← Beranda
Tak Ada Jalan Mundur bagi Persebaya Surabaya, Pilih Fokus Perbaiki Kelemahan saat Menjamu Persita di GBT
Edi YuliantoRabu, 25 Maret 2026 | 17.09 WIB
Skuad Persebaya Surabaya kembali berlatih usai libur Idulfitri untuk menatap lima laga krusial April 2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana bangkit setelah terjatuh dalam berkompetisi, salah satunya di Super League 2025/2026.

Itulah yang kini tengah dijalani Persebaya Surabaya usai hasil pahit sebelum jeda kompetisi. Bagi pelatih Bernardo Tavares, kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda bukan sekadar angka di papan skor, melainkan beban emosional yang harus segera diurai.

“Kalah dengan skor 5-1 bukanlah hal yang mudah. Sebagai pelatih, saya merasa sangat buruk,” kata Bernardo Tavares.

Baca Juga: Pernyataan Bernardo Tavares Tentang Kondisi Pemain Persebaya Surabaya Usai Libur Lebaran

Apalagi, yang membuat situasi semakin menantang adalah jeda pertandingan yang cukup panjang. Sehingga tidak ada kesempatan langsung untuk membalas atau memperbaiki keadaan di lapangan.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, dia memilih jalan evaluasi. Mengajak pemain menonton kembali pertandingan dan membedah setiap momen yang menjadi titik lemah.

“Kami ingin mengadakan pertemuan individual dan juga dengan tim tentang hal-hal yang belum kami lakukan dengan baik,” ujar Tavares.

Baca Juga: Bursa Transfer Gacor! Persebaya Surabaya Dikabarkan Bajak Yuran Fernandes dan Victor Dethan dari PSM Makassar Musim Depan

Dalam proses itu, dia menemukan bahwa masalah tidak hanya bersifat teknis. Ada faktor mental yang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Menurutnya, lawan tampil lebih agresif, lebih cepat, dan lebih siap memenangkan duel.

“Jika kita ingin menjadi tim yang bagus, kita perlu bermain cepat dan memenangkan duel,” imbuhnya.

Menariknya, banyak situasi yang sebenarnya sudah diprediksi sebelum pertandingan berlangsung. Saat menghadapi Borneo FC, tim pelatih telah mengingatkan soal kekuatan lawan dalam bola mati dan tembakan jarak jauh. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik.

“Kami sudah memperingatkan, kami sudah menunjukkan video. Tapi, gol terjadi dari situasi yang sudah kami bahas,” kata pelatih asal Portugal itu.

Kini, baginya menjadi pelajaran penting bahwa persiapan yang baik harus diikuti dengan eksekusi yang maksimal.

Selanjutnya, fokus Persebaya bukan lagi pada hasil yang telah berlalu, melainkan pada apa yang bisa diperbaiki. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk kembali ke performa terbaik.

Persebaya akan menghadapi laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (4/4) mendatang.

EDITOR: Edi Yulianto