← Beranda
Bagaikan Langit dan Bumi! 5 Pemain Timnas Indonesia Paling Kaya dan Miskin Menit Bermain di Klub
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 11 Maret 2026 | 23.36 WIB
Perbedaan menit bermain pemain Timnas Indonesia di klub musim 20252026 menjelang FIFA Series Maret 2026. (Instagram @nathantjoeaon)

 

JawaPos.com–Menjelang FIFA Series akhir Maret 2026, performa para pemain Timnas Indonesia di klub masing-masing ikut menjadi sorotan. Perbedaan menit bermain yang sangat jauh membuat kondisi para pemain Garuda tampak bagaikan langit dan bumi.

Beberapa pemain tampil reguler hampir setiap pekan bersama klubnya sepanjang musim 2025/2026. Namun di sisi lain, ada juga pemain yang justru minim kesempatan tampil karena cedera atau persaingan ketat di klub.

Menjelang FIFA Series, sejumlah pemain Timnas Indonesia mencatatkan menit bermain terbanyak pada musim 2025/2026. Data tersebut menjadi indikator penting kesiapan fisik pemain sebelum memperkuat skuad Garuda pada laga internasional mendatang.

Baca Juga: Kabar Terbaru Mees Hilgers! Kirim Pesan Khusus ke Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Jelang FIFA Series 2026

Pemain dengan menit main terbanyak dapat menjadi modal bagi Timnas Indonesia untuk meraih hasil positif di kompetisi tahun ini. Termasuk FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 30 Maret mendatang.

Dari data yang beredar, terdapat lima pemain yang mencatatkan menit bermain terbanyak musim ini. Empat di antaranya merupakan pemain yang berkarier di luar negeri atau pemain abroad.

Sementara satu pemain lainnya berkompetisi di Super League Indonesia. Perbedaan ini menunjukkan kontribusi pemain diaspora tetap mendominasi dalam hal jam terbang di klub.

Baca Juga: Pro Kontra Denda Rp 250 Juta Persebaya Surabaya Komdis PSSI! Petasan dan Kembang Api Menyala di GBT

Kaya Menit Bermain

Nathan Tjoe A On

Nama pertama yang menempati posisi teratas adalah Nathan Tjoe A On. Pemain yang kini memperkuat Willem II Tilburg tersebut menjadi pemain Timnas Indonesia dengan menit bermain terbanyak musim ini.

Nathan Tjoe A On mencatatkan 2.512 menit bermain dari 29 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu menjadikannya salah satu pemain paling konsisten di klub sepanjang musim 2025/2026.

Sebelumnya, Nathan sempat memperkuat Swansea City sebelum akhirnya bergabung dengan klub kasta kedua Liga Belanda tersebut. Kepindahannya justru membuat kesempatan bermainnya meningkat drastis.

Baca Juga: Paul Munster Bongkar Resep Gacor! Bhayangkara FC Pecundangi Arema FC dan Salip Persebaya Surabaya

Sepanjang musim ini, pemain berusia 24 tahun itu mencatatkan satu gol dan satu assist. Statistik tersebut menunjukkan kontribusi Nathan tidak hanya bertahan, tetapi juga membantu serangan.

Jay Idzes

Di posisi kedua ada kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Bek tangguh tersebut menjalani musim yang cukup solid bersama klub Serie A, Sassuolo.

Jay Idzes mencatatkan 2.340 menit bermain dalam 27 pertandingan liga musim ini. Meski belum mencetak gol atau assist, perannya di lini pertahanan tetap sangat vital.

Baca Juga: Manchester United Siapkan Rp 1,02 Triliun untuk Gaet Federico Dimarco dari Inter Milan

Bek berusia 24 tahun itu dikenal sebagai pemimpin di lapangan dan sering dipercaya tampil sejak menit pertama. Konsistensi tersebut membuatnya tetap menjadi andalan di lini belakang klub maupun Timnas Indonesia.

Dean James

Pemain berikutnya yang memiliki menit bermain tinggi adalah Dean James. Bek kiri yang memperkuat Go Ahead Eagles tersebut juga tampil reguler sepanjang musim.

Dean James mencatatkan total 2.315 menit bermain dalam 31 pertandingan di berbagai kompetisi. Dia juga mampu menyumbang satu gol dan empat assist untuk timnya.

Baca Juga: Ompong di Depan, Persebaya Surabaya Harus Bergerak! Ramadhan Sananta Jadi Jawaban Krisis Striker?

Performa stabil tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling sering dimainkan pelatih klub. Konsistensi itu juga menjadi modal penting jika kembali dipercaya tampil di Timnas Indonesia.

Eliano Reijnders

Satu-satunya pemain dari Super League Indonesia dalam daftar ini adalah Eliano Reijnders. Bek sayap Persib Bandung itu juga tampil sangat konsisten sepanjang musim.

Eliano mencatatkan 2.285 menit bermain dalam 27 pertandingan. Ia tampil di dua kompetisi sekaligus yakni Super League Indonesia dan AFC Champions League Two 2025/2026.

Baca Juga: Persija Jakarta Tancap Gas di Era Digital! Gandeng VIDA, Administrasi Klub Kini Serba Elektronik dan Lebih Aman

Meski berposisi sebagai bek, Eliano mampu mencatatkan dua assist musim ini. Kontribusi tersebut memperlihatkan kemampuannya membantu serangan dari sisi sayap.

Emil Audero

Posisi kelima ditempati oleh Emil Audero. Kiper utama Timnas Indonesia tersebut memperkuat klub promosi Serie A, US Cremonese.

Sepanjang musim ini, Emil Audero telah mencatatkan 2.250 menit bermain dalam 25 pertandingan. Catatan tersebut menunjukkan ia menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

Baca Juga: Usai Kemenangan Telak Persita, Kapten Muhammad Toha Targetkan Poin Maksimal di Sisa Musim BRI Super League

Dalam periode tersebut, Emil mencatatkan delapan clean sheet. Namun gawangnya juga sudah kebobolan 33 gol sepanjang musim.

Miskin Menit Bermain

Jika lima pemain tadi memiliki menit bermain tinggi, situasi berbeda dialami beberapa pemain lainnya. Beberapa nama justru minim kesempatan bermain bersama klub masing-masing.

Ragnar Oratmangoen

Ragnar Oratmangoen menjadi pemain dengan menit bermain paling sedikit. Winger FC Dender tersebut hanya mencatatkan 277 menit musim ini.

Baca Juga: Persija Jakarta Dominasi Timnas Indonesia! Persebaya Surabaya Hanya Kirim Ernando Ari untuk FIFA Series 2026

Minimnya menit bermain tersebut disebabkan cedera lutut yang dialami sejak November lalu. Cedera itu membuatnya harus absen dalam sepuluh pertandingan klub.

Mauro Ziljstra

Nama berikutnya adalah Mauro Ziljstra. Penyerang muda Persija Jakarta itu hanya mencatatkan 291 menit bermain sepanjang musim ini.

Pemain berusia 21 tahun tersebut juga mengalami cedera. Kondisi itu membuatnya absen dalam laga terakhir melawan Borneo FC pada 3 Maret 2026.

Baca Juga: Bersinar di Tengah Krisis! Francisco Rivera Wakili Persebaya Surabaya di Starting XI Terbaik Pekan 24 Super League

Jens Raven

Jens Raven juga masuk daftar pemain dengan menit bermain rendah. Penyerang Bali United itu hanya mencatatkan 292 menit bermain sepanjang musim ini.

Usianya yang masih 20 tahun membuatnya masih dalam tahap perkembangan di klub. Persaingan di lini depan Bali United juga cukup ketat.

Ole Romeny

Situasi serupa dialami Ole Romeny. Penyerang yang memperkuat Oxford United tersebut hanya mencatatkan 429 menit bermain musim ini.

Baca Juga: 9 Pemain Baru Ini Tenggelam! Bomber Persebaya Surabaya Masuk Daftar Miskin Menit Bermain

Baru-baru ini Ole Romeny dikabarkan mengalami cedera fraktur kaki. Kondisi itu membuatnya absen saat Oxford United menghadapi Preston North End di Championship.

Elkan Baggott

Sementara itu, Elkan Baggott juga termasuk pemain dengan menit bermain rendah. Bek Ipswich Town tersebut hanya mencatatkan 614 menit bermain sepanjang musim.

Meski begitu, Elkan Baggott tetap menjadi sorotan karena kembali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Pengalamannya bersama skuad Garuda dianggap tetap penting.

Baca Juga: Diguyur Bonus Rp 100 Juta! Sentuhan Magis Imran Nahumarury Hidupkan Harapan Semen Padang

Sejak debut pada 2021, bek berpostur tinggi tersebut telah mengoleksi 23 penampilan bersama Timnas Indonesia. Pengalaman internasional itu bisa menjadi nilai tambah bagi skuad Garuda.

Perbedaan mencolok menit bermain ini tentu menjadi perhatian bagi tim pelatih Timnas Indonesia. Kondisi pemain yang rutin bermain biasanya lebih siap secara fisik dan ritme pertandingan.

Sebaliknya, pemain dengan menit bermain rendah perlu waktu beradaptasi kembali dengan intensitas pertandingan internasional. Hal itu bisa menjadi tantangan tersendiri menjelang FIFA Series.

Baca Juga: Lini Depan Persebaya Surabaya Mandul! Baru 22 Gol, Bonek Desak Datangkan Striker Tajam Seperti Ramadhan Sananta

Dengan komposisi pemain yang beragam tersebut, pelatih Timnas Indonesia harus jeli menentukan pilihan. Keseimbangan antara pengalaman, kondisi fisik, dan performa klub akan sangat menentukan kekuatan tim.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah