← Beranda
153 Kali Bikin Kesalahan di Pertahanan! Bernardo Tavares Evaluasi Persebaya Surabaya Jelang Lawan Persita Tangerang
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 13 Maret 2026 | 23.56 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta evaluasi total setelah Green Force hanya meraih empat poin sepanjang Ramadhan. (ILeague)

 

JawaPos.com–Gelombang kritik menghantam lini belakang Persebaya Surabaya setelah kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda. Statistik terbaru bahkan mengungkap angka mencengangkan yang memicu perdebatan publik.

Persebaya Surabaya tercatat sudah membuat 153 kesalahan di pertahanan hingga pekan ke-25 Super League 2025/2026. Catatan itu membuat lawan mendapat peluang tembakan ke gawang Green Force sepanjang musim termasuk saat lawan Borneo FC.

Situasi tersebut menjadi sorotan tajam setelah kekalahan 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada laga super league pekan sebelumnya. Banyak pihak menilai lini pertahanan Green Force Persebaya Surabaya tampil rapuh dan mudah ditembus.

Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks Masuk Jajaran Bek Tengah Paling Produktif di 5 Liga Top Eropa!

Namun pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memilih berdiri di garis depan untuk melindungi para pemainnya. Dia menolak narasi yang menyalahkan satu pemain dalam kekalahan tersebut.

Menurut Tavares, kesalahan dalam sepak bola tidak bisa dilihat dari satu momen saja. Sebaliknya, semua pemain harus memikul tanggung jawab secara kolektif.

”Gol keempat terjadi karena kesalahan individu, bek tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain,” tegas Bernardo Tavares.

Baca Juga: Rahasia Kemenangan Real Madrid atas Manchester City di Liga Champions: Rekor Lari Terjauh Musim Ini

Pernyataan itu sekaligus meredam sorotan yang sempat mengarah kepada salah satu bek tengah Persebaya Surabaya. Banyak pengamat menilai momen terjatuhnya pemain tersebut menjadi titik krusial terciptanya gol keempat lawan.

Tavares menilai memojokkan satu pemain justru berbahaya bagi mental tim. Terlebih, Green Force masih memiliki pertandingan penting yang harus dijalani dalam beberapa pekan ke depan.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang pada pekan ke-26 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 4 April.

Laga itu memiliki arti penting bagi Green Force yang ingin segera bangkit. Dukungan Bonek di kandang sendiri diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri tim.

Di tengah kritik yang bermunculan, statistik performa pertahanan Persebaya Surabaya sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Tim ini masih mencatat sejumlah indikator positif sepanjang musim.

Green Force sudah mengoleksi 7 clean sheets hingga pekan ke-25 kompetisi. Catatan tersebut menunjukkan lini belakang mereka juga mampu tampil solid dalam sejumlah pertandingan.

Baca Juga: Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA Setelah Dorong Ball Boy di Laga PSG vs Chelsea

Selain itu, Persebaya Surabaya memiliki rata-rata 1,2 kebobolan per pertandingan. Angka tersebut masih tergolong kompetitif dalam ketatnya persaingan Super League musim ini.

Dalam aspek bertahan aktif, para pemain Green Force juga cukup agresif. Mereka mencatat 37,9 intersep per pertandingan yang menunjukkan intensitas tinggi dalam memutus serangan lawan.

Performa penjaga gawang juga cukup membantu tim. Rata-rata terdapat 3,4 penyelamatan per pertandingan yang dilakukan untuk menjaga gawang tetap aman.

Baca Juga: Menuju Akhir Musim Premier League: Arsenal di Depan, Manchester City Siap Menekan

Tidak hanya itu, Persebaya Surabaya juga mencatat 70,2 bola berhasil direbut kembali setiap laga. Angka ini menunjukkan kerja keras kolektif para pemain dalam memenangkan duel dan transisi.

Meski begitu, angka 153 error leading to shot tetap menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki. Kesalahan kecil dalam pertahanan sering kali berubah menjadi peluang berbahaya bagi lawan.

Bernardo Tavares mengakui evaluasi terhadap aspek tersebut sedang dilakukan secara menyeluruh. Dia menegaskan tim pelatih terus menganalisis setiap pertandingan untuk menemukan solusi terbaik.

Pelatih asal Portugal itu juga menjelaskan filosofi permainan Persebaya Surabaya yang cenderung terbuka. Pendekatan tersebut memang berisiko, tetapi dianggap penting untuk menjaga identitas tim.

Tavares mengatakan timnya selalu memilih untuk tetap menyerang meski sedang tertinggal. Baginya, menyerah di tengah pertandingan bukanlah pilihan bagi Green Force.

”Ketika kami tertinggal, kami memiliki dua pilihan: menyerah atau tetap mencoba bermain. Kami memilih untuk terus mencoba menyerang, namun ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol,” jelas Bernardo Tavares.

Pendekatan menyerang tersebut memang membuat ruang di lini belakang terbuka. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Borneo FC Samarinda untuk menambah gol.

Baca Juga: Calvin Verdonk Hanya Jadi Penghangat Bangku Cadangan Saat Lille Kalah dari Aston Villa

Ke depan, Tavares ingin menyeimbangkan karakter menyerang dengan organisasi pertahanan yang lebih rapi. Hal itu menjadi fokus utama selama masa persiapan menuju pertandingan berikutnya.

Persebaya Surabaya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk melakukan pembenahan. Masa jeda ini dimanfaatkan untuk memperbaiki taktik sekaligus mengembalikan suasana positif di ruang ganti.

Menurut Tavares, mentalitas pemain menjadi faktor penting dalam proses kebangkitan tim. Dia tidak ingin kekalahan di Samarinda terus membayangi performa anak asuhnya.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Tidak Tepat Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Faktor Keamanan Jadi Alasan

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut menegaskan evaluasi tetap dilakukan dengan pendekatan konstruktif. Tujuannya agar pemain belajar dari kesalahan tanpa kehilangan kepercayaan diri.

”Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik di masa depan,” ujar Bernardo Tavares.

Dia berharap Green Force bisa menunjukkan wajah berbeda saat menghadapi Persita Tangerang. Target utama tentu meraih kemenangan di depan ribuan Bonek.

Baca Juga: Jeda Kompetisi Dimanfaatkan PSS Sleman untuk Evaluasi Tim, Pieter Huistra Soroti Detail Permainan

”Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan Persita,” tandas Tavares.

Jika evaluasi berjalan sesuai rencana, pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjadi momentum kebangkitan Persebaya Surabaya. Bonek tentu berharap Green Force kembali tampil solid dan menghapus bayang-bayang kekalahan telak sebelumnya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah