← Beranda
8 Pemain Persebaya Surabaya Terancam Pergi Gratis! Ujian Besar Bernardo Tavares Jelang Akhir Super League
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 12 Maret 2026 | 18.02 WIB
Sejumlah pemain inti Persebaya Surabaya menghadapi ketidakpastian masa depan karena kontrak mereka akan habis pada akhir musim Super League 2025-2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi momen krusial menjelang akhir musim Super League 2025/2026. Delapan pemain penting berpotensi meninggalkan klub secara gratis karena kontrak mereka habis dalam tiga bulan ke depan.

Situasi ini membuat masa depan skuad Persebaya Surabaya menjadi sorotan. Keputusan manajemen dan pelatih Bernardo Tavares akan menentukan arah tim menghadapi musim berikutnya.

Jika tidak segera mengambil langkah, klub berisiko kehilangan sejumlah pemain inti tanpa mendapatkan kompensasi transfer.

Kondisi ini tentu bisa memengaruhi stabilitas tim yang sedang berusaha menjaga konsistensi performa di akhir kompetisi.

Sejumlah pemain yang kontraknya akan habis memiliki peran penting sepanjang musim. Mereka bukan hanya pelapis, tetapi juga bagian dari kerangka utama tim.

Dari sektor penjaga gawang, dua nama masuk dalam daftar pemain dengan kontrak yang segera berakhir. Mereka adalah kiper utama tim serta pelapis yang selama ini menjaga kedalaman skuad.

Baca Juga: Bonek Ikut Bereaksi! Kekalahan Arema FC dari Bhayangkara FC Disorot karena Dianggap Rugikan Persebaya Surabaya

Ernando Ari

Ernando Ari tercatat memiliki kontrak hingga 31 Mei 2026. Penjaga gawang andalan tim nasional Indonesia itu menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang musim.

Andhika Ramadhani

Sementara itu, Andhika Ramadhani juga berada dalam situasi serupa. Kontraknya bersama Persebaya Surabaya akan berakhir pada 30 Juni 2026.

Di lini tengah dan depan, dua pemain yang cukup berpengaruh juga masuk daftar tersebut. Mereka adalah kapten tim Bruno Moreira dan penyerang asing Bruno Paraiba.

Bruno Moreira

Bruno Moreira memiliki kontrak hingga 30 April 2026. Pemain asal Brasil itu dikenal sebagai motor serangan sekaligus figur pemimpin di ruang ganti tim.

Perannya tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga dalam menjaga mental dan motivasi pemain. Kehilangan Bruno Moreira tentu menjadi risiko besar bagi stabilitas tim.

Baca Juga: Persija Jakarta Pecahkan Rekor Penonton! Salip Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Super League

Bruno Paraiba

Nama berikutnya adalah Bruno Paraiba yang kontraknya akan habis di akhir musim 2025/2026. Penyerang tersebut masih berada dalam tahap evaluasi setelah performanya dinilai belum sepenuhnya stabil.

Di sektor pertahanan, dua bek asing juga menghadapi situasi yang sama. Mereka adalah Leo Lelis dan Risto Mitrevski.

Leo Lelis

Leo Lelis merupakan salah satu bek yang cukup sering tampil musim ini. Namun kontraknya juga akan berakhir pada penghujung kompetisi.

Baca Juga: Dari Desa Konflik Kolombia ke Super League! Perjuangan Juan Villa Hingga Jadi Mimpi Buruk Persebaya Surabaya

Risto Mitrevski

Risto Mitrevski juga berada dalam kondisi serupa. Bek asal Makedonia Utara itu masih menjalani proses evaluasi performa oleh tim pelatih.

Selain pemain dengan kontrak permanen, dua pemain berstatus pinjaman juga akan menyelesaikan masa kerjanya di akhir musim. Mereka adalah Pedro Matos dan Riyan Ardiansyah.

Pedro Matos

Pedro Matos dipinjam untuk menambah kedalaman skuad di sektor sayap. Masa pinjamannya akan selesai bersamaan dengan berakhirnya kompetisi musim ini.

Riyan Ardiansyah

Riyan Ardiansyah juga berada dalam status yang sama. Pemain tersebut akan kembali ke klub asalnya setelah masa peminjaman berakhir.

Baca Juga: Bruno Paraíba Jadi Anomali! 5 Pemain Persebaya Surabaya dengan Menit Bermain Paling Sedikit di Era Bernardo Tavares

Jika tidak ada perpanjangan kontrak, Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan delapan pemain sekaligus. Situasi ini tentu akan memengaruhi kedalaman tim di sejumlah posisi vital.

Sektor penjaga gawang menjadi salah satu area paling rawan terdampak. Apalagi Ernando Ari selama ini dikenal sebagai salah satu kiper paling konsisten di Super League.

Performa stabilnya membuat ia menjadi pilihan utama di bawah mistar. Kehilangan sosok tersebut tentu akan menjadi pukulan besar bagi tim.

Di sisi lain, keputusan mempertahankan pemain juga harus mempertimbangkan strategi jangka panjang klub. Manajemen tidak hanya memikirkan stabilitas tim saat ini, tetapi juga regenerasi skuad.

Perpanjangan kontrak bisa menjadi langkah realistis untuk menjaga fondasi tim. Namun opsi perombakan besar juga tetap terbuka jika manajemen ingin melakukan penyegaran.

Pelatih Bernardo Tavares sebelumnya menegaskan pentingnya keseimbangan dalam membangun tim. Ia menilai setiap keputusan harus didasarkan pada kebutuhan skuad.

“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam wawancara sebelumnya.

Pernyataan itu menunjukkan proses evaluasi masih berlangsung di internal klub. Tim pelatih akan mempertimbangkan performa, kontribusi, serta kebutuhan taktik musim depan.

Bagi manajemen Persebaya Surabaya, waktu tiga bulan ke depan menjadi periode yang sangat menentukan. Keputusan kontrak pemain akan berdampak langsung terhadap arah pembangunan tim.

Jika sebagian besar pemain bertahan, stabilitas tim bisa tetap terjaga. Namun jika banyak yang hengkang, klub harus bergerak cepat mencari pengganti yang sepadan.

Situasi ini membuat akhir musim Super League 2025/2026 menjadi fase penting bagi masa depan Persebaya Surabaya.

Bukan hanya soal posisi di klasemen, tetapi juga tentang bagaimana klub membangun fondasi skuad musim berikutnya.

EDITOR: Banu Adikara