JawaPos.com – Timnas Indonesia baru saja mengumumkan pemanggilan pemain untuk memperkuat skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde keempat.
Terdapat hal mengejutkan dengan tidak disertakannya nama Rafael Struick, yang di era Shin Tae-yong selalu menjadi ujung tombak skuad Garuda.
Hal ini menjadi pertanyaan besar meskipun karier sang pemain dinilai kian menurun dengan tidak mampu menampilkan performa apik di lapangan.
Terlebih, Dewa United sebagai klub sang penyerang itu belum juga mampu mendapatkan poin selama dua pekan Super League.
Meski begitu, berikut ini JawaPos.com rangkum mengapa pria jebolan akademi ADO Den Haag itu tidak dipanggil Patrick Kluivert.
Performa Buruk
Pria berusia 22 tahun itu dinilai kurang mampu menampilkan performa apik di liga domestik bersama Dewa United.
Sang pemain belum juga mencetak gol maupun assist dengan hasil kekalahan di dua pekan pertama bersama klubnya.
Padahal, sang pemain awalnya merupakan talenta menjanjikan saat masih membela tim muda klubnya tersebut.
Di sisi lain, kepindahannya ke Indonesia, yang digadang-gadang akan menjadi peningkatan performa, justru sang striker gagal menampilkan permainan terbaik.
Kalah Saing dengan Pemain Lain
Kehadiran Ole Romeny di skuad asuhan Patrick Kluivet dinilai menjadi faktor lain mengapa pria kelahiran Leidschendam itu gagal mendapatkan tempat.
Terlebih, Ole berhasil menampilkan performa menjanjikan saat membela skuad Garuda dengan mencetak gol saat melawan Australia, Tiongkok, dan Bahrain di ronde ketiga.
Meningkatnya dampak dari Ole Romeny membuat pria yang akrab disapa Rafa itu semakin tersingkirkan.
Belum lagi kehadiran pemain-pemain lokal lain yang berhasil menampilkan performa apik, seperti Yakob Sayuri, Ramadhan Sananta, hingga Egy Maulana Vikri.
Fokus di Timnas Indonesia U-23
Alasan lain mengapa mantan punggawa Brisbane Roar itu tidak dipanggil Patrick Kluivert adalah untuk fokus ke tim usia di bawah 23 tahun.
Tentu, dengan kehadiran Rafa di skuad kelompok umur, disinyalir akan memberikan kekuatan baru demi misi lolos Piala Asia.
Meski begitu, hal ini tetap disayangkan mengingat nama-nama lain di Piala Asia 2024, sang pemain ditemani Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, hingga Justin Hubner.
Menarik dinantikan bagaimana sepak terjang pria berusia 22 tahun itu di skuad Garuda Muda yang membawa misi lolos Piala Asia edisi mendatang.