← Beranda
Delapan Laga Tanpa Clean Sheet! Alarm Bahaya Persita Tangerang Antisipasi Ledakan Persebaya Surabaya di GBT
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 3 April 2026 | 16.01 WIB
Duel panas Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo jadi ujian lini belakang Pendekar Cisadane. (Dok. Persita)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya berpotensi jadi mimpi buruk bagi Persita Tangerang yang tengah dihantui krisis lini belakang. Catatan delapan laga tanpa clean sheet membuat duel di Stadion Gelora Bung Tomo pada 4 April 2026 diprediksi berjalan panas.

Tersisa sembilan laga pamungkas di Super League 2025/2026 untuk Pendekar Cisadane jalani musim ini. Pelatih Carlos Pena pun ingin para pemain untuk terus menunaikan tanggung jawabnya di setiap pertandingan.

Baca Juga: Ngerinya Inovasi Persija Jakarta! Fan Token Berbasis Blockchain Siap Ubah Cara Jakmania Dukung Klub

Yang terdekat tentu saja laga tandang ke Surabaya guna menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya. Laga ini menjadi krusial karena bisa menentukan posisi akhir kedua tim di papan klasemen.

Menariknya jelang hadapi Persebaya Surabaya, Persita Tangerang punya dua fakta unik yang kontras. Produktivitas lini depan meningkat, namun pertahanan justru terlihat sangat rapuh.

Dalam lima pertandingan terakhir, Persita mampu mencetak 10 gol yang menunjukkan efektivitas serangan mereka. Namun di sisi lain, mereka belum mencatatkan clean sheet dalam delapan pertandingan terakhir.

Kondisi ini tentu jadi perhatian serius bagi Carlos Pena yang harus segera menemukan solusi. Apalagi Green Force dikenal punya daya gedor tinggi saat bermain di kandang sendiri.

Persiapan pun sudah mulai dilakukan sejak awal pekan ini setelah para pemain mendapat libur Idul Fitri. Tim kembali dikumpulkan untuk memulihkan fokus dan kebugaran jelang laga berat.

“Para pemain sudah kembali dari masa liburan mereka dan kita pun sudah melakukan latihan selama sepekan sebelum hari raya,” buka Carlos Pena.

“Mereka dalam kondisi baik, karena kami terus memberikan sesi latihan individu kepada mereka di masa jeda kali ini.”

Baca Juga: Tangis di Meksiko, Sejarah di Depan Mata! Frans Putros Bawa Nama Persib Bandung ke Piala Dunia 2026

Carlos Pena menegaskan pentingnya tanggung jawab sebelum berbicara soal motivasi. Ia ingin seluruh pemain tetap menjaga disiplin hingga akhir musim.

“Pertama-tama, sebelum motivasi, ada tanggung jawab dan disiplin. Setiap orang dalam skuad benar-benar berkomitmen untuk berjuang meraih 3 poin di setiap pertandingan,” papar Pena.

“Kami telah melakukan ini sejak pertandingan pertama musim ini dan akan terus melakukannya hingga pertandingan terakhir. Ada tujuan kolektif dan individu yang ingin kami capai dan kami benar-benar fokus pada hal itu,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi Persita tidaklah ringan dalam dua bulan terakhir kompetisi. Jadwal padat menuntut konsistensi sekaligus kedalaman skuad yang mumpuni.

Pada bulan April saja, Persita harus menjalani lima pertandingan dengan intensitas tinggi. Situasi ini jelas menguras tenaga dan mental para pemain jika tidak dikelola dengan baik.

Laga tandang menjadi ujian tersendiri bagi Pendekar Cisadane. Mereka harus menghadapi Persebaya Surabaya, Persik Kediri, PSIM Yogyakarta, Borneo FC, hingga Malut United FC.

Tidak hanya itu, mereka juga wajib memaksimalkan laga kandang untuk mengamankan poin. Sejumlah tim kuat seperti Arema FC, Bali United, Persijap Jepara, dan Persis Solo siap menantang di Indomilk Arena.

Menariknya, performa kandang Persita musim ini terbilang cukup impresif. Mereka menempati posisi keempat dalam klasemen khusus kandang dengan raihan 26 poin.

Catatan tersebut hanya kalah dari tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta. Ini menjadi modal penting untuk menjaga posisi mereka di papan atas.

Namun kembali lagi, masalah utama tetap ada di sektor pertahanan. Tanpa perbaikan signifikan, ancaman dari Persebaya Surabaya bisa menjadi bencana nyata.

Green Force dikenal agresif saat tampil di depan publik sendiri. Dukungan suporter di Gelora Bung Tomo seringkali menjadi energi tambahan yang sulit dibendung tim tamu.

Jika Persita gagal memperbaiki organisasi pertahanan, bukan tidak mungkin tren tanpa clean sheet akan berlanjut. Bahkan, mereka bisa pulang dengan hasil yang mengecewakan.

Sebaliknya, jika mampu menyeimbangkan lini depan dan belakang, Persita masih punya peluang mencuri poin. Kunci utamanya ada pada disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.

Duel ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian mental bagi kedua tim. Persebaya Surabaya ingin menjaga dominasi, sementara Persita berusaha mematahkan tren buruk mereka.

Dengan segala fakta yang ada, laga ini layak dinantikan. Apakah Persita mampu menghentikan krisis clean sheet, atau justru Persebaya Surabaya yang kembali berpesta gol? Menarik untuk dinantikan.

EDITOR: Hendra