JawaPos.com - Setelah delapan tahun hiatus, turnamen sepak bola wanita kelompok usia bertajuk Piala Putri Nusantara kini hadir lagi. Tapi ajang tersebut tak lagi digelar di Jepara, melainkan di Sukabumi, Jawa Barat.
Piala Putri Nusantara II 2025 digelar selama tiga hari. Tepatnya dari 19 sampai 21 September 2025 di Stadion Korpri, Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Ini merupakan edisi kedua setelah edisi pertama digelar pada 2017.
Ya, Piala Putri Nusantara pernah diselenggarakan delapan tahun lalu. Saat itu ajang tersebut diikuti oleh banyak tim dari 11 provinsi. Namun turnamen sepak bola wanita ini menghilang karena ada ajang lain yang penting.
Tapi kini, delapan tahun setelah edisi pertama, Esti Puji Lestari selaku penggagas turnamen, menghidupkan lagi Piala Putri Nusantara. Penyelenggaraannya pun tak lagi di Jepara, melainkan di Kabupaten Sukabumi.
Pemilihan Sukabumi jadi daerah penyelenggara disebut Esti memiliki tujuan jelas. Yakni ingin membuat sepak bola putri di Kabupaten Sukabumi kembali bergairah.
"Ini diadakan lagi karena saya kembali ke Sukabumi untuk membuat sebuah terobosan, oh saya ingat pernah bikin Piala Putri Nusantara I, jadi Piala Nusantara II," terang Esti dalam keterangan resminya, Sabtu (20/9).
"Kenapa Kabupaten Sukabumi, karena ini tanah kelahiran saya dan saya sudah lama ingin membuat gebrakan di sini dan Alhamdulillah momennya tepat di hari jadi kab sukabumi ke 155 jadi saya rasa momennya pas, kemudian timnya juga ada," jelas Esti menambahkan.
Esti kemudian berharap ajang ini dapat menggerakkan para tokoh atau pengusaha di Sukabumi untuk menggelar turnamen sepak bola khusus perempuan.
"Hari ini saya senang dan bangga sekali ya karena diperhatikan langsung oleh pimpinan daerah tertinggi. Jadi saya berharap ini merupakan cikal bakal nanti akan terus ada liga dan misalnya dengan siapa pun itu tidak perlu Esti, tapi juga banyak sekali stakeholder bisa menjalankan turnamen sepak bola wanita," kata Esti.
Piala Putri Nusantara II 2025 diikuti oleh 6 tim. Lima di antaranya dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, yakni Barudak BND, Porprov Kabupaten Sukabumi, Serenite FC, Putri Sukabumi, dan Kidang Raya. Sementara satu lainnya adalah Baladdeba Putri, wakil dari Cianjur.
Bupati Sukabumi, Asep Japar menyambut hangat penyelenggaraan Piala Putri Nusantara II 2025, yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Sukabumi. Ajang ini juga dijadikan Asep sebagai bagian dari rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Sukabumi ke-155.
"Alhamdulillah turnamen sudah resmi dibuka dan ini merupakan salah satu rangkaian hari jadi Kabupaten Sukabumi ke 155 dan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS)," kata Asep Japar.
"Insyaallah saya ke depan akan lebih memperhatikan lagi olahraga di Kabupaten Sukabumi, kebetulan di sini Ketua KONI hadir, dan Insyaallah saya akan support sepak bola di Sukabumi," tambahnya.
Hadirnya ajang itu membuat Asep Japar merasa Pemerintah Kabupaten Sukabumi ke depannya harus lebih peduli dengan sepak bola, termasuk perbaikan infrastruktur utama seperti stadion. Ia berjanji pihaknya akan lebih serius merawat Stadion Korpri sehingga bisa sering menggelar turnamen sepak bola level daerah maupun nasional.
"Insyaallah saya akan lebih perhatikan, mudah-mudahan ini jadi latihan sepak bola di Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan melalui turnamen ini lebih menggairahkan masyarakat Sukabumi khususnya perempuan supaya lebih aktif di olahraga," tutur Asjap, sapaan akrab Asep Japar.
Lebih lanjut, Asep Japar juga angkat topi terhadap Esti Puji Lestari, selaku penggagas turnamen Piala Putri Nusantara. Esti sendiri termasuk tokoh sepak bola wanita yang pernah mengomandoi Persijap Kartini hingga Tira Persikabo Kartini.
"Ya saya mengucapkan terima kasih ya kepada Bu Esti. Mudah-mudahan ini merangsang bagi generasi muda, khususnya perempuan ya di Kabupaten Sukabumi dan Insyaallah mudah-mudahan perempuan Kabupaten Sukabumi sepak bolanya lebih baik, saya akan bicara dengan Ketua KONI dan Kadispora, saya akan memberikan dukungan penuh untuk sepak bola di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Selain turnamen sepak bola, Piala Putri Nusantara II juga mengadakan sarasehan sepak bola di sela pertandingan untuk para pemain seluruh tim. Mereka mendapatkan berbagai masukan dan bekal menjadi pemain profesional dari tiga pembicara utama, termasuk Hanipah Halimatusyadiah, penggawa Timnas Putri Indonesia di berbagai kelompok umur sejak 2017.