← Beranda
Meski di Papan Tengah Super League, PSIM Masih Terancam Degradasi: Ini Kata Van Gastel
Andre Rizal HanafiJumat, 3 April 2026 | 13.16 WIB
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel. (Istimewa)

 

JawaPos.com–PSIM Jogjakarta akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Dewa United FC dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Super League 2025/26. Pertandingan yang digelar di Banten International Stadium, Serang, Jumat (3/4) pukul 19.00 WIB, menjadi salah satu momen penting bagi Laskar Mataram dalam menjaga posisi mereka di klasemen.

Dengan menyisakan sembilan pertandingan kompetisi super league musim ini, PSIM masih terus berupaya menjauh dari ancaman degradasi. Saat ini, tim asuhan Jean Paul Van Gastel berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 38 poin.

Meski terlihat cukup aman, Jean Paul Van Gastel menegaskan, situasi tersebut belum sepenuhnya membuat PSIM tenang. Pelatih asal Belanda itu menyebut PSIM masih membutuhkan tambahan kemenangan untuk benar-benar mengamankan posisi di klasemen super league.

Baca Juga: Prediksi Arema vs Malut United: Tuan Rumah Pincang, Tim Tamu Lebih Siap Menang

Jean Paul Van Gastel meminta para pemain PSIM tampil fokus dan tidak lengah di sisa laga kompetisi super league. Terutama saat menghadapi Dewa United yang dikenal memiliki kualitas skuad yang solid.

Sejak awal musim, PSIM memang memasang target realistis, yakni bertahan di kasta tertinggi. Prinsip tersebut masih dipegang hingga kini. Van Gastel pun menegaskan bahwa timnya akan berjuang keras setidaknya untuk tidak pulang dengan tangan kosong dari laga tandang ini.

Catatan performa PSIM sejauh ini cukup unik. Dari 25 pertandingan yang telah dijalani, mereka meraih sembilan kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya lima kekalahan.

Baca Juga: Prediksi Dewa United vs PSIM: Tuan Rumah Diunggulkan, Laskar Mataram Siap Kejutkan

Jumlah hasil imbang tersebut menjadi yang terbanyak di antara kontestan lain, menunjukkan karakter tim yang sulit dikalahkan meski belum konsisten meraih kemenangan. Laga melawan Dewa United juga menjadi tantangan tersendiri karena berlangsung setelah jeda kompetisi akibat libur Lebaran.

PSIM sempat meliburkan pemain selama enam hari sebelum kembali menjalani persiapan intensif selama dua pekan terakhir. Van Gastel mengakui bahwa kondisi ini bisa menjadi faktor penentu, mengingat ritme permainan tim harus kembali dibangun. Namun dia tetap optimistis anak asuhnya mampu tampil kompetitif.

Di sisi lain, Dewa United bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Tim yang dilatih Jan Olde Riekerink tersebut memiliki pengalaman dan kualitas, termasuk kiprahnya di kompetisi Asia.

Hal ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal. PSIM pun diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan mereka.

Setidaknya, satu poin dari laga tandang ini bisa menjadi modal penting dalam upaya mereka mengamankan posisi hingga akhir musim.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah