← Beranda
Pernyataan Bernardo Tavares Tentang Kondisi Pemain Persebaya Surabaya Usai Libur Lebaran
Edi YuliantoRabu, 25 Maret 2026 | 15.34 WIB
Bruno Paraiba kembali berlatih bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Persijap Jepara. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjalani latihan di tengah jeda kompetisi Super League 2025/2026. Meskipun libur Lebaran sering menjadi jeda yang dinanti para pemain, namun masa istirahat bukan berarti kehilangan ritme bagi para pemain Green Force.

Saat kembali berlatih bersama di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (23/3) sore, pemain langsung menunjukkan kedisiplinan yang membuat pelatih Bernardo Tavares merasa optimistis.

“Ya, semua pemain memiliki beban latihan yang sama. Para pemain mengirimkan video setiap hari dengan program yang telah kami tentukan,” ujarnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Gacor! Persebaya Surabaya Dikabarkan Bajak Yuran Fernandes dan Victor Dethan dari PSM Makassar Musim Depan

Sehingga, hal ini membuat kondisi fisik pemain tetap terjaga. Tidak ada lonjakan berat badan, tidak ada penurunan signifikan dalam kebugaran.

Namun, di balik itu, pelatih asal Portugal menyadari bahwa setiap pemain memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang harus menjaga performa, ada pula yang masih berjuang pulih dari cedera.

Seperti diketahui selama beberapa bulan terakhir, satu persoalan kerap menghantui Persebaya adalah cedera pemain. Dia melihat hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sesuatu yang harus dibenahi secara sistematis.

Baca Juga: Jangan Pernah Menyerah! Bernardo Tavares Ultimatum Persebaya Surabaya Jelang 9 Laga Final Super League 2025/2026

“Tidak masuk akal bagi klub untuk merekrut pemain dan kemudian pemain tersebut lebih banyak cedera daripada membantu tim di lapangan,” tegas Bernardo Tavares.

Dia pun mulai membangun komunikasi dengan tim medis dan manajemen. Fokusnya jelas mencegah cedera sejak awal, bukan hanya mengobati.

Mulai dari peningkatan fasilitas, perawatan, hingga metode pemulihan menjadi bagian dari rencana jangka panjang.

Sebab, menurutnya, tim yang kuat bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga kompetisi di dalamnya. Untuk itu, pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai Persebaya masih perlu meningkatkan persaingan internal agar setiap pemain terdorong tampil maksimal.

“Ketika tidak ada persaingan, pemain tidak bermain di level tertinggi,” pungkasnya.

EDITOR: Edi Yulianto