← Beranda
Fakta Unik Pelatih Baru Persebaya Surabaya! Rata-rata Periode Melatih Eduardo Perez Hanya 0,37 Tahun
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 7 Juni 2025 | 15.32 WIB
Pelatih baru Persebaya, Eduardo Perez (tengah), berpose bersama dua asistennya di dalam Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com-Persebaya Surabaya resmi menunjuk Eduardo Perez sebagai pelatih kepala untuk Liga 1 Indonesia 2025/2026. Namun, ada satu fakta menarik yang langsung mencuri perhatian: Eduardo memiliki rata-rata masa melatih yang sangat singkat, hanya 0,37 tahun saja.

Catatan ini membuat publik bertanya-tanya, apakah Eduardo Perez bisa bertahan lebih lama di Surabaya? Atau akan kembali menambah daftar panjang karier kepelatihannya yang singkat-singkat?

Dalam dunia sepak bola profesional, masa kepelatihan di bawah satu tahun seringkali menandakan ketidakstabilan atau keputusan manajemen yang cepat.

Tapi di sisi lain, bisa juga menjadi tanda pelatih tersebut dibutuhkan untuk tugas khusus dalam waktu singkat.

Eduardo Perez bukan nama asing di dunia sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi asisten pelatih di Persija Jakarta pada musim 2018/2019 dan pelatih kepala PSS Sleman pada awal 2020.

Namun, saat menangani PSS, ia hanya bertahan sekitar 40 hari saja. Setelah itu, kariernya kembali ke Spanyol dan menangani CP Villarrobledo sebagai pelatih kepala dan koordinator tim junior.

Periode melatih yang paling lama ia jalani justru saat menjadi pelatih kiper di klub Spanyol, Girona FC, selama lebih dari dua tahun. Selebihnya, kariernya dipenuhi masa tugas pendek, baik di Indonesia maupun Spanyol.

Jika dihitung dari total masa tugasnya sejak 2011 hingga 2025, rerata 0,37 tahun atau sekitar 4-5 bulan per klub menjadi angka yang mengejutkan.

Tidak banyak pelatih profesional yang memiliki durasi kepemimpinan sependek ini secara konsisten.

Kini Eduardo Perez dipercaya menahkodai Persebaya Surabaya untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2025/2026 dan kejuaraan antarklub ASEAN.

Ia diperkenalkan sebagai pelatih kepala pada Selasa, 3 Juni 2025 oleh manajemen Persebaya Surabaya.

Dalam struktur kepelatihan yang diumumkan, Eduardo akan didampingi oleh dua asisten pelatih yaitu Shin Sang-gyu dan legenda Persebaya Surabaya, Uston Nawawi.

Sementara posisi pelatih kiper diisi oleh Felipe Americo Martins Goncalves.

Eduardo sudah berada di Surabaya dan langsung bergerak cepat menyusun program untuk musim baru. Ia juga telah terlibat dalam evaluasi skuad bersama tim analis sejak beberapa pekan terakhir.

Dalam akun Instagram pribadinya, Eduardo menyampaikan rasa hormat dan semangatnya untuk membawa Persebaya Surabaya berprestasi.

Ia menyatakan bergabung dengan keluarga Persebaya Surabaya adalah suatu kehormatan besar baginya.

“Saya di sini untuk memberikan segalanya dengan kerja keras, rasa hormat, dan komitmen untuk Persebaya,” tulis Eduardo dalam unggahan yang penuh semangat.

Ia juga mengakui kekuatan energi dari para pendukung Persebaya Surabaya yang luar biasa.

Dukungan Bonek dan Bonita diharapkan bisa menjadi bahan bakar semangat bagi Eduardo yang punya tantangan besar di musim ini. Mampu bertahan lebih dari rerata 0,37 tahun saja akan menjadi pencapaian tersendiri.

Apalagi, publik tahu tekanan melatih tim sebesar Persebaya Surabaya bukan perkara mudah. Ekspektasi tinggi dari fans dan manajemen selalu menjadi tantangan utama setiap musim.

Meski datang dengan keraguan soal durasi kepelatihan, Eduardo membawa modal pengalaman dari Eropa dan Asia. Ia juga mengantongi lisensi Pro UEFA, lisensi tertinggi untuk pelatih sepak bola profesional.

Fakta ini bisa menjadi nilai tambah dalam membentuk strategi jangka panjang di tubuh Green Force. Namun, semuanya tetap akan ditentukan oleh hasil di lapangan dan bagaimana ia menjawab ekspektasi besar yang mengiringinya.

Persebaya Surabaya sendiri belum mengumumkan semua nama-nama pemain untuk musim 2025/2026 saat memperkenalkan Eduardo. Hanya ada tiga nama baru, yaitu Risto Mitrevski, Gali Freitas, dan Koko Ari.

Jika skuad yang dibentuk mampu menyatu cepat dengan ide-ide Eduardo, peluang untuk bersaing di papan atas sangat terbuka. Tapi jika tidak, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi pelatih dengan masa kerja yang singkat.

Apapun hasilnya, penunjukan Eduardo Perez sudah menjadi awal cerita menarik untuk musim baru Liga 1 Indonesia. Perjalanan pelatih dengan durasi rata-rata hanya 0,37 tahun ini di Persebaya Surabaya layak untuk terus dipantau.

Akankah Eduardo mematahkan tren singkatnya dan bertahan lebih lama di Persebaya Surabaya? Atau justru akan kembali menjadi catatan cepat dalam sejarah klub Green Force? (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan