← Beranda
Mengenal Bonek Spesialis Away Luar Pulau: Fans Persebaya Surabaya Sekali Jalan Rata-Rata Habiskan Rp 1 Juta, Banyak Dibantu Bonek “Lokal”
Ali MahrusSenin, 9 Maret 2026 | 15.31 WIB
LOYALITAS TANPA BATAS: Armand (lima dari kiri) dan anggota Bonek Spesialis Luar Pulau naik kapal laut untuk mendukung Persebaya melawan Borneo FC. (Dok. Armand)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya tidak pernah kehabisan dukungan. Termasuk ketika harus menjalani laga tandang ke lokasi yang jauh. Ada Bonek yang khusus berangkat pada laga-laga away.

Ketika tiba di Samarinda, Armand langsung kepikiran bagaimana caranya dia bisa mendapat tiket pulang ke Surabaya. Tak heran jika pria asal Surabaya itu bingung. Sebab, dia berangkat away ke Samarinda pada momen mudik Lebaran. Mau tidak mau, dia harus berebut tiket dengan para pemudik.

“Sebenarnya, mencari tiket berangkat sih gampang. Yang susah justru mencari tiket pulang,” kata Armand saat dihubungi Jawa Pos. Namun, kekhawatiran itu tidak berlangsung lama. Sebab, Armand sudah mengantongi tiket pulang.

“Alhamdulillah kami dibantu oleh teman-teman Bonek di Samarinda untuk mendapat tiket pulang,” ujarnya. Armand tergabung dalam satu komunitas: Bonek Spesialis Luar Pulau. Kebetulan, Armand berstatus sebagai koordinator lapangan (korlap). Bersama 20 orang lainnya, dia bertolak dari Tanjung Perak pada Rabu (4/3) subuh. Kemudian mereka berlabuh di Samarinda pada Kamis (5/3) malam.

“Kelompok kami ini memang selalu berangkat saat Persebaya bermain di seluruh Indonesia. Walaupun namanya Bonek Spesialis Luar Pulau, kami juga berangkat setiap away ke lokasi mana pun. Tidak hanya di luar pulau,” beber Armand.

“Setiap akan away, kelompoknya membuat grup WhatsApp baru. Mereka memasukkan anggota yang akan berangkat.”

“Biasanya jumlah yang ikut away bervariasi. Kebetulan yang ke Samarinda ini ada 20 orang,” katanya.

Sebelum away, mereka menentukan tanggal keberangkatan. Setelah itu, para anggota membeli tiket secara mandiri.

“Jadi, semua membeli tiket sendiri-sendiri. Uang tidak dikumpulkan pada satu orang. Kami janjian di pelabuhan, baru berangkat bersama,” beber Armand. Setiap away, kocek yang dirogoh cukup lumayan. “Rata-rata habis Rp 1 juta sekali away,” tambahnya.

Baca Juga: Kejutan! Ezra Walian Comeback ke Timnas Indonesia Setelah Absen 4 Tahun, John Herdman Kepincut Kapten Persik Kediri

Selalu Disambut Hangat

Armand menyebut kelompoknya sudah menjalani away sejak 2017. “Dari ujung Sumatera sampai Papua, semua sudah pernah kami kunjungi,” katanya. Meski jauh dari Surabaya, mereka tidak pernah kesulitan di tanah orang. Sebab, pada setiap away selalu ada Bonek “lokal” yang menyambut.

“Seperti di Samarinda. Kami disambut oleh Bonek asal Surabaya yang tinggal di Kalimantan Timur. Kami juga diminta menginap di rumah beberapa rekan. Makanya kami tidak pernah bingung soal penginapan,” beber Armand.

Karena Bonek “lokal” pula, mereka tidak pernah kesulitan mencari tiket pertandingan. “Kami kadang membeli tiket secara online. Kalau tidak dapat, kadang dibantu oleh teman-teman supporter lokal,” katanya.

Lantas, apakah mereka tidak takut dengan aturan larangan away yang masih berlaku?

Armand menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan supporter tim lawan. “Kami sudah sepakat dengan supporter lawan bahwa kami akan masuk ke tribun tanpa memakai atribut sama sekali. Kami sebenarnya membawa bendera dan lain-lain. Namun saat di tribun, semuanya kami tinggal,” ungkap Armand.

Untungnya, mereka selalu bertemu pemain Green Force setiap away. “Saat official training, kami pasti menunggu mereka di luar stadion. Kami bertemu para pemain sebelum mereka naik ke bus,” tambahnya.

Sayang, dalam away kali ini mereka harus menelan pil pahit. Green Force dihajar 5-1 oleh tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda (7/3). “Harapannya, Persebaya bisa lebih serius lagi. Untuk kompetisi musim depan, harus lebih dipersiapkan agar bisa menjadi juara,” pungkas Armand. 

Baca Juga: Jelang Ladeni Persik Kediri, Thom Haye Buka Suara Soal Kondisi Internal Persib Bandung

EDITOR: Hendra