← Beranda
Evan Dimas Sowan ke Gus Iqdam dan Berikan Jerseynya, setelah Gagal Bawa PSIS ke Championship Series
Alvin Fahrizal BayyuniSelasa, 14 Mei 2024 | 15.05 WIB
Evan Dimas bersama Gus Iqdam (Instagram Gus Iqdam)

JawaPos.com – Mantan kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas, dikenal sebagai pemain sepak bola yang memiliki kedekatan dengan beberapa ulama, seperti Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, dan yang terbaru adalah Agus Muhammad Iqdam Khalid atau Gus Iqdam.

Salah satu gelandang terbaik Indonesia itu baru-baru ini menarik perhatian publik bukan hanya karena aksinya di lapangan hijau, tetapi juga karena kunjungannya ke Gus Iqdam.

Momen tersebut dibagikan langsung oleh akun Instagram resmi Gus Iqdam, @iqdammuhammad_, dengan mengenakan kaos polo Timnas Indonesia, berfoto bersama Evan Dimas beserta jersey Persija Jakarta.

Evan Dimas yang sebelumnya bermain untuk Persija Jakarta, memberikan cinderamata berupa jersey yang ia kenakan saat masih memperkuat Macan Kemayoran, 2020 silam.

Jersey ini memiliki nilai sentimental tinggi, mengingat prestasi dan kenangan yang telah Evan ukir bersama klub tersebut.

Banyak yang menduga bahwa pemberian jersey ini adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih Evan kepada Gus Iqdam.

Dalam unggahan tersebut, Gus Iqdam mengucapkan rasa terima kasihnya pada Evan Dimas, karena telah berjasa untuk Indonesia.

“Terima kasih pernah berjuang untuk bangsa ini.. Evan Dimas..” tulis Gus Iqdam pada kolom keterangan.

Selain itu, pendakwah muda tersebut memberikan dukungannya pada pemain yang musim lalu memperkuat PSIS Semarang.

“Lanjutkan mas (perjuangannya),” tutup Gus Iqdam, disertai dengan emoji pengharapan.

Setelahnya, Evan Dimas memberikan komentar pada unggahan tersebut, dengan mengucapkan rasa terima kaish yang mendalam pada pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah itu.

“Matur suwun sanget gus,” tulis pemain yang pernah memberikan gelar juara Piala AFF U19 di Gelora Delta, Sidoarjo, 2013 silam.

Gagalnya PSIS Semarang ke Championship Series tentu menjadi kekecewaan bagi banyak pendukung, termasuk Evan Dimas sendiri.

Namun, Evan menunjukkan sikap profesional dan positif dengan terus menjaga hubungan baik dengan para pendukungnya dan tokoh-tokoh yang selama ini mendukungnya.

Kunjungan ke Gus Iqdam menjadi salah satu bukti bahwa Evan tetap rendah hati dan selalu mencari dukungan moral serta spiritual.

Pertemuan tersebut juga menjadi momen refleksi bagi Evan. Ia merenungkan perjalanan karirnya yang penuh liku, mulai dari masa kejayaan bersama Timnas U19, bermain di berbagai klub besar, hingga tantangan yang dihadapi di PSIS Semarang.

Meski gagal membawa PSIS ke Championship Series, Evan tetap optimis dan bertekad untuk terus berjuang demi prestasi yang lebih baik.

Sebagai pemain yang pernah mencicipi berbagai prestasi, Evan Dimas menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Ia terus berusaha dan berdoa agar bisa bangkit dan mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Kunjungan ke Gus Iqdam menjadi salah satu langkah positif dalam perjalanan karirnya yang panjang.

Jersey yang diberikan Evan kepada Gus Iqdam kini menjadi simbol persahabatan dan penghormatan.

Bagi Evan, jersey tersebut bukan sekadar kain, melainkan saksi bisu dari perjuangannya di lapangan hijau.

Dengan menyerahkannya kepada Gus Iqdam, Evan berharap mendapatkan berkah dan semangat baru untuk menghadapi tantangan berikutnya.

EDITOR: Hanny Suwindari