← Beranda
5 Legiun Brasil Jadi Mesin Perang! Persebaya Surabaya Siap Gempur Persita Tangerang di GBT
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 3 April 2026 | 22.03 WIB
pemain asing Persebaya asal Brasil. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Persebaya Surabaya terus menggeber persiapan jelang duel penting menghadapi Persita Tangerang di pekan ke-26 Super League 2025/2026. Laga yang akan digelar di Gelora Bung Tomo, Sabtu (4/4), menjadi momentum bangkit Green Force di hadapan pendukung sendiri.

Fokus utama dalam persiapan kali ini mengerucut pada kekuatan lima legiun Brasil yang menjadi tulang punggung permainan tim. Mereka diharapkan mampu jadi pembeda saat Persebaya Surabaya memburu kemenangan penting di kendang termasuk saat lawan Persita di super league.

Baca Juga: Bom Brasil Siap Meledak di GBT! 4 Fakta Jelang Debut Kandang Bruno Paraiba Bersama Persebaya Surabaya Lawan Persita Tangerang

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares sengaja menaikkan intensitas latihan dalam beberapa hari terakhir. Tujuannya jelas, menyamakan ritme latihan dengan tekanan pertandingan sesungguhnya pada lanjutan super league.

Dalam sesi latihan, para pemain dipaksa bermain cepat, agresif, dan disiplin dalam setiap transisi. Mulai dari duel perebutan bola hingga penyelesaian akhir, semua aspek diasah dengan tempo tinggi.

”Dalam latihan kami tetap menuntut intensitas dan agresivitas seperti di pertandingan. Kami ingin pemain terbiasa dengan tempo permainan yang sebenarnya,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Baca Juga: Rajanya Bola Liar! Julio Cesar Jadi Tembok Kukuh Persib Bandung Hentikan Gempuran Semen Padang

Jefferson Silva

Dari lima pemain Brasil, nama Jefferson Silva menjadi salah satu pilar penting di sisi kiri pertahanan. Bek berusia 29 tahun itu sudah tampil dalam delapan pertandingan dengan total 720 menit bermain.

Perannya krusial dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan membantu serangan dari sisi sayap. Konsistensinya di lini belakang menjadi salah satu alasan Green Force tetap kompetitif.

Gustavo Fernandes dan Leo Lelis

Di jantung pertahanan, duet Gustavo Fernandes dan Leo Lelis menjadi benteng kukuh. Meski Gustavo baru mencatat empat penampilan, kontribusinya tetap vital dalam rotasi lini belakang.

Baca Juga: Persijap Jepara Siap Tunjukkan Performa Terbaik di Bulan April Demi Lolos dari Zona Degradasi

Sementara itu, Leo Lelis tampil lebih dominan dengan 19 pertandingan dan torehan tiga gol. Pengalamannya menjadi kunci dalam mengorganisir lini pertahanan sekaligus ancaman dalam situasi bola mati.

Bruno Paraiba

Di sektor depan, sosok Bruno Paraiba mulai mencuri perhatian. Meski baru bermain dua kali, striker 31 tahun itu sudah mencetak satu gol dari total 43 menit bermain.

Efektivitasnya di kotak penalti membuatnya berpotensi jadi senjata rahasia saat menghadapi Persita Tangerang. Apalagi, naluri golnya bisa menjadi solusi atas kebutuhan lini serang yang lebih tajam.

Bruno Moreira

Tak kalah penting, kontribusi Bruno Moreira di sektor sayap kiri menjadi sumber kreativitas serangan. Pemain 26 tahun itu sudah mengoleksi sembilan gol dari 2.043 menit bermain.

Baca Juga: Malut United Bidik Poin di Kandang Arema FC, Hendri Susilo Waspadai Kekuatan Tuan Rumah

Kecepatan dan kemampuan eksplosifnya dalam menusuk pertahanan lawan kerap membuka ruang bagi rekan setim. Dia menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang musim ini.

Dengan komposisi pemain Brasil yang solid di setiap lini, Persebaya Surabaya memiliki fondasi kuat untuk mengontrol permainan. Kombinasi lini belakang yang kukuh dan lini depan yang tajam menjadi modal penting.

Namun, Bernardo Tavares menegaskan intensitas latihan bukan sekadar soal fisik. Dia ingin membangun konsistensi permainan agar timnya tidak kehilangan fokus dalam situasi krusial.

Baca Juga: Kuota Tiket Terbatas, Suporter PSS Sleman Diminta Patuhi Aturan Komdis saat Laga

Menurut dia, menjaga ritme permainan sangat penting untuk meraih hasil maksimal di kandang. Apalagi, hasil imbang 2-2 saat menghadapi Persib Bandung di laga kandang terakhir masih menjadi evaluasi.

Green Force dituntut tampil lebih efektif dan disiplin agar tidak mengulang kesalahan serupa. Dukungan penuh suporter di Gelora Bung Tomo diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Meski latihan berlangsung keras, kondisi fisik pemain tetap menjadi perhatian utama tim pelatih. Risiko cedera menjadi hal yang dihindari agar kekuatan tim tetap optimal.

Baca Juga: Malut United Menggila! Cetak 13 Gol dalam 5 Laga, Arema FC Terancam Jadi Korban di Kanjuruhan

”Kami juga berharap tidak ada pemain yang kembali mengalami cedera. Kami membutuhkan sebanyak mungkin pemain dalam kondisi siap agar memiliki lebih banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya,” tegas dia.

Dengan persiapan matang dan kekuatan lima legiun Brasil, Persebaya Surabaya optimistis bisa mengamankan tiga poin. Laga melawan Persita Tangerang pun diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana para pemain asing tersebut menjawab ekspektasi. Jika tampil maksimal, bukan tak mungkin Green Force kembali menunjukkan tajinya sebagai salah satu kekuatan besar di Super League musim ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah