← Beranda
Cedera Hantui Persebaya, Jadwal Neraka April Jadi Ujian Mental
Andre Rizal HanafiJumat, 3 April 2026 | 02.34 WIB
Bruno Paraiba diperkirakan absen saat Persebaya menghadapi Persita karena kembali cedera. (Persebaya)

 

 

 

 

JawaPos.com-Perjalanan Persebaya Surabaya di lanjutan BRI Super League 2025/26 memasuki fase yang tidak mudah. Bulan April menjadi periode krusial bagi tim berjuluk Green Force itu, bukan hanya karena padatnya jadwal pertandingan, tetapi juga kondisi tim yang belum sepenuhnya ideal.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares secara terbuka mengakui bahwa kondisi kebugaran pemain masih jauh dari kata maksimal.

Sejumlah pemain masih bergelut dengan cedera, bahkan beberapa di antaranya baru kembali mengikuti sesi latihan bersama tim.

Situasi ini berdampak langsung pada performa Persebaya dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim terpaksa menurunkan pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik, sehingga permainan di lapangan tidak bisa berjalan optimal.

Tavares menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Ia bersama tim medis kini terus bekerja untuk mempercepat proses pemulihan pemain agar bisa segera kembali berkontribusi.

“Kami bekerja sama dengan departemen medis untuk memperbaiki kondisi ini. Tidak masuk akal jika klub membayar pemain tetapi mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam pemulihan daripada latihan,” ujar Tavares dikutip dari ileague.id.

Selain persoalan kebugaran, jadwal padat sepanjang April semakin menambah beban. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Persebaya harus melakoni lima pertandingan penting melawan tim-tim kuat.

Mereka dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang, Persija Jakarta, Madura United FC, Malut United FC, hingga laga penuh gengsi melawan Arema FC.

Rangkaian laga ini tentu menjadi ujian konsistensi sekaligus mental bagi tim asal Surabaya tersebut.

Menurut Tavares, kombinasi antara jadwal yang rapat dan kedalaman skuad yang terbatas menjadi tantangan utama saat ini. Kondisi ini membuat tim harus ekstra cermat dalam mengatur rotasi pemain

“Ini menjadi masalah bagi kami karena skuat tidak terlalu dalam dan banyak pemain yang cedera. Itu adalah tantangan utama,” jelasnya.

Dalam situasi seperti ini, Persebaya dituntut berjalan di garis tipis. Di satu sisi, mereka harus menjaga intensitas latihan agar tetap kompetitif. Namun di sisi lain, risiko cedera tambahan juga harus dihindari.

Sebagai langkah antisipasi, tim pelatih menerapkan berbagai program pemulihan untuk menjaga kondisi pemain tetap stabil. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada tambahan pemain yang harus menepi.

“Kami melakukan banyak program pemulihan untuk mencegah cedera tambahan. Kami ingin menjaga intensitas dan agresivitas dalam latihan,” tambah Tavares.

Baca Juga: Persaingan Ketat Menuju BRI Super League, PSS Sleman Andalkan Kombinasi Ideal Tim

Saat ini, Persebaya berada di posisi ke-7 klasemen sementara dengan raihan 39 poin. Dengan situasi yang ada, konsistensi dan manajemen kondisi pemain akan menjadi kunci bagi Green Force untuk tetap bersaing di papan atas. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan