syukur Andhika Ramadhani setelah Bawa Persebaya Surabaya Raih Kemenangan dengan Clean Sheet
Perjalanan Bruno Paraiba bersama Persebaya Surabaya memang belum mulus. Setelah sempat mencetak satu gol di awal kedatangannya, dia harus bergulat dengan cedera yang membuat menit bermainnya terbatas.
Kini, setelah kembali merumput, semangatnya justru semakin berlipat. Apalagi setelah merasakan langsung dukungan luar biasa dari Bonek dan Bonita yang terus memberi energi sepanjang pertandingan.
”Dukungan Bonek dan Bonita benar-benar luar biasa. Energi yang mereka berikan sangat besar bagi kami. Karena itu, kami juga harus membalasnya dengan energi yang sama di atas lapangan,” jelas pemain berusia 31 tahun tersebut.
Baca Juga: Mauricio Souza Kecewa, Persija Kehilangan Poin Penting di Tengah Perebutan Gelar Juara
Secara taktis, kehadiran Bruno Paraiba memberi opsi berbeda bagi Persebaya Surabaya. Dia berperan sebagai impact substitute yang bisa memecah kebuntuan lewat keunggulan fisik dan duel udara.
Analisis heatmap menunjukkan dia lebih banyak beroperasi di area tengah hingga kotak penalti lawan. Sesekali dia bergerak melebar untuk membuka ruang, namun tetap fokus sebagai target utama umpan lambung.
Dengan hanya 10 sentuhan, Bruno memang tidak banyak terlibat dalam sirkulasi bola. Namun perannya bukan sebagai pengatur permainan, melainkan finisher yang menunggu peluang matang.
Kelebihannya jelas terlihat pada duel udara dan kekuatan fisik. Dia sulit dijatuhkan, terbukti dari dua pelanggaran yang didapat dalam waktu singkat.
Namun ada catatan yang perlu diperbaiki. Kontribusi defensifnya masih nol dan keterlibatannya dalam build-up permainan tergolong minim.
Meski begitu, kehadirannya tetap menjadi aset penting. Dalam situasi tertentu, terutama saat tim membutuhkan gol, sosok seperti Bruno Paraiba bisa menjadi solusi instan.
Baca Juga: Di Balik Kemenangan Bhayangkara FC, Paul Munster Ungkap Kunci Comeback Tim
Kini, fokusnya langsung beralih ke laga berikutnya yang tak kalah besar. Persebaya Surabaya akan menghadapi Persija Jakarta dalam duel klasik yang selalu sarat gengsi.
”Persija Jakarta adalah lawan yang tangguh. Kami menghormati mereka, tetapi kami datang untuk bertarung dan berusaha membawa pulang tiga poin,” tandas Bruno Paraiba.
Pernyataan itu menegaskan kesiapan Bruno menghadapi tantangan berikutnya. Laga kontra Persija Jakarta bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian mental dan kualitas bagi Persebaya Surabaya untuk terus menjaga konsistensi di papan atas klasemen.
Baca Juga: Prediksi Persik Kediri vs Persijap Jepara: Duel Sengit di Brawijaya, Potensi Hujan Gol
Jika Bruno Paraiba kembali mendapat kesempatan bermain, dia berpeluang menjadi pembeda. Dengan suplai bola yang tepat, ia bisa menjelma menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan.