JawaPos.com — Perjalanan Dewa United Banten FC di ajang AFC Challenge League 2025/2026 harus berakhir pahit. Bermain di kandang sendiri, mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Manila Digger FC sehingga gagal melaju ke semifinal.
Hasil pertandingan leg kedua perempat final yang berlangsung di Stadion Sport Center Kelapa Dua, Kamis (12/3/2026) malam itu membuat Dewa United tersingkir.
Tim berjuluk Banten Warriors kalah agregat 2-3 dari wakil Filipina tersebut.
Sejak awal pertandingan, Dewa United berusaha tampil agresif di hadapan pendukungnya. Serangan demi serangan dibangun untuk mengejar ketertinggalan agregat dari pertemuan pertama di Manila.
Namun justru Manila Digger yang lebih dulu mencetak gol pembuka. Tim tamu sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah pada menit ke-35.
Gol tersebut dicetak penyerang Manila, Ousman Gai, setelah memanfaatkan miskomunikasi pemain belakang Dewa United.
Bola yang terlepas di area pertahanan membuat Gai dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.
Setelah tertinggal, Dewa United berusaha meningkatkan tekanan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi solidnya pertahanan Manila membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan tim tamu. Situasi tersebut membuat tugas Dewa United semakin berat di babak kedua.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Hanya Raih 4 Poin di Bulan Ramadhan, Rachmat Irianto Siap Comeback!
Memasuki paruh kedua pertandingan, kondisi semakin tidak menguntungkan bagi tuan rumah. Pada menit ke-52, Manila Digger kembali mencetak gol melalui sundulan Modou Joof setelah memanfaatkan situasi tendangan bebas.
Bola hasil sundulan Joof meluncur deras ke sudut gawang dan gagal dijangkau kiper Dewa United. Skor berubah menjadi 0-2 dan membuat tekanan kepada tuan rumah semakin besar.
Tertinggal dua gol membuat Dewa United meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66.
Bek tengah Damion Lowe berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sundulan keras memanfaatkan sepak pojok. Gol tersebut sekaligus membangkitkan semangat para pemain tuan rumah untuk terus menyerang.
Momentum itu dimanfaatkan Dewa United untuk terus menekan pertahanan Manila Digger. Upaya mereka akhirnya kembali berbuah gol pada menit ke-81.
Berawal dari kemelut di depan gawang lawan, Damion Lowe kembali muncul di posisi yang tepat. Ia menyambar bola liar dan mengirimkannya ke dalam gawang sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Di sisa waktu pertandingan, Banten Warriors berusaha mencari gol kemenangan. Mereka terus menggempur pertahanan Manila demi memaksa laga berlanjut atau bahkan membalikkan keadaan agregat.
Namun rapatnya pertahanan Manila Digger membuat peluang demi peluang gagal dimaksimalkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tetap bertahan.
Hasil tersebut memastikan Dewa United harus mengakhiri perjalanan mereka di AFC Challenge League musim ini. Manila Digger berhak melangkah ke babak semifinal dengan keunggulan agregat 3-2.
Usai pertandingan, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam dalam sesi konferensi pers.
Baca Juga: Persija Jakarta Menghitung Peluang Juara Super League, Bambang Pamungkas Blak-blakan Bikin Simulasi
Ia menilai timnya sebenarnya sudah mempelajari karakter permainan lawan sejak pertemuan sebelumnya.
“Tentu kami sangat kecewa. Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik,” ujarnya.
“Mereka bermain dengan sembilan pemain asal Gambia sehingga identitas permainan mereka sangat jelas.”
“Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika, jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis.”
Pelatih asal Belanda itu juga mengungkapkan situasi di babak pertama menjadi lebih sulit setelah salah satu pemain kunci mengalami cedera.
Kondisi tersebut membuat rencana permainan tim harus berubah lebih cepat dari yang direncanakan.
“Hal itu juga terlihat pada babak pertama. Kami sedikit tidak beruntung karena penyerang kami, Alex Martins, mengalami cedera,” jelasnya.
Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut. Menurut saya kami bermain lebih baik, tetapi mereka justru terlihat lebih berbahaya.”
Jan Olde juga menyoroti gol pertama yang lahir akibat miskomunikasi di lini pertahanan timnya. Meski demikian, ia mengakui anak asuhnya belum mampu menciptakan banyak peluang berbahaya di babak pertama.
“Kemudian karena sebuah miskomunikasi mereka berhasil mencetak gol pembuka,” katanya.
Baca Juga: Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia setelah Lima Tahun, Pelatih Persik Kediri Buka Suara
“Sejujurnya, meskipun kami bermain lebih baik, kami tidak menciptakan banyak peluang. Terutama di fase akhir serangan, mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka tim yang kuat secara fisik.”
Memasuki babak kedua, Dewa United kembali kebobolan melalui situasi bola mati. Namun perubahan taktik kemudian dilakukan untuk meningkatkan daya serang tim.
“Gol kedua berasal dari situasi tendangan bebas. Meski begitu, saya tetap percaya kepada tim. Kami sudah menyiapkan skenario jika harus mencetak gol. Pada momen itu kami memutuskan untuk bermain lebih oportunis,” lanjutnya.
Perubahan strategi tersebut terbukti meningkatkan tekanan Dewa United hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui dua gol Damion Lowe. Sayangnya, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mencetak gol kemenangan.
“Setelah perubahan tersebut kami mulai menciptakan peluang dan berhasil mencetak dua gol,” ucapnya.
“Di akhir pertandingan tentu saja sedikit faktor keberuntungan juga diperlukan karena bola beberapa kali jatuh di area yang tidak menentu. Situasinya seperti perjudian untuk mendapatkan bola kedua.”
“Mereka juga memiliki satu peluang bagus di akhir laga, tetapi jika sedikit lebih beruntung kami sebenarnya bisa mencetak gol ketiga dan menang 3-2,” tutupnya.
“Namun pada akhirnya kami harus tersingkir dari kompetisi ini, dan tentu saja itu bukanlah tujuan kami.”