← Beranda
Mempertanyakan Shin Tae-yong Tepikan Eliano Reijnders, Alasannya Bikin Melongo
Dimas Ramadhan WicaksanaSabtu, 16 November 2024 | 17.54 WIB
Shin Tae-yong usai laga Timnas Indonesia melawan Jepang. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
 

JawaPos.com - Pelatih Shin Tae-yong mengungkap alasannya menepikan Eliano Reijnders dari skuad Timnas Indonesia. Juru taktik asal Korea Selatan itu menilai pemain multiposisi itu belum cukup baik untuk bisa jadi pilar Garuda, julukan Timnas Indonesia.

Eliano Reijnders kembali tidak masuk dalam skuad Timnas Indonesia dalam laga krusial melawan Jepang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Itu jadi kali kedua bagi adik dari gelandang AC Milan, Tijjani Reijnders, itu merasakan keputusan pahit Shin Tae-yong.

Sebelumnya, Eliano Reijnders juga tidak dimasukkan dalam skuad Timnas Indonesia ketika menghadapi Tiongkok bulan lalu. Ditepikannya penggawa PEC Zwolle dalam dua laga terakhir itu membuat sorotan tertuju kepada Shin Tae-yong.

Pelatih yang sukses menyingkirkan Jerman di Piala Dunia 2018 itupun akhirnya buka suara. Shin Tae-yong membeberkan alasan di balik keputusannya itu.

"Soal Eliano, tidak dapat masuk ke skuad karena menurut saya belum baik, masih susah bagi dia (Eliano) untuk masuk ke skuad saat ini. Jadi, saya memilih seperti itu," kata Shin Tae-yong dalam jumpa pers pascalaga melawan Jepang.

Alih-alih menenangkan dan mengakhiri pertanyaan yang beredar selama ini, jawaban Shin Tae-yong itu bisa dibilang semakin membuat suasana kian keruh. Tak sedikit yang jadi mempertanyakan keputusan sang pelatih.

Pasalnya, Eliano Reijnders termasuk pemain keturunan berdarah Indonesia yang menjalani proses naturalisasi. Proses alih warga negara pemain berusia 24 tahun itu bahkan dilakukan percepatan dengan hanya kurang lebih sebulan.

Bersama bek FC Twente, Mees Hilgers, proses naturalisasi Eliano Reijnders dikebut agar mereka bisa siap dan tersedia dipanggil Timnas Indonesia untuk dua laga tandang putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Yakni melawan Bahrain dan Tiongkok pada Oktober lalu.

Tapi, sejak menjadi WNI dan bergabung dengan Timnas Indonesia bulan lalu, Eliano Reijnders hanya dapat kesempatan bermain selama 45 menit.

Eliano diturunkan saat melawan Bahrain pada babak kedua untuk menggantikan Sandy Walsh, yang mengalami cedera. Dia mendapatkan tugas dari Shin Tae-yong sebagai fullback kanan, sesuai posisi aslinya.

Dalam 45 menit pertama bersama Timnas Indonesia, Eliano Reijnders mencatatkan 22 sentuhan. Dia memberikan delapan umpan kunci dari total 11 percobaan dengan tingkat akurasi 73 persen.

Secara statistik, performanya memang tidak istimewa. Tapi, penampilan Eliano Reijnders itu juga tak buruk untuk pemain yang baru menjalani debut bersama Timnas Indonesia.

Selain itu, Eliano Reijnders sebenarnya termasuk pemain bertipe versatile yang berarti bisa bermain di mana saja. Berdasarkan data Transfermarkt, dia sepanjang kariernya tercatat pernah memainkan 10 peran berbeda. 

Selain bek kanan, Eliano Reijnders pernah bermain sebagai bek kiri, sayap kiri, sayap kanan, gelandang bertahan, gelandang tengah, gelandang serang, penyerang sayap kiri, penyerang sayap kanan, hingga penyerang tengah alias striker.

Tak cuma itu, Eliano Reijnders bersama klubnya PEC Zwolle musim ini juga sudah tercatat memainkan delapan pertandingan di Eredivisie 2024/2025, dengan tiga di antaranya tampil penuh 90 menit.

Jumlah menit bermain Eliano di level klub ini lebih baik dari beberapa pemain Timnas Indonesia, yang banyak duduk di bangku cadangan atau bahkan tak masuk skuad klubnya masing-masing. 

Bahkan, ada juga yang belum bermain sama sekali untuk klubnya. Deretan pemain yang minim dapat menit tampil di level klub adalah Marselino Ferdinan (Oxford United FC/Inggris), Nathan Tjoe-A-On (Swansea City/Inggris), dan Pratama Arhan Alif (Suwon FC/Korea Selatan).

Nyatanya, Shin Tae-yong lebih memilih memberikan kesempatan ketiga pemain itu untuk bermain, alih-alih Eliano Reijnders. Selain itu dia juga seolah tak memandang semua aspek itu.

Shin Tae-yong lebih memilih langsung menghukum Eliano Reijnders karena performa saat melawan Bahrain. Dia tak memasukkan nama sang pemain ke dalam skuad dalam dua pertandingan terakhir.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sendiri mengatakan bahwa dia tak mau intervensi keputusan Shin Tae-yong. Tugas PSSI menurutnya hanya mendukung penuh pelatih kepala.

"Ya, tidak tahu kan itu semua hak pelatih, kalau saya sebagai ketua PSSI mencari pelatih yang baik, menyiapkan pemain yang terbaik. Itu yang saya lakukan sampai hari ini. Hasilnya belum maksimal, ya kita coba lagi, jangan berhenti tengah jalan," ucap Erick.

EDITOR: Edi Yulianto