← Beranda
Duka Mendalam Como 1907: Warisan Besar Michael Bambang Hartono yang Tak Tergantikan
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 Maret 2026 | 03.21 WIB
Michael Bambang Hartono dikenang sebagai pengusaha visioner sekaligus tokoh penting di balik kemajuan olahraga Indonesia. (Como 1907)

 

JawaPos.com–Kabar wafatnya Michael Bambang Hartono langsung mengguncang banyak kalangan, termasuk dunia sepak bola internasional. Klub Italia Como 1907 menjadi salah satu yang menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok berpengaruh tersebut.

”Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group,” tulis Como 1907 dalam pernyataan resminya.

Klub tersebut juga menegaskan peran penting keluarga Hartono dalam perjalanan mereka.

Baca Juga: Bos Djarum Bambang Hartono Wafat di Singapura, Owner Kendal Tornado FC Ungkap Belasungkawa

”Di bawah kepemimpinan keluarga, Klub telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenang beliau dengan rasa syukur dan hormat,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, kabar duka memang telah menyelimuti dunia bisnis Indonesia sejak Kamis, 19 Maret 2026. Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia dan informasi itu dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan melalui pernyataan resmi.

Dia mengembuskan napas terakhir di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat.

Baca Juga: Noa Lang Jalani Operasi Ibu Jari Tangan Kanan di Liverpool

”Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” kata Budi dalam keterangan resmi.

Kepergian tokoh besar ini langsung menjadi perhatian luas publik. Hal itu tak lepas dari kontribusinya yang sangat besar dalam membangun dunia usaha nasional hingga mencapai level global.

Michael dikenal sebagai figur sentral di balik perkembangan Grup Djarum yang begitu pesat. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, dia melanjutkan bisnis keluarga yang dirintis sang ayah, Oei Wie Gwan.

Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Djarum tumbuh menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Bisnisnya tak hanya kuat di industri tembakau, tetapi juga merambah berbagai sektor strategis lainnya.

Nama Michael Bambang Hartono bahkan kerap masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi lembaga internasional. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan capaian yang telah dia raih sepanjang hidupnya.

Namun, kiprahnya tidak hanya berhenti di dunia bisnis semata. Dia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation yang fokus pada pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya.

Baca Juga: Rahasia Taktik Hansi Flick: Mengapa Peran Raphinha Lebih Krusial dari Lamine Yamal?

Kontribusinya di bidang olahraga sangat terasa, terutama melalui PB Djarum. Dari sana lahir banyak atlet bulu tangkis berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Tak banyak yang tahu, Michael juga merupakan atlet bridge nasional yang berprestasi. Dia bahkan pernah meraih medali perunggu di kejuaraan dunia bridge dan tampil di ajang Asian Games 2018.

Dedikasinya di dunia olahraga mendapatkan apresiasi langsung dari pemerintah. Dia pernah menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo atas kontribusinya tersebut.

Baca Juga: Salah Satunya Bruno Moreira! Berikut 5 Pemain Persebaya Surabaya yang Sering Cetak Gol di Gelora Bung Tomo

Kini, kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan jejak panjang yang sulit tergantikan. Tidak hanya bagi keluarga dan perusahaan, tetapi juga bagi dunia olahraga, sosial, dan bisnis di Indonesia.

Warisan yang dia tinggalkan bukan sekadar angka dan aset bisnis. Lebih dari itu, dia meninggalkan inspirasi tentang kerja keras, konsistensi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih melakukan proses pengurusan jenazah. Duka yang dirasakan pun masih begitu mendalam bagi banyak pihak yang mengenal dan merasakan dampak dari kiprahnya.

Baca Juga: Alvaro Arbeloa Tarik Rudiger usai Ketegangan dengan Pep Guardiola Pasca Laga

Kepergiannya menjadi kehilangan besar yang dirasakan lintas sektor. Sosoknya akan terus dikenang sebagai salah satu tokoh penting yang membentuk wajah industri dan olahraga Indonesia modern.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah