JawaPos.com–Situasi yang tidak mudah tengah dihadapi Deltras FC menjelang pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/26. Pergantian pelatih di tengah kompetisi, ditambah hasil yang belum memuaskan dalam beberapa laga terakhir, membuat tim harus bekerja lebih keras untuk kembali ke jalur positif.
Empat kekalahan beruntun jelas menjadi beban tersendiri bagi skuad. Namun caretaker pelatih Nurul Huda memilih untuk tidak larut dalam tekanan.
Dia justru menekankan pentingnya menjaga mentalitas pemain jelang menghadapi Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (5/4) malam. Saat ini bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi bagaimana pemain bisa kembali menemukan motivasi dan tujuan bermain. Dia ingin seluruh pemain memiliki satu visi yang sama demi meraih hasil maksimal.
Baca Juga: Rantai 7 Laga Tak Terkalahkan Kendal Tornado FC Terputus, Peluang Promosi Kian Berat
”Yang penting pemain punya satu tujuan. Ini sudah akhir kompetisi, mereka bermain juga untuk dirinya sendiri. Kalau performanya bagus, tim juga akan ikut bagus,” ujar Nurul Huda dikutip dari ileague.id.
Alih-alih menyalahkan hasil buruk sebelumnya, dia mengajak tim untuk fokus ke depan. Baginya, menjaga suasana ruang ganti tetap positif menjadi kunci penting agar pemain bisa bangkit dari tekanan.
”Kita harus jaga mental. Tidak usah saling menyalahkan dan lupakan kekalahan sebelumnya. Kita songsong laga lawan Persela dengan satu tujuan, yaitu menang,” tegas Nurul Huda.
Baca Juga: Tanpa Ryo Matsumura dan Cardoso, Bhayangkara FC Tetap Percaya Diri Hadapi Persija
Dia juga menekankan pentingnya solidaritas di dalam tim. Dalam kondisi sulit seperti sekarang, kebersamaan menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.
”Yang penting tidak saling menyalahkan, tetap saling support. Karena sepak bola itu permainan tim,” tambah Nurul Huda.
Selain persoalan mental, Deltras juga menghadapi tantangan teknis, khususnya di lini tengah. Komposisi pemain yang didominasi gelandang bertipe bertahan membuat tim sedikit kesulitan dalam membangun kreativitas serangan.
”Kita banyak gelandang nomor 6, tapi kurang di nomor 8 dan 10,” ungkap Nurul Huda.
Situasi ini semakin kompleks dengan adanya pemain yang hengkang serta adaptasi pemain baru yang belum sepenuhnya optimal. Meski begitu, tim pelatih tetap menyiapkan sejumlah opsi rotasi untuk mencari keseimbangan permainan.
Dengan segala keterbatasan yang ada, Deltras FC kini bertaruh pada kekuatan mental dan kebersamaan tim. Laga melawan Persela Lamongan menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa mereka masih punya daya juang hingga akhir musim.
Baca Juga: Prediksi Madura United vs Borneo FC 5 April 2026: Ujian Berat Laskar Sape Kerap