← Beranda
Bom Brasil Siap Meledak di GBT! 4 Fakta Jelang Debut Kandang Bruno Paraiba Bersama Persebaya Surabaya Lawan Persita Tangerang
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 3 April 2026 | 21.52 WIB
Bruno Paraiba saat menjalani sesi latihan Persebaya Surabaya jelang laga kontra Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Debut kandang Bruno Paraiba bersama Persebaya Surabaya akhirnya semakin dekat. Laga super league kontra Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (4/4), menjadi momen yang paling dinantikan Bonek dan Bonita.

Pemain asing Persebaya asal Brasil itu memang belum sempat merasakan atmosfer bermain di kandang sejak didatangkan pada paruh musim Super League 2025/2026. Padahal, ekspektasi publik terhadap Bruno Paraiba sudah telanjur tinggi sejak pertama kali mengenakan jersey Green Force.

Debut Apik Bruno Paraiba

Fakta pertama yang membuat namanya langsung mencuri perhatian adalah debut impresifnya. Bruno Paraiba langsung mencetak gol saat melawan PSIM Jogjakarta pada 25 Januari 2026 meski hanya bermain selama 19 menit sebagai pemain pengganti.

Baca Juga: Rajanya Bola Liar! Julio Cesar Jadi Tembok Kukuh Persib Bandung Hentikan Gempuran Semen Padang

Gol tersebut ikut membawa Persebaya Surabaya menang telak 3-0. Tak heran jika sejak saat itu, harapan besar langsung disematkan kepada striker berusia 32 tahun tersebut.

Minim Menit Bermain

Fakta kedua, menit bermain Bruno Paraiba masih sangat terbatas. Sejak bergabung pada 10 Januari 2026 di era pelatih Bernardo Tavares, dia baru mencatatkan total 43 menit bermain dalam dua pertandingan.

Selain laga kontra PSIM Jogjakarta, dia juga tampil saat menghadapi Borneo FC. Namun, dalam laga tersebut, Bruno hanya bermain selama 24 menit saat Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak 5-1.

Baca Juga: Persijap Jepara Siap Tunjukkan Performa Terbaik di Bulan April Demi Lolos dari Zona Degradasi

Cedera Panjang

Fakta ketiga yang tak kalah penting adalah masalah cedera yang sempat menghambat kiprahnya. Setelah debut manisnya, Bruno harus menepi selama enam pertandingan akibat cedera dan kondisi kebugaran yang belum optimal.

Situasi ini membuat proses adaptasinya bersama tim menjadi terhambat. Bahkan, dia sendiri mengakui belum berada dalam performa terbaik saat tampil melawan Borneo FC.

Kondisi Membaik

Fakta keempat, kondisi Bruno Paraiba kini mulai membaik dan menunjukkan tren positif. Jelang laga menghadapi Persita Tangerang, sang pemain mengaku semakin siap untuk memberikan kontribusi maksimal.

”Saya merasa lebih sehat. Saya sedang berusaha mencapai kondisi terbaik dan melakukan segalanya untuk kembali sepenuhnya,” ujar Bruno Paraiba.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat sang striker siap menjawab ekspektasi tinggi suporter. Secara statistik, Bruno memang baru mencatatkan dua penampilan. Namun, dia sudah membukukan satu gol dari tiga percobaan tembakan, dengan satu di antaranya tepat sasaran.

Kini, fokus utamanya adalah mengembalikan kondisi fisik agar mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan. Dia juga menegaskan tekadnya untuk membantu tim meraih kemenangan.

Baca Juga: Malut United Bidik Poin di Kandang Arema FC, Hendri Susilo Waspadai Kekuatan Tuan Rumah

”Saya siap bermain dan membantu semaksimal mungkin. Tujuan saya adalah memberikan yang terbaik,” tegas Bruno Paraiba.

Mentalitas tersebut menjadi modal penting untuk menembus persaingan di lini depan Persebaya Surabaya. Menghadapi Persita Tangerang, Bruno Paraiba juga memasang target tinggi. Dia ingin kembali mencetak gol sekaligus membantu tim meraih tiga poin di kandang sendiri.

”Saya ingin menang dan membantu tim. Itulah cara saya bermain. Saya berharap kami bisa menang bersama,” tandas Bruno Paraiba. Fokusnya tetap pada hasil tim, bukan sekadar performa individu.

Baca Juga: Kuota Tiket Terbatas, Suporter PSS Sleman Diminta Patuhi Aturan Komdis saat Laga

Di sisi lain, Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan jelang laga penting ini. Pelatih Bernardo Tavares meningkatkan intensitas latihan demi menyamakan ritme dengan situasi pertandingan sebenarnya.

Dalam sesi latihan terakhir, para pemain dipaksa tampil agresif dan cepat dalam berbagai aspek permainan. Mulai dari transisi, duel, hingga penyelesaian akhir, semua digarap dengan tempo tinggi.

”Dalam latihan kami tetap menuntut intensitas dan agresivitas seperti di pertandingan. Kami ingin pemain terbiasa dengan tempo permainan yang sebenarnya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Baca Juga: Malut United Menggila! Cetak 13 Gol dalam 5 Laga, Arema FC Terancam Jadi Korban di Kanjuruhan

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi permainan tim. Meski begitu, Tavares tetap berhati-hati terhadap kondisi fisik pemain. Dia tak ingin intensitas tinggi justru memicu cedera baru di dalam skuadnya.

”Kami juga berharap tidak ada pemain yang kembali mengalami cedera. Kami membutuhkan sebanyak mungkin pemain dalam kondisi siap agar memiliki lebih banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya,” tegas Bernardo Tavares.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara intensitas dan kebugaran. Ekspektasi tinggi terhadap Bruno Paraiba memang tak bisa dihindari. Terlebih, kualitasnya sebagai striker asing dengan nilai pasar Rp 3,04 miliar membuatnya digadang-gadang menjadi solusi lini depan Green Force.

Namun, Tavares meminta Bonek dan Bonita untuk bersabar. Dia ingin sang pemain benar-benar pulih total sebelum dimainkan secara penuh agar bisa tampil maksimal tanpa risiko cedera kambuhan.

Baca Juga: Malut United Bidik Poin di Kanjuruhan, Hendri Susilo: Tetap Waspadai Hadapi Arema FC yang Terluka

Karena itu, peluang Bruno tampil sejak menit awal masih terbilang kecil. Pemulihan kondisi fisik tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kontribusinya dalam jangka panjang.

Meski begitu, kehadirannya di bangku cadangan saja sudah cukup memberi harapan. Bukan tidak mungkin, Bruno Paraiba kembali menjadi pembeda saat diturunkan di babak kedua.

Kini, semua mata tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo. Apakah Bruno Paraiba akan benar-benar meledak di kandang dan menjawab ekspektasi, atau masih harus menunggu momen terbaiknya? Layak untuk dinantikan.

Baca Juga: 4 Fakta Unik Arema FC vs Malut United! Tiga Kali Arema FC Kebobolan di 10 Menit Akhir Laga

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah